Review Nex Machina: Neraka Peluru Neon!

Reading time:
July 6, 2017

Visual ala RESOGUN

Nex Machina dikembangkan oleh studio dev. sama yang melahirkan RESOGUN. Anda masih bisa melihat gaya presentasi visual yang serupa di sini.
Nex Machina dikembangkan oleh studio dev. sama yang melahirkan RESOGUN. Anda masih bisa melihat gaya presentasi visual yang serupa di sini.

Walaupun mengusung genre dan gameplay yang cukup berbeda dibandingkan proyek mereka sebelumnya – RESOGUN, Housemarque masih mempertahankan beberapa elemen presentasi yang akan membuat Anda yang sempat mencicipi game action tersebut, untuk mengenali hubungan keduanya. Anda akan berhadapan dengan sebuah dunia distopia futuristik yang sebenarnya tidak banyak mengandung banyak informasi soal cerita, karakter, atau musuh yang Anda hadapi. Housemarque memperlakukan setiap stage beragam tema tersebut tidak lebih dari sekedar “lahan bermain” untuk menyediakan musuh di atasnya, atau justru, membuat Anda terjebak dan terbunuh.

Dari sisi visual, ia memang tak terlihat fantastis. Namun pendekatan artistik pada presentasinya yang membuat game ini cukup memesona. Ada dua hal yang ia pinjam dari RESOGUN: pertama, adalah efek partikel yang masih medominasi setiap kehancuran yang ada, dari lingkungan hingga musuh, dan yang kedua – permainan warna. Seperti sebuah dunia neon yang tengah dilanda sebuah perang besar, Nex Machina hadir dengan warna-warna cerah dengan kontras tinggi untuk mewakili daya tarik tersendiri. Musuh berwarna merah, tembakan berwarna cerah, lampu biru menyala terang yang muncul ketika Anda menyelesaikan level, hingga konsep motor si karakter utama yang mungkin akan langsung mengingatkan Anda pada Tron.

PARTICLES PORN!
PARTICLES PORN!
UI minimalis tak akan menghalangi pandangan Anda yang butuh respon cepat.
UI minimalis tak akan menghalangi pandangan Anda yang butuh respon cepat.

Terlepas dari begitu banyaknya tembakan dan kewaspadaan terhadap lingkungan yang harus Anda lakukan, acungan jempol juga pantas diarahkan pada desain UI yang minimalis. Bahwa Housemarque sepertinya mengerti bahwa mereka tak ingin aksi Anda bergerak, menembak, atau menghindar secara cepat berujung terhalangi oleh terlalu banyak ikon yang bisa menghalangi pandangan. Mengingat hampir mustahil pula Anda untuk memerhatikan UI-UI ini ketika tengah sibuk bertahan hidup, ia didesain untuk memastikan Anda bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan sekilas pandang. Dari sekedar tingkat level Anda, nyawa yang tersisa, hingga power-up senjata apa saja yang sudah Anda dapatkan.

Desain level juga berkontribusi pada tingkat kesulitan Nex Machina, terutama karena warna dan tata letak objek yang mungkin, mengecoh Anda saat tak diperhatikan.
Desain level juga berkontribusi pada tingkat kesulitan Nex Machina, terutama karena warna dan tata letak objek yang mungkin, mengecoh Anda saat tak diperhatikan.

Dari sisi presentasi, kami sendiri cukup “senang” bahwa Housemarque membawa kembali beberapa elemen yang begitu dicintai dari RESOGUN. Dengan tema futuristik dengan penuh warna neon yang ia tawarkan, presentasi ini tidak didesain untuk sekedar memanjakan mata Anda saja, tetapi juga mengecoh di saat begitu banyak objek meluncur di layar, membuatnya bagian dari gameplay dan menjadikannya bagian yang membuat Nex Machina begitu menantang.

Neraka Peluru Neon

Selamat datang di Neraka Peluru Neon!
Selamat datang di Neraka Peluru Neon!

Sementara dari sisi gameplay, Nex Machina sebenarnya tak terlalu istimewa. Seperti kebanyakan game twin-stick shooter belakangan ini, ia hanya meminta Anda untuk membereskan semua musuh yang ada di dalam satu layar, sebelum beralih ke layar selanjutnya untuk menempuh tugas yang ada. Di titik akhir, Anda akan bertemu dengan pertarungan boss yang tentu saja lebih sulit, dan jika berhasil, akan dialihkan ke level selanjutnya dengan tema dan tentu saja, desain level yang berbeda. Namun yang membuatnya istimewa? Seperti terinspirasi dari game-game action shooter di masa lalu, ini bukanlah sebuah game yang bisa anda selesaikan “sembari lalu”.

Cepat, brutal, dan menantang, tiga sensasi inilah yang akan membuat Anda terus kembali ke Nex Machina. Di awal, Anda hanya akan dibekali dengan sebuah senjata range yang linear. Namun seiring dengan lebih banyak musuh yang Anda hancurkan, karakter utama Anda juga akan menguat lewat ragam Power-Up yang bisa diambil. Ia akan membuat range senjata Anda lebih panjang, memecahkannya jadi tiga bagian untuk area yang lebih luas, menawarkan shield yang berfungsi tak ubahnya “nyawa kedua” Anda, hingga menawarkan alternatif senjata ekstra yang biasanya memiliki fungsi lebih signifikan atau damage yang lebih besar.

Akan ada banyak Power-Up yang bisa Anda kumpulkan untuk mempermudah aksi Anda.
Akan ada banyak Power-Up yang bisa Anda kumpulkan untuk mempermudah aksi Anda.
Semakin tinggi level, semakin bervariasi pula robot yang harus Anda lawan.
Semakin tinggi level, semakin bervariasi pula robot yang harus Anda lawan.

Maka, aksi Anda akan dihabiskan dengan berusaha menghancurkan semua musuh yang ada dan juga, bertahan hidup. Seiring dengan progress permainan, sifat musuh yang Anda hadapi juga kian sulit. Di awal, mereka tak lebih dari segerombolan robot yang berusaha mendekati dan menghancurkan Anda, menggunakan kuantitas sebagai ancaman. Namun seiring dengan perjalanan, Anda akan mulai bertemu dengan musuh-musuh menyebalkan yang siap untuk mengubah status Nex Machina tak ubahnya sebuah game shooter bullet-hell. Bersiaplah untuk begitu banyak peluru, musuh dengan pergerakan cepat dan sulit terprediksi, hingga sekedar jebakan-jebakan yang ditawarkan oleh desain level yang ada.

Masih belum terdengar sulit? Maka perlu diketahui bahwa Nex Machina juga menyuntikkan sejenis mekanisme “hukuman” untuk setiap kematian yang ada. Ada dua hal signifikan yang menurut kami terhitung sebagai desain yang cerdas. Pertama? Anda akan menjatuhkan Power-Up terakhir Anda di lantai. Bahwa seperti halnya konsep seri Souls, Power-Up akan Anda akan jatuh begitu Anda tewas dan bisa dipungut kembali sewaktu-waktu untuk membuat karakter sekuat di awal. Namun penawaran murah hati ini hanya bisa dilakukan selama Anda bermain di dalam satu siklus Continue yang sama. Begitu nyawa Anda habis dan Continue harus dilakukan, maka semua Power-Up Anda akan dicabut dan Anda harus menyelesaikan setiap level, kembali dengan status dasar si karakter utama.

Ada konsekuensi dalam kematian.
Ada konsekuensi dalam kematian.

Dengan tingkat kesulitan tinggi di awal, ini akan jadi sesuatu yang sering Anda temui. Beberapa kali keteledoran fatal akan membawa Anda ke layar Continue, dan kemudian diikuti dengan mimpi buruk bahwa Anda harus menyelesaikan level yang sudah susah dengan tanpa Power-Up sama sekali. Sistem kedua lainnya adalah sistem Reset Musuh. Benar sekali, tak seperti game Twin-Stick Shooter pada umumnya yang membiarkan Anda menikmati sedikit progress yang ada setelah mati, Nex Machina justru memilih untuk menerapkan kebijakan Reset. Ini berarti, setiap kali Anda tewas, level akan kembali dengan semua musuh dan tantangan yang ada, menunggu Anda untuk menempuh strategi yang berbeda. Kembali seperti seri Souls, konsep seperti ini akan membuat Anda menikmati begitu banyak proses Trial & Error.

Dengan pendekatan gameplay yang cepat, Nex Machina akan mencuri hati Anda. Karena pada akhirnya, ini adalah sebuah game shooter yang sangat mengandalkan seberapa presisi gerakan yang Anda tawarkan. Begitu banyak musuh di layar, begitu penuh layar dengan tembakan, maka gerakan evade yang bisa Anda eksekusi sekali-kali akan memainkan peran yang sangat krusial.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…