Menjajal Destiny 2 – BETA: Terasa Seperti Destiny 1,5!

Reading time:
July 20, 2017
Destiny 2 Beta jagatplay (1)

Hype adalah kata yang sepertinya melekat kuat pada franchise game action shooter berbasis multiplayer dari Bungie Studios dan Activision – Destiny. Di seri pertamanya, ia begitu diantisipasi karena dua hal: pertama, ekseksusi trailer dan screenshot yang membuatnya terlihat seperti sebuah game shooter yang fantastis. Yang kedua? Tentu karena sepak terjang Bungie Studios selama ini. Destiny menjadi proyek pertama mereka selepas menangani franchise Halo untuk waktu yang lama, game FPS eksklusif Microsoft yang dipuja-puji karena kekuatan gameplay dan ceritanya. Namun apa yang terjadi? Ia justru menjadi sumber kekecewaan yang besar. Terlepas dari sensasi gameplay shooter yang solid, Bungie seolah gagal menunjukkan kemampuan mereka untuk meracik sebuah game dengan cerita dan semesta yang pantas untuk diikuti. Kontennya begitu minim.

Namun setidaknya, pelan tapi pasti, mereka membenahi struktur dasar tersebut. Lewat expansion pack yang dirilis dalam bentuk berbayar, Bungie menyerap kritik dan aspirasi dari komunitasnya yang terus aktif dan kemudian mengimplementasikan perubahan sistem yang disambut positif di tambahan-tambahan konten tersebut. Untungnya, mereka menjual cukup banyak Destiny pertama dan expansion pack yang ada untuk melanjutkan komitmen 10 di franchise ini. Seri Destiny 2 udah diperkenalkan lewat serangkaian trailer dan screenshot, menjanjikan perubahan dan perbaikan. Berita baiknya? Anda berkesempatan untuk menjajalnya lebih awal lewat masa beta yang dibuka.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh masa beta Destiny 2 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai Destiny 1.5? Inilah impresi kami:

Destiny 1.5

Destiny 2? Kami akan menyebutnya Destiny 1.5
Destiny 2? Kami akan menyebutnya Destiny 1.5

Hampir sebagian besar gamer yang sudah sempat mencicipi Destiny pertama sepertinya akan setuju pada satu kesimpulan yang sama – bahwa Destiny 2 terasa seperti sebuah expansion pack daripada seri baru. Lewat mode cerita awal yang bisa Anda selesaikan di mode ini, lengkap dengan satu mode Strike dan Crucible, sensasi yang ditawarkan memang tak banyak berbeda. Kita tidak sekedar berbicara soal struktur misi secara keseluruhan, tetapi juga dari hal-hal minim seperti desain user-interface hingga presentasi visual yang ada. Maka tidak berlebihan rasanya untuk menyebut game ini terasa seperti “Destiny 1.5” dan bukannya “Destiny 2”.

Setidaknya, hal inilah yang terjadi di masa beta ini. Bahwa untuk sebuah seri sekuel yang juga menjanjikan beberapa perubahan, pada akhirnya, Destiny 2 tidak terasa berbeda secara signifikan. Anda yang sudah mencicipi seri Destiny pertama akan bisa langsung mencicipinya, menguasai beragam skema kontrol serupa yang tetap dipertahankan, hingga mekanik gameplay dasar yang ada. Dari sistem equipment, sistem kelas, upgrade, hingga yang lebih mendetail hingga struktur misi sekalipun. Bungie Studio bahkan tak ingin “repot” untuk menambahkan ekstra kelas karakter dan tetap mempertahankan tiga kelas utama – Hunter, Warlock, dan Titan yang masing-masing punya spesialisasi karakter sendiri. Ini adalah Destiny yang selama ini Anda kenal.

Ia mempertahankan banyak elemen dari seri pertama, termasuk urusan user-interface.
Ia mempertahankan banyak elemen dari seri pertama, termasuk urusan user-interface.
Struktur gameplay, karakter, hingga tak mengalami perubahan signifikan.
Struktur gameplay, karakter, hingga tak mengalami perubahan signifikan.

Ini masih soal game yang meminta Anda untuk membangun Fireteam bersama dengan dua pemain lainnya dan bertempur untuk  menyelesaikan beragam misi yang ada, dari campaign hingga misi Strike. Untuk yang terakhir ini, ia juga masih berpusat pada desain yang meminta Anda untuk bergerak dari titik A ke titik B, sembari melawan begitu banyak musuh dan bertahan hidup, berhadapan dengan mini-boss yang lebih sulit dan alot, dan pada akhirnya – bertarung melawan sebuah boss berukuran lebih besar dan mematikan yang butuh waktu tersendiri untuk ditundukkan. Benar sekali, struktur serupa di Destiny pertama tersebut akan kembali di Destiny 2 ini. Bahkan, setidaknya dari masa beta ini, Anda juga akan mendapatkan sensasi yang serupa di mode Crucible yang berperan sebagai mode kompetitif.

Yang berbeda hanyalah fakta bahwa ia berperan sebagai kelanjutan cerita dari Destiny pertama. Ini berarti Anda akan berhadapan dengan jalinan cerita baru yang akan membuat Anda bertemu dengan karakter, musuh, dunia, hingga mungkin, kelas karakter yang baru nantinya. Namun kembali seperti yang kami bicarakan tadi, fakta bahwa ia masih mengusung pondasi yag sama dengan seri pertama, termasuk dari desain UI sekalipun, membuatnya terasa seperti sebuah expansion raksasa dan bukannya sebuah seri baru. Memang masih terlalu awal memutuskan hanya dari versi beta saja, tetapi impresi kuat tersebut lah yang ia hadirkan.

Terasa seperti sebuah expansion besar, alih-alih seri baru.
Terasa seperti sebuah expansion besar, alih-alih seri baru.
Satu-satunya hal yang mengejutkan kami hanyalah absennya Engram.
Satu-satunya hal yang mengejutkan kami hanyalah absennya Engram.

Satu-satunya perubahan yang cukup membuat kami terkejut hanyalah absennya Engram baik dari mode campaign ataupun misi Strike yang ada. Untuk Anda yang belum familiar dengan Destiny, Engram merupakan sebuah loot terenkripsi yang bisa berakhir menjadi sebuah equipment dengan ragam tingkat kelangkaan berbasis warna. Item mana yang Anda dapatkan didasarkan pada keberuntungan Anda, aka RNG. Menariknya? Selama masa beta ini, kami tak menemukan satupun Engram yang jatuh selama mencicipinya, dengan Equipment yang hanya bisa ditemukan setelah menyelesaikan mode Strike saja. Apakah ini berarti Bungie menghilangkan Engram dari  mekanik Destiny mengingat kontroversi yang sempat menyelimutinya di seri pertama? Ataukah fitur ini semata-mata tak diperlihatkan di masa beta ini? Memang agak sedikit memicu rasa penasaran.

Dari masa beta ini, maka menyebut Destiny 2 sebagai Destiny 1.5 memang bukan sesuatu yang berlebihan. Bungie masih menawarkan begitu banyak hal serupa dari seri pertamanya untuk seri sekuel ini, dengan perubahan yang tak bisa dibilang signifikan. Satu-satunya hal baru yang Anda dapatkan semata-mata karena pergerakan progress cerita yang memang sudah seharusnya, menawarkan Anda setting, karakter, musuh, dan mungkin kelas baru untuk digunakan nantinya. Namun sekali, impresi ini bisa jadi berbeda ketika versi finalnya tiba nanti.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…

PlayStation

April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…
March 9, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Housemarque (RETURNAL)!

Housemarque dan rilis konsol terbaru Playstation memang jadi kombinasi tidak…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…