Review Corsair K63: Si “Lava” yang Sangar!

Reading time:
April 11, 2017
Corsair K63
Corsair K63

Apa yang membuat keyboard gaming berakhir dibanderol dengan harga lebih tinggi dibandingkan dengan keyboard pada umumnya? Gamer yang skeptis mungkin akan langsung menjawabnya dengan “gimmick”, ragam fitur jualan yang tak banyak berpengaruh pada fungsi itu sendiri.  Sementara mereka yang sudah sempat menjajalnya biasanya akan memberikan komentar yang berbeda. Bahwa mereka sudah mencicipi sendiri sensasi keyboard gaming, apalagi jika ia hadir dengan basis mekanikal dan dukungan perangkat lunak yang memadai. Yang menarik, tak sedikit produsen di luar sana yang mulai berusaha menyasar pasar gamer-gamer “penasaran” ini dengan produk berkualitas di harga yang terjangkau. Seperti yang dilakukan Corsair dengan keyboard mekanikal TKL mereka yang baru – K63.

Desain dan Fitur

K63 merupakan sebuah keyboard mekanikal TKL (tenkeyless) yang ringkas dengan build quality yang terasa kuat.
K63 merupakan sebuah keyboard mekanikal TKL (tenkeyless) yang ringkas dengan build quality yang terasa kuat.

Bagi Anda yang tidak tahu TKL, ia merupakan singkatan dari tenkeyless, sebuah desain keyboard yang membuat ragam tombol “standar” di bagian kanan utuk membuatnya terlihat dan terasa lebih ramping. Pendekatan desain seperti ini tak hanya membuat keyboard terkesan padat saja, tetapi juga membuatnya jauh lebih mudah untuk dibawa-bawa karena ukuran yang berujung lebih kecil. Konsep seperti inilah yang juga disematkan oleh Corsair via K63 ini. Sebuah keyboard gaming TKL yang ringkas tetapi juga padat fungsi di saat yang sama.

Sekilas pandang, ia memang tak terlihat terlalu istimewa, apalagi jika Anda tak menghubungkannya dengan perangkat PC manapun dan menikmati LED yang ia tawarkan. Berbeda dengan tren kebanyakan produk gaming saat ini yang mengandalkan “RGB” sebagai pondasi estetika, K63 hadir dengan satu warna LED saja – merah. Warna yang juga merepresentasikan jenis Switch mekanikal seperti apa yang mereka usung. Menganggapnya remeh? Tunggu dulu, karena Corsair tak hanya sekedar menyuntikkan ragam efek saja untuk membuatnya terlihat dinamis, tetapi juga memastikan K63 ini terlihat seperti sebuah keyboard yang ditempa oleh makhluk mitologi dari lava-lava panas yang terang-benderang. Dan kami tidak tengah melemparkan hiperbola sama sekali.

Diperkuat dengan hanya satu LED - merah, K63 terlihat seperti lava panas di kala malam.
Diperkuat dengan hanya satu LED – merah, K63 terlihat seperti lava panas di kala malam.
Tombol multimedia dedicated di bagian kanan atas keyboard.
Tombol multimedia dedicated di bagian kanan atas keyboard.

Menariknya lagi, dengan harga yang hendak ia usung, Corsair seolah memastikan bahwa Anda memang merasa bahwa setiap Rupiah yang Anda keluarkan memang berujung pantas. Ia memang tidak menawarkan ekstra slot USB di bagian belakang, lampu LED warna-warni, atau aplikasi mobile pendukung yang seringkali berakhir jadi gimmick. Namun K63 hadir dengan satu tujuan yang jelas – memastikan aktivitas gaming Anda terpenuhi dari segala aspek, bahkan untuk urusan kabel yang tak mudah kusut sekalipun.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Corsair K63 ini? Berikut adalah spesifikasi resmi yang ia usung:

  • Weight: 1,12kg
  • Key Switches: Cherry MX Red
  • Keyboard Backlighting: Red LED
  • Dimensions: 365mm x 171mm x 41mm
  • Report Rate: Up to 1ms
  • Matrix: 100% anti-ghosting with full key rollover
  • Keyboard size: Compact
  • Media Keys: Dedicated
  • CUE Software: Enabledd
  • Cable Type: Tangle-free rubber
  • Win Lock: Yes
  • Keyboard Layout: NA

Corsair K63, Seberapa Nyaman?

Di tengah gempuran switch Kailh dan
Di tengah gempuran switch Kailh dan “eksklusif” tiap produsen, Corsair menawarkan Cherry MX Red untuk K63. Sebuah switch dengan sepak terjang yang tak perlu lagi dipertanyakan.

Di tengah terjangan keyboard-keyboard mekanikal yang menggunakan Switch Kailh atas nama harga yang lebih terjangkau, Corsair cukup berani untuk menghadirkan Cherry MX sebagai basis untuk K63 tetapi tetap mempertahankan daya saing di tingkat harga. Perdebatan soal kualitas Kailh yang selalu disebut lebih buruk akan bergantung pada persepsi Anda sendiri, namun setidaknya kehadiran Cherry MX akan menghilangkan kekhawatiran tersebut. Sebagai Switch dengan sepak terjang yang solid, Anda bisa mengandalkan akurasi respon dan daya tahan switch racikan teknologi Jerman yang satu ini. Permasalahannya kini hanya bergantung pada preferensi switch pribadi Anda itu sendiri.

Karena seperti apa yang bisa Anda lihat di spesifikasi yang ada, Corsair K63 hadir dengan hanya satu varian saja (setidaknya pada saat review ini ditulis) – yakni Cherry MX Red. Bagi gamer yang baru hendak berangkat dari membran, kehadiran switch merah ini tetap jadi teknologi yang pantas disambut dengan tangan terbuka, menawarkan sensasi yang akan membuat aktivitas gaming PC Anda terasa lebih nyaman. Namun untuk gamer yang sudah menjajal keyboard mekanikal sebelumnya dan sudah punya preferensi tersendiri,  keterbatasan opsi ini tentu saja sangat disayangkan. Bagi Anda yang tak terlalu familiar, switch merah memang berasosiasi kuat dengan aktivitas gaming karena feedback yang cepat dan suara yang tak terlalu berisik.

Anda yang baru beralih dari keyboard membran konvensional akan menikmati switch Red yang ia usung. Namun untuk Anda yang sudah punya preferensi switch, K63 tak menawarkan opsi.
Anda yang baru beralih dari keyboard membran konvensional akan menikmati switch Red yang ia usung. Namun untuk Anda yang sudah punya preferensi switch, K63 tak menawarkan opsi.
Ia juga mengusung fitur lain seperti 100% anti-ghosting untuk aktivitas gaming lebih nyaman.
Ia juga mengusung fitur lain seperti 100% anti-ghosting untuk aktivitas gaming lebih nyaman.

Maka dengan kehadiran teknologi ini pulalah, Anda hampir tak perlu khawatir bahwa Corsair K63 ini akan justru membuat Anda kecewa di akhir. Sensasi gaming yang lebih nyaman kini didukung dengan ragam fitur yang akan memastikan perintah yang Anda lemparkan, tak diterjemahkan secara sembarangan. Dengan 100% anti-ghosting, pergerakan tangan secepat apapun yang bisa Anda hasilkan akan ditangkap dan dieksekusi dengan baik oleh K63 ini. Dari sisi desain, kehadiran tombol multimedia dedicated dan desain kabel yang tak gampang kusut akan membuat Anda tak perlu memikirkan hal-hal lain di luar aktivitas gaming itu sendiri. Namun di antara kelebihan yang ia tawarkan, desain ukuran dan posisi tuts yang tetap nyaman dalam bentuk yang lebih ringkas (TKL) menjadi bagian terfavorit kami.

Tak perlu ada yang dikhawatirkan atau ditakuti, kualitas K63 akan membuat Anda fokus pada aktivitas gaming yang Anda cicipi.
Tak perlu ada yang dikhawatirkan atau ditakuti, kualitas K63 akan membuat Anda fokus pada aktivitas gaming yang Anda cicipi.
Ia juga didukung dengan Corsair Utility Engine.
Ia juga didukung dengan Corsair Utility Engine.

Dengan menjajalnya secara langsung di aktivitas gaming yang ada, bahkan untuk DOTA 2 sekalipun yang secara konsisten meminta Anda untuk menyuntikkan perintah dengan ragam shortcut yang ada, Corsair K63 tampil fantastis. Cherry MX Red kembali memperlihatkan tajinya sebagai switch gaming yang pantas untuk diacungi jempol. Tak hanya itu saja, K63 juga didukung oleh perangkat lunak – Corsair Utility Engine (CUE) yang kini bisa digunakan untuk memodifikasi cukup banyak hal, dari efek LED merah yang cukup beragam hingga fungsi makro yang bisa Anda sematkan di tombol manapun. Anda juga bisa menghidupkan dan mematikan beberapa fungsi shortcut untuk meminimalisir kesalahan tekan saat tengah gaming.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…