JagatPlay di E3 2017: Wawancara dengan Shuhei Yoshida!

Author
Jey Nelson
Reading time:
June 14, 2017

Selamat Malam dari Los Angeles! Hari ini hari pertama dari E3 2017 dan kami sudah mendapatkan kehormatan untuk mewawancara langsung Shuhei Yoshida selaku Presiden dari Sony Worldwide Studio.

Yoshida-san sendiri bisa dibilang merupakan tangan dingin dibalik kesuksesan Playstation dari era Playstation 1 sampai ke era PS4Pro. Namun dengan segudang prestasi dan kesibukannya, sesi wawancara dengan Yoshida-san sangat menyenangkan dan berlangsung cukup santai.

 

Kami berkesempatan untuk mewawancarai sosok Shuhei Yoshida yang ikonik.
Kami berkesempatan untuk mewawancarai sosok Shuhei Yoshida yang ikonik.

 

A: Apakah ada arah baru yang dilakukan Sony saat ini? Karena presentasi tahun ini sepertinya berfokus pada game saja?

Yoshida-san: Yes. Tahun kemarin memang adalah tahun dimana kami memperkenalkan tiga buah perangkat keras: Playstation 4 Pro, Playstation VR, dan Playstation 4 Slim. Jadi kami cukup sibuk mempersiapkan diri untuk rilis-rilis game ini. Jadi ada pembicaraan dan informasi terkait perangkat keras ini yang harus kami libatkan dalam komunikasi. Tetapi berbeda dengan tahun ini, semua hardware tersebut sudah diluncurkan dengan sukses ke hadapan publik dan berhasil populer. Jadi? Kami punya waktu untuk berfokus sepenuhnya pada game itu sendiri, dan itu memang apa yang diharapkan gamer dari kami. Jadi, kami langsung memamerkan game-game yang tengah kami persiapkan. Iya, itu memang arah yang sengaja kami pilih untuk E3 2017 ini.

A (JagatPlay): Yoshida-san, jika kami boleh bertanya. Dari semua game yang diperkenalkan di panggung utama Sony kemarin, manakah yang jadi favorit pribadi Anda?

Yoshida-san: Yang jadi kejutan untuk saya pribadi tentu saja adalah pengumuman Monster Hunter World di PS4. Karena Monster Hunter selama ini selalu muncul di mesin portable saja, sangat menggembirakan untuk melihatnya kini bisa dimainkan di layar besar. Dan sang developer sepertinya sudah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membuatnya terlihat seperti game action yang solid. Dan Capcom memang terkenal jago membuat game action yang menarik untuk dimainkan. Aksi seperti melompat ke arah monster, dinosaurus, terlihat sangat menarik. Dan kelihatannya kita juga bisa memanipulasi AI, seperti membuat satu monster menyerang monster yang lain. Itu sangat-sangat menarik untuk dimainkan.

Sementara dari studio kita, kita punya game yang sangat menarik untuk dimainkan. Game terakhir yang kami perlihatkan – Spiderman, mungkin terlihat seperti game dengan scripted event. Tetapi itu benar-benar game yang bisa Anda mainkan. Saya bahkan sudah memainkan sekuens yang sama dua kali. Karena konsepnya open-world, Anda sebenarnya tidak perlu mengikuti jalur seperti yang terlihat di ajang E3 2017 kemarin. Bahkan sekuens aksi di dalam gedung sekalipun, Anda tak perlu melaluinya. Jadi apa yang kami perlihatkan kemarin di panggung hanyalah satu contoh  gaya gameplay yang bisa Anda tempuh. Begitu Anda mencicipinya sendiri, saya yakin Anda akan kagum dengan seberapa terbuka dunia dan sistem gameplay-nya itu sendiri. Jadi saya tertarik untuk mencicipinya.

A (Media Lain): Menyambung pertanyaan itu, game apa yang menjadi favorit Anda di Playstation 4 sejauh ini?

Yoshida-san: Well, sebenarnya ia terus berubah. Tapi di PS4, game terfavorit saya sejauh ini adalah Bloodborne. Saya sudah mendapatkan Platinum Trophy darinya dan masih terus bermain. Saya bahkan berhasil mengalahkan salah satu boss terkuat, yang bentuknya seperti seekor anjing dengan api. Bahkan, saya berhasil melakukannya dengan kamera saat melakukan sesi live-streaming di Jepang beberapa waktu lalu. Sangat menyenangkan, apalagi melihat komentar orang-orang yang menonton di kala itu.

A (Media Lain): Berbicara soal Monster Hunter World, apakah ada rencana untuk membawanya ke platform portable (dalam hal ini PS Vita)?

Yoshida-San: Well, sebenarnya keputusannya ada di tangan Capcom. Kalau saya tidak salah ingat, selain portable, mereka juga punya seri untuk mobile, bahkan PC sekalipun.

A (JagatPlay): Seperti yang kita tahu, Playstation VR mendapatkan fokus cukup besar di presentasi kemarin. Apakah Anda sendiri punya sebuah konsep game VR yang Anda ingin terwujud? Sesuatu yang Anda rasakan, akan keren kalau jadi game VR?

Yoshida-san: Ada banyak potensi ide, sebenarnya dan hal itulah yang membuat proses pengembangan game VR menyenangkan. Para developer game selalu berusaha membuat gamer merasa bahwa mereka berada di dalam video game itu sendiri. Namun secara teknis, dengan cara konvensional, hal itu tidak mungkin. Dengan menggunakan VR, sekarang jadi hal mudah untuk mencapai hal tersebut. Dan sekarang juga jadi mudah untuk membuat karakter-karakter di dalam game sadar akan eksistensi Anda, membuat mereka tahu dimana Anda dan kemana Anda melihat. Jadi kemungkinannya hampir tak terbatas dengannya. Bahkan tak hanya video game, bahkan film atau anime sekalipun, mereka bisa masuk ke dalamnya. Itu lah yang menyenangkan dari medium video game.

Tak hanya video game, bahkan seri televisi seperti Breaking Bad sekalpun, sedang mengembangkan VR experience. Perusahaan anime ternama Jepang juga mulai berusaha masuk ke pasar ini. Itu hanyalah contoh singkat kira-kira apa yang bisa ditawarkan oleh VR.

A (Media Lain): Kami juga ingin bertanya soal game klasik – Crash Bandicoot. Dia punya “penikmat” yang masif di Filipina. Bagaimana pendapat Anda soal game ini?

Yoshida-san: Akan sangat menyenangkan untuk memainkan Crash Bandicoot 1,2, dan 3 di Playstation 4. Saya adalah producer dari Crash Bandicoot 3 original di Playstation pertama. Jadi, saya sebenarnya terlibat di Crash Bandicoot 1,2,3, dan Racing. Di kesempatan yang lalu, saya sempat mencicipi yang versi Playstation 4. Si developer melakukan tugas yang sangat baik mempertahankan identitas karakter Crash Bandicoot itu sendiri, tetapi terasa baru dengan teknologi modern di PS4. Karena Crash Bandicoot pertama termasuk game yang terhitung sulit, mereka bahkan memodifikasi platform untuk membuat beberapa sekuens jadi lebih mudah. Mereka juga menambahkan ekstra tambahan save point, sehingga tak seperti masa lalu, Anda tak akan kehilangan progress setelah menyelesaikan lima level , misalnya. Ia terlihat lebih cantik, terasa seperti Crash Bandicoot, ia juga membuatnya lebih mudah. Orang-orang yang sempat mencicipi seri original Crash Bandicoot akan senang dengan versi Remastered ini.

A (Media Lain): Menurut Anda, apa itu game yang “bagus”?

Yoshida-san: Sebuah game bagus adalah sebuah game yang membuat Anda lupa sama sekali soal kontroler. Kamu merasa bahwa karakter game adalah “perpanjangan” dari Anda sendiri.

A (Media Lain): Saya ingin berbicara soal Horizon Zero Dawn: The Frozen Wilds, apakah akan ada mesin baru atau area baru?

Yoshida-san: Semua yang Anda sebutkan. Area baru untuk Anda kunjungi. Saya tahu akan ada daerah baru yang Anda kunjungi di atas semua hal baru yang akan terjadi setelah seri originalnya. Jadi, ia akan sangat-sangat menarik untuk dimainkan. Dan dia akan keluar tahun ini.

A (JagatPlay): Ada rencana untuk memperlihatkan sesuatu yang baru dan besar di Tokyo Game Show dan Playstation Experience nanti?

Yoshida-san: Kami saat ini belum bisa berbicara banyak. Tapi ada beberapa hal yang kami tahan dan PILIH UNTUK UNTUK TIDAK DIPERLIHATKAN DI E3 2017 kali ini. Tentu saja, akan ada lebih banyak hal baru yang muncul dari tim kami di bulan-bulan nantinya.

A (Media Lain): Apakah Anda sudah mencoba game PSVR berjudul Stifled?

Yoshida-san: Yups, itu adalah game PSVR yang mengagumkan. Saya sedang menghadiri BitSummit di Kyoto beberapa bulan yang lalu, dan gamenya diperlihatkan di booth Playstation. Itu dibuat di Singapura, kan? Gamenya hitam dan putih, dan terinspirasi dari tunanetra. Ia menggunakan echolocation untuk mengerti apa yang terjadi di sekitar kita. Mereka membuat sensasi tersebut muncul dengan meminta Anda untuk berbicara langsung atau menekan satu tombol untuk menciptakan efek echolocation tersebut. Jika Anda melakukannya, akan ada gelombang suara yang muncul dan memperlihatkan apa yang ada di lingkungan sekitar Anda. Kamu harus bertahan hidup dari musuh dengan mengetahui posisi dan lokasi, tetapi kamu harus menggunakan suara untuk melakukannya. Sementara dengan suara, Anda justru menarik perhatian musuh yang ada. Ada konsekuensi di sana dan ia terasa menyeramkan. Ia benar-benar terasa keren dalam format VR. Jadi benar-benar menarik untuk melihat game itu keluar nanti di PSVR.

A (Media Lain): Apa rencana jelas Anda untuk membuat PSVR sukses di masa depan?

Yoshida-san: Kami tidak berencana untuk mengubah apapun saat ini. Untuk strategi di keseluruhan Playstation platform, kami berusaha menyediakan teknologi serupa untuk sebanyak mungkin orang. Kami terus berambisi menghadirkan sebuah sistem berteknologi tinggi dengan harga yang terjangkau karena kami memproduksinya secara massal. Ini sekaligus menyediakan basis yang solid untuk menarik developer meracik lebih banyak konten untuknya. Jadi sangat penting bagi kami bahwa begitu kami memperkenalkan sistem yang baru, ia berkualitas tinggi dan orang-orang yang memutuskan untuk membelinya bisa menikmatinya selama bertahun-tahun. Memastikan bahwa akan ada game baru untuk dilepas. Kami baru rilis tahun lalu dan tengah berupaya untuk memenuhi permintaan yang ada. Yang pasti, kami tidak ada rencana untuk membicarakan PSVR “selanjutnya”.  Untuk Anda tahu, kami mengembangkan PSVR bersama dengan Playstation 4, jadi proses optimalisasinya sangat baik. Jadi selama kami memperkuat Playstation 4, Playstation VR juga akan ada di sana.

A (Media Lain): Apa ada rencana untuk menurunkan harga PS4 Pro?

Yoshida-San: Apakah terlalu mahal saat ini?

A (Media Lain): Tidak-tidak..

Yoshida-San:  Saya mengerti bahwa permintaan sangat tinggi dan populer, dan saat ini, kami sangat bahagia dengan game-game berkualitas yang hadir di sana. Untuk sementara ini, konsumen juga sangat puas dan positif dengannya. Terlepas dari apakah Anda punya televisi 4K atau tidak, ia terlihat mengagumkan di HDTV biasa dan game PSVR. Reaksi gamer masih sangat positif dengannya, jadi kami tak punya rencana untuk melakukan itu.

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…