Review Injustice 2: Baku Hantam Sinematik!

Reading time:
June 1, 2017
Injustice 2 jagatplay part 1 (1)

Mengembangkan sebuah game fighting, terlepas dari betapa sederhananya mekanik gameplay akhir yang ia usung, tentu bukan satu pekerjaan yang mudah. Walaupun inti genre ini selalu berkisar soal usaha untuk menundukkan lawan Anda hingga batas darah yang terakhir, namun Anda bisa melihat kompleksitas yang harus dipikirkan oleh sang developer. Untuk franchise yang sudah terbangun solid, mereka harus memikirkan karakter mana saja yang akan masuk dan keluar, serta memastikan inovasi yang dibangun cukup solid untuk membawa gamer baru untuk tertarik dan masuk. Sementara untuk franchise baru, mereka harus membangun segala sesuatunya dari awal, meracik desain, memastikan balancing karakter yang nyaris sempurna, hingga konten cerita yang “masuk akal” di sisi yang sama. Proses panjang yang berakhir dengan sikap dan tingkah laku gamer yang kemudian, berusaha mengakses setiap animasi serangan dengan penekanan tombol yang membabi buta.

Lantas, dimanakah posisi Injustice 2 di industri game itu sendiri? Dengan Netherrealm yang selama ini terkenal lewat seri Mortal Kombat, Injustice terkenal karena dua hal utama: ia mengkombinasikan karakter-karakter ikonik semesta DC di dalamnya, dan yang kedua, membangun cerita yang solid darinya. Kini, sang seri kedua muncul sebagai sekuel dengan beberapa inovasi hal baru disuntikkan, baik dari sisi presentasi hingga mekanik gameplay itu sendiri. Anda yang sudah sempat membaca artikel preview kami sepertinya sudah punya sedikit gambaran soal apa yang ditawarkan oleh Injustice 2 ini. Sebuah game fighting solid yang berujung lebih epik dari yang kami harapkan.

Lantas, apa saja yang disuntikkan Netherrealm Studios di Injustice 2 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game baku hantam sinematik? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Injustice 2 sendiri merupakan seri sekuel langsung dari Injustice pertama.
Injustice 2 sendiri merupakan seri sekuel langsung dari Injustice pertama.

Seperti nama yang ia usung, Injustice 2 merupakan sekuel langsung dari Injustice pertama. Bagi Anda yang tak terlalu familiar, Injustice “bermain-main” dengan skenario apa yang terjadi jika Superman, tidak lagi percaya pada yang namanya nilai-nilai “kemanusiaan”. Dengan campur tangan Joker di kala itu, Kal-El berakhir membunuh Louis Lane dan bayi mereka yang tengah dikandung. Tak terima dengan kejadian itu, Superman pun hadir dengan satu resolusi – tak lagi membiarkan benih kejahatan merajalela. Tidak lagi percaya dengan konsep tidak membunuh, Superman pun mulai berburu dan menghabisi tiap penjahat yang ada, membangun Regime yang ada. Namun di akhir, Batman berhasil menghentikannya.

Mengambil timeline 5 tahun sejak seri pertama, bumi kini menghadapi ancaman yang lebih besar. Batman pun mau tak mau, harus kembali mengandalkan kekuatan Superman.
Mengambil timeline 5 tahun sejak seri pertama, bumi kini menghadapi ancaman yang lebih besar. Batman pun mau tak mau, harus kembali mengandalkan kekuatan Superman.
Adalah Braniac yang membuat kolaborasi keduanya harus dilakukan, bersama dengan mantan anggota
Adalah Braniac yang membuat kolaborasi keduanya harus dilakukan, bersama dengan mantan anggota “Regime” dari seri pertama. Brainiac juga menjadi otak di balik kehancuran Planet Superman dan Supergirl – Krypton.

5 tahun setelah kekalahan Superman yang kini menjadi seorang tawanan dengan penjagaan ketat, dunia kini berhadapan dengan ancaman yang bahkan lebih besar, datang dari luar dunia. Benar sekali, adalah Braniac – sosok yang juga bertanggung jawab atas kehancuran Krypton, yang siap untuk menyerang bumi. Dengan kemampuannya untuk mengendalikan pikiran, apalagi dengan juga munculnya sumber ancaman dari para villain yang kini tergabung dalam The Society, Batman pun tak bisa lagi bertarung sendirian. Dibantu dengan Supergirl yang akhirnya menampakan dirinya, Batman pun harus memnta bantuan “teman lama”-nya untuk bisa melawan Braniac secara sepadan.

Sementara itu di sisi lain, mereka juga berhadapan dengan kelompok villain baru bernama The Society.
Sementara itu di sisi lain, mereka juga berhadapan dengan kelompok villain baru bernama The Society.
Joker? Kembali hidup?
Joker? Kembali hidup?

Hampir sebagian besar karakter dari Injustice pertama kembali di seri kedua ini, beberapa dengan pakaian baru. Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk membangun interaksi yang unik antara beberapa karakter yang ada, termasuk menghadirkan beberapa misteri baru – seperti kembalinya Joker yang seharusnya sudah tewas di seri pertama.

Lantas, tantngan seperti apa yang harus dihadapi  oleh Batman dan Superman? Mampukah keduanya menundukkan Brainiac? Atau yang bahkan lebih penting, mampukah keduanya “menghapus” konflik raksasa yang sempat terjadi di seri pertama? Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan Injustice  2 ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…