Preview Final Fantasy XII – The Zodiac Age: Cinta Lama Bersemi Kembali!

Reading time:
July 14, 2017
FF XII Zodiac Age jagatplay (1)

Salah satu seri Final Fantasy yang tak mendapatkan pengakuan yang semestinya, tak ada lagi kata yang lebih tepat untuk menjelaskan posisi Final Fantasy XII di keseluruhan franchise raksasa milik Square Enix tersebut. Mereka yang sempat mencicipinya selalu memandangnya dari kacamata super positif, terutama dari kemampuannya untuk menghadirkan inovasi gameplay yang berujung manis.

Namun sayangnya, untuk alasan yang tak jelas, ia tidak pernah menemukan popularitas yang cukup untuk membuatnya terus dibicarakan. Usianya yang tak cukup “tua” untuk masuk dalam level nostalgia, selalu membuatnya tenggelam dari bayang-bayang seri lebih lawas seperti FF VII dan FF VIII yang mendominasi diskusi yang ada. Setidaknya, kesempatan untuk merasakan kembali pengalaman JRPG fantastis yang ia tawarkan mengemuka. Benar sekali, kita membicarakan versi Remaster – Final Fantasy XII: The Zodiac Age yang secara resmi, akhirnya meluncur ke pasaran untuk Playstation 4!

Kesan Pertama

Seperti game-game Remaster pada umumnya, setidaknya apa yang dilakukan Square Enix dengan beberapa seri Final Fantasy sebelumnya seperti Final Fantasy X, Final Fantasy X-2, dan Final Fantasy Type-0, maka proyek ini mendapatkan perlakuan serupa. Game JRPG dengan pendekatan gameplay ala MMO ini mendapatkan peningkatan dari sisi tekstur sebagai daya tarik utama.

Bahwa untuk membuatnya terasa layaknya sebuah game rilis untuk platform modern, ia mendapatkan suntikan tekstur definisi tinggi dengan beragam tambahan efek visual seperti depth of field misalnya, untuk membuatnya terasa relevan. Peningkatan yang cukup signifikan ini tentu membuatnya menjadi lebih nyaman untuk dicicipi, baik untuk gamer lawas yang sempat menikmati versi Playstation 2-nya atau untuk gamer baru yang baru hendak terjun ke seri ini. Namun seperti proyek Remaster lainnya juga, tidak ada proses render ulang untuk FMV yang ditawarkan sebagai cut-scene. Hasilnya? Anda bisa melihat bahwa resolusinya terasa ditarik secara paksa, menghasilkan gambar yang kurang tajam.

Lantas, bagaimana dengan sisi gameplay? Final Fantasy XII: The Zodiac Age sebenarnya memuat banyak fitur yang sempat ditawarkan Square Enix untuk rilis “eksklusif” pasar Jepang – Final Fantasy XII International Zodiac Job System untuk Playstation 2 di masa lampau. Namun fakta bahwa ia tidak dirilis untuk pasar Barat dengan bahasa Inggris yang sebagian besar kita mengerti, banyak dari kita yang tidak sempat mencicipinya saat itu. Hasilnya? Ketika ia akhirnya dirilis untuk pasar barat bersama dengan serangkaian fitur baru yang sempat ditawarkan di kala itu, diperkuat dengan visualisasi lebih baik, kita mendapatkan sensasi Final Fantasy XII yang baru. Sebagai gamer yang juga melewatkan rilis khusus pasar Jepang baru tersebut, kami memang berhadapan dengan banyak mekanik baru. Dari kesempatan mempercepat ritme permainan, hingga tentu saja, sistem job yang kini terspesialisasi dalam 12 rangkaian License Board yang bisa disamaratakan dengan sebuah pohon skill.

Final Fantasy XII: The Zodiac Age juga menawarkan opsi untuk musik dan voice acting. Lewat menu yang terintergrasi, Anda bisa memilih opsi OST – original atau versi gubahan terbaru yang disertakan Square Enix. Anda juga bisa memilih voice acts bahasa Inggris atau bahasa Jepang untuknya. Untuk proses cut-scene, iua mempertahankan format dengan bar hitam cukup besar di bagian bawah yang membuat visualnya menjadi terlihat lebih memanjang dan di sisi lain, terasa lebih sinematik. Terlepas apakah Anda menggunakan subtitle atau tidak, bar hitam ini tetap akan berada di sana.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, apalagi mengingat kami sempat menghabiskan waktu hingga 120 jam lebih di era Playstation 2 dulu, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven ini untuk Anda nikmati. Satu yang pasti, memainkan Final Fantasy XII: The Zodiac Age seolah mengingatkan kembali mengapa ia jadi salah satu seri terfavorit Final Fantasy versi pilihan personal kami. Seperti sebuah cinta yang tiba-tiba kembali. Saatnya kembali berburu lusinan monster super sulit yang ia tawarkan!

RAW Screenshot

(4K dengan Playstation 4 PRO)

Klik Gambar untuk Memperbesar!

FF XII Zodiac Age jagatplay (4) FF XII Zodiac Age jagatplay (18) FF XII Zodiac Age jagatplay (31) FF XII Zodiac Age jagatplay (37) FF XII Zodiac Age jagatplay (38) FF XII Zodiac Age jagatplay (43) FF XII Zodiac Age jagatplay (57) FF XII Zodiac Age jagatplay (62) FF XII Zodiac Age jagatplay (63) FF XII Zodiac Age jagatplay (88) FF XII Zodiac Age jagatplay (121) FF XII Zodiac Age jagatplay (131)
Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…