Review SteelSeries APEX M650: Ketik-Mengetik Penuh Kosmetik!

Reading time:
July 24, 2017
SteelSeries APEX M650
SteelSeries APEX M650

Anda hampir mustahil tak pernah mendengar nama SteelSeries sebelumnya, terlepas apakah Anda pernah menggunakan produk yang mereka racik atau tidak. Menjadi salah satu “pemain” lama di industri yang satu ini, SteelSeries selalu menghadirkan produk yang melekat pada kualitas, fitur, dan harga yang cukup rasional untuk setiap darinya. Dekatnya ia pada industri e-Sports, terutama tim-tim raksasa papan atas untuk game kompetitif yang ada memang memperkuat popularitas tersebut. Satu yang pasti, mereka tak pernah berhenti mengeluarkan produk yang menggoda, baik dari sisi penampilan ataupun fitur. Salah satunya menyeruak kuat dari varian mereka yang sepertinya hanya tersedia untuk pasar SEA saja – SteelSeries APEX M650.

(Diuji dan di-review dengan SI HITAM MK.I)

Desain dan Fitur

Sekilas pandang tanpa menyalakannya, APEX M650 memang terlihat tak terlalu istimewa.
Sekilas pandang tanpa menyalakannya, APEX M650 memang terlihat tak terlalu istimewa.

Anda yang sudah pernah melihat produk keyboard SteelSeries, terutama dari seri APEX, sepertinya tidak akan asing lagi dengan bentuk dasar yang ia usung. Dengan identitas pondasi yang kuat dengan material yang mengesankan dan menawarkan durabilitas, hal yang sama juga bisa Anda temukan di APEX M650 ini. Bentuk konvesional layaknya keyboard pada umumnya memang membuatnya terasa familiar, tetapi di sisi lain, tetap memperlihatkan kesan gaming yang kuat dari sisi desain. Salah satu yang menarik darinya adalah bentuk tuts yang terhitung tinggi, bahkan untuk keyboard mekanikal sekalipun.

Tuts cukup tinggi, bahkan untuk ukuran keyboard mekanikal sekalipun.
Tuts cukup tinggi, bahkan untuk ukuran keyboard mekanikal sekalipun.
Anda yang menginginkan sisi kosmetik dominan akan jatuh hati padanya.
Anda yang menginginkan sisi kosmetik dominan akan jatuh hati padanya.

Sementara dari fitur, tak ada sesuatu yang berbeda dan unik dari SteelSeries APEX M650 sekilas pandang. Tidak ada ekstra tombol atau bahkan tombol yang dikurangi darinya, dengan beberapa tombol yang juga didesain sebagai shortcut untuk mengakses beragam fungsi multimedia, sebuah fitur standar yang sepertinya bisa Anda temukan di sebagian besar produk keyboard yang ada. Pilihan yang sangat bisa dimengerti mengingat sebagian besar fungsi dan fitur SteelSeries APEX M650 ini akan bisa Anda dapatkan dengan mengakses perangkat lunak pendukungnya. Sementara untuk Anda yang selalu menginginkan fitur kosmetik yang dominan? Anda akan jatuh hati dengannya.

Lantas, apa yang ia tawarkan? Berikut adalah spesifikasi SteelSeries APEX M650 ini:

  • Layout: Standard
  • Backlighting: Per Key Dynamic RGB
  • Anti-Ghosting: Full Anti-Ghosting
  • N-Key Roll Over: 104 Keys
  • Early Access Media Keys: Yes
  • Gaming Mode (Windows Lock): Yes
  • Fully Programmable: Yes
  • Switch Type: Red (Mechanical – Linear)
  • Switch Name: SteelSeries QX2 Mechanical Gaming Switches
  • Switch Durability: 50 juta klik
  • Throw Depth: 4mm
  • Actuation and Reset Depth: 2mm
  • Actuation Force: 45cN

SteelSeries APEX M650, Seberapa Nyaman?

SteelSeries APEX M650, seberapa nyaman?
SteelSeries APEX M650, seberapa nyaman?

Berusaha memenuhi hampir semua kebutuhan gamer yang punya preferensi switch masing-masing untuk kenyamanan terbaik, SteelSeries sendiri melepas produk ini dengan setidaknya empat buah pilihan switch yang tentu saja, menawarkan sensasi ujung jari yang berbeda. Di luar switch mekanikal Red yang kami gunakan dan dijadikan pondasi untuk review ini, SteelSeries masih memilih varian Brown, Black, dan Blue. Walaupun menyebutnya sebagai switch mereka sendiri dengan nama kode “QX2”, switch-switch ini sendiri dimanufaktur oleh Gateron, switch yang kini popularitasnya mulai mengikuti nama besar seperti Cherry MX dan Kailh. Salah satu ciri khas Gateron adalah pondasi plastik yang ia usung dan sensasi ketik yang lebih halus dan lembut. Sesuatu yang juga ditawarkan oleh APEX M650 ini.

Switch APEX M650 sendiri menggunakan switch Gateron.
Switch APEX M650 sendiri menggunakan switch Gateron.
Selain Red, SteelSeries juga menawarkan varian Brown, Black, dan Blue untuknya.
Selain Red, SteelSeries juga menawarkan varian Brown, Black, dan Blue untuknya.

Namun jika berbicara soal sensasi yang ia tawarkan secara keseluruhan, maka kode warna yang digunakan oleh produk yang lain sepertinya juga akan ditranslasikan dengan tepat oleh switch yang digunakan SteelSeries di APEX M650 ini. Ini berarti, Anda bisa mengantisipasi sensasi ketik ala Red yang seharusnya jika Anda memutuskan untuk membeli versi Red Switch untuk APEX M650 ini. Fitur-fitur andalan untuk meminimalisir kesalahan ketika Anda mengeksekusi begitu banyak perintah dengan cepat seperti Anti-Ghosting dan N-Key Roll Over juga berjalan dengan seharusnya. Bahkan di pengujian kami, ia tidak akan kesulitan untuk membaca dan menerjemahkan 10 tombol yang ditekan bersamaan sekalipun.

Maka seperti yang kami bicarakan sebelumnya, desain untuk SteelSeries APEX M650 ini bisa disebut terhitung standar. Bahwa fokus desainnya memang sebuah keyboard gaming konvensional yang tidak ditujukan untuk mobilitas dan sejenisnya. Ia adalah “senjata” yang bisa Anda andalkan untuk PC gaming Anda yang berada di rumah atau kantor, misalnya. Tidak ada pula desain seperti kabel yang dicopot pasang jika dibutuhkan ataupun ekstra slot USB ekstra untuk membaca peripheral lain atau sekedar sebagai charge station. APEX M650 adalah keyboard gaming yang standar dari sisi desain.

Mendukung SteelSeries Engine 3, ia memiliki ragam fungsi yang bisa dimodifikasi.
Mendukung SteelSeries Engine 3, ia memiliki ragam fungsi yang bisa dimodifikasi.
Dengan semua fitur yang ia usung, tidak sulit baginya untuk menangani game sekelas DOTA 2 ataupun PUBG, yang notabene menuntut aksi yang berbeda.
Dengan semua fitur yang ia usung, tidak sulit baginya untuk menangani game sekelas DOTA 2 ataupun PUBG, yang notabene menuntut aksi yang berbeda.

Namun tentu saja, bukan berarti ia tak istimewa. Terlepas dari statusnya yang sepertinya hanya dilepas untuk pasar SEA saja, dukungan SteelSeries untuk APEX M650 tetaplah solid. Ia mendukung perangkat lunak – SteelSeries Engine 3 yang memungkinkan Anda untuk melakukan beragam modifikasi fungsi untuknya, dari mengubah fungsi setiap tombol via makro yang ada hingga mengatur kombinasi efek lampu LED yang akan jadi pondasi sisi kosmetik produk yang satu ini. Semuanya bisa diakses dengan mudah.

Dengan semua dukungan fitur seperti ini, maka tak ada yang perlu Anda ragukan dari performa SteelSeries APEX M650 yang satu ini. Kami sendiri menjajalnya di dua buah game yang punya daya tarik berbeda – DOTA 2 yang butuh kombinasi tekan keyboard yang aktif dan cepat, serta Playerunknown’s Battlegrounds yang seperti game action pada umumnya, hanya membutuhkan sedikit tombol saja, tetapi membutuhkan eksekusi perintah secara presisi yang minim resiko. Keduanya bisa dimainkan tanpa masalah dengan SteelSeries APEX M650 ini. Terlepas dari fakta bahwa kami merupakan penggemar switch Blue, Gateron Red yang dijadikan pondasi untuk produk ini juga terhitung nyaman untuk proses ketik-mengetik, termasuk review ini.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

January 20, 2023 - 0

Review A Space for the Unbound: Standar Tertinggi Game Indonesia Saat Ini!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh A Space for the Unbound?…
October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…

PlayStation

December 22, 2022 - 0

Review Crisis Core – Final Fantasy VII Reunion: Reunian dengan Muka Baru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Crisis Core – Final Fantasy…
December 8, 2022 - 0

Review Star Ocean – The Divine Force: Bukan Melesat, Malah Meleset!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Star Ocean: The Divine Force?…
December 7, 2022 - 0

Review The Callisto Protocol: Permulaan yang Menjanjikan!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Callisto Protocol ini? Mengapa…
November 11, 2022 - 0

Review Sonic Frontiers: Gaya Baru, Lumayan Seru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Sonic Frontiers ini? Mengapa kami…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…