The Last of Us 2 Sertakan Seekor Babi dalam Proses Motion Capture

Reading time:
July 5, 2017
the-last-of-us-part-ii-5-600x338

Berusaha untuk mendekati kualitas dunia nyata adalah misi dari begitu banyak game, seiring dengan peralihan generasi. Oleh karena itu, bersama dengan rilis engine terbaru, kita selalu berhadapan dengan kualitas visualisasi dan ragam efek di dalamnya yang didesain untuk satu hal – mengemulasi kondisi sama yang akan terjadi di dunia nyata. Usaha tersebut juga tak lagi sekedar dipusatkan pada model karakter atau lingkungan saja, tetapi juga bagaimana ia mampu mengekspresikan sekedar animasi hingga emosi dengan tepat. Untuk urusan yang satu ini, Naughty Dog – otak dari Uncharted dan The Last of Us mengandalkan motion dan performance capture sebagai basis.

Namun untuk seri sekuel yang saat ini tengah ditangani – The Last of Us Part II, Naughty Dog ternyata tidak hanya sibuk untuk membuat karakter-karakter yang terlibat di dalamnya semakin realistis, tetapi juga objek yang lain. Contohnya? Seperti seekor babi yang sepertinya akan masuk di dalam game versi final nanti. Hal ini diketahui dari ciutan akun Twitter resmi sang penanggung jawab – Neil Druckmann dan sang penulis cerita – Gross yang memperlihatkan seekor babi tanpa nama dengan pakaian motion capture di set milik Naughty Dog tersebut. Sayangnya, tak ada pembicaraan lebih lanjut soal “peran” si babi ini.

The Last of Us Part II ini saat ini tengah dikembangkan oleh Naughty Dog, masih tanpa tanggal rilis untuk Playstation 4. Mereka sendiri menyebut bahwa tim yang mengerjakannya saat ini masih terhitung kecil mengingat sebagian besar dari mereka saat ini masih sibuk merampungkan dan menyempurnakan Uncharted: The Lost Legacy. Kira-kira apa peran si babi ini? Kita tunggu saja.

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…