Valve Tindak 40.000 Cheater di Steam

Reading time:
July 11, 2017
gabe newell steam

Tidak sedikit game berbasis multiplayer online di luar sana yang harus berhadapan dengan kehancuran karena satu masalah serius – cheater. Bahwa kegagalan mereka untuk menangani para pemain curang ini membuat scene kompetitif menjadi tidak kondusif dan sulit dinikmati, hingga para gamer yang jujur justru berakhir hengkang. Ada begitu banyak sistem pertahanan dilemparkan, namun para cheater ini juga selalu punya jalur lain untuk mengeksploitasinya. Kasus ini juga terjadi untuk portal distribusi sebesar Steam dengan beberapa game kompetitif andalan Valve seperti CS: GO dan DOTA 2 di dalamnya. Namun tentu saja, Valve tak tinggal diam.

Setelah Steam Summer Sale berakhir, Valve melakukan proses “ban” terbesar yang mereka lakukan sejauh ini untuk Steam. Mereka menindak dan mematikan tak lebih dari 40.000 akun yang disinyalir melanggar VAC (Valve-Anti-Cheat). Lantas, mengapa setelah Summer Sale? Dilaporkan oleh Dot eSports, besar kemungkinan untuk menangkal usaha para pembuat / penjajal cheat yang biasanya menggunakan event diskon ini untuk membuat akun baru terpisah, membeli game murah, dan kemudian menjajal cheat mereka di akun kedua tersebut.

Valve menindak sekitar 40.000 cheater Steam dalam 1 hari! Terbesar yang pernah mereka lakukan.
Valve menindak sekitar 40.000 cheater Steam dalam 1 hari! Terbesar yang pernah mereka lakukan.

Angka 40.000 akun ini tentu saja yang terbesar, jauh mengalahkan angka ban sekitar 15.227 user di Oktober 2016 yang lalu. Data juga memperlihatkan bahwa 5.008 dari ban tersebut merupakan hasil laporan dan komplain langsung dari gamer, dan bukan dari hasil deteksi langsung VAC. Diperkirakan ada nilai barang sekitar USD 7.388 atau hampir 100 juta Rupiah lenyap dari proses ban kali ini.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Seberapa sering Anda bertemu dengan cheater di game-game yang menggunakan Steam?

Source: DoteSports

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…