Review Get Even: Cita Rasa Misteri ala Biskuit Wafer!

Reading time:
July 11, 2017
Get Even Jagatplay (1)

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Get Even sebelumnya? Di antara rilis besar selama beberapa minggu terakhir ini, tidak mengherankan jika Anda termasuk salah satu gamer yang tidak pernah mendengar nama yang satu ini. Kesan “indie” yang sempat menyeruak di awal eksistensinya sebelum diambil alih oleh publisher raksasa Jepang – Bandai Namco juga membuatnya tak mendapatkan perhatian yang seharusnya. Padahal sang developer – The Farm 51 sendiri punya rencana yang ambisius dengan judul yang satu ini. Sebuah produk kreatif yang jarang dieksplorasi, dengan eksekusi yang siap untuk membuat Anda teringat pada beberapa judul film Hollywood raksasa dengan resepsi yang super positif di luar sana. Sesuatu yang berusaha mereka wujudkan dengan Get Even.

Seperti sebuah buku yang tak bisa Anda nilai hanya dari sampul yang ada, Get Even juga ternyata memuat kedalaman cerita yang tak kami prediksi sebelumnya. Bahwa di tengah kesan bahwa Anda berhadapan dengan sebuah game action dengan senjata modern di atasnya, Get Even justru memuat daya tarik yang bertolak belakang. Bahwa senjata, kematian, dan aksi yang akan Anda temukan di sini tidak lebih dari sebuah “masker” untuk sesuatu berbeda yang tersimpan jauh di dalamnya. Sesuatu yang memang butuh waktu untuk dibuka, dibongkar, dan berakhir dimengerti.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Get Even ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang memuat cita rasa misteri ala biskuit wafer? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda berperan sebagai Black yang berusaha menyelamatan seorang gadis perempuan bernama Grace.
Anda berperan sebagai Black yang berusaha menyelamatan seorang gadis perempuan bernama Grace.

Anda berperan sebagai seorang karakter pria bernama Cole Black. Tidak ada latar belakang cerita soal sosok yang sepertinya ahli menggunakan senjata api yang satu ini. Anda datang dengan hanya satu misi saja – menyelamatkan seorang anak perempuran bernama “Grace”. Tidak ada penjelasan mengapa Anda di sana, apa motivasi Anda, dan sejenisnya. Yang Anda hanya perlu tahu hanyalah satu – Grace harus selamat.

Namun pertempuran melawan beberapa kelompok teroris yang menyanderanya justru berujung sesuatu yang pahit. Cole menemukan Grace terikat pada bahan peledak yang berakhir meledak. Grace dipastikan tewas, dan Cole justru terbangun di sebuah fasilitasi misterius yang tak pernah ia lihat sebelumnya.

Terikat dengan sebuah bomb yang sudah terlambat untuk dinetralkan, Grace harus meregang nyawa.
Terikat dengan sebuah bomb yang sudah terlambat untuk dinetralkan, Grace harus meregang nyawa.
Sementara Black tiba-tiba terbangun di sebuah tempat yang asing.
Sementara Black tiba-tiba terbangun di sebuah tempat yang asing.

Terlihat sehat walafiat tanpa cacat fisik sekalipun, Cole hanya mendapatkan instruksi suara dari sebuah karakter misterius bernama “Red” yang meyakinkan dirinya bahwa ia berada di tempat yang tepat. Untuk apa? Untuk menggali lebih dalam soal keterlibatannya dalam usaha penyelamatan Grace. Atau yang lebih penting lagi? Mengapa ia bisa berakhir di sana? Semuanya dilakukan semata-mata untuk meringankan beban psikologis Cole yang sepertinya sulit untuk menerima, bahwa ia telah gagal menjalankan misi penting yang dibebankan padanya.

Dibantu oleh seorang misterius bernama Red, Black berakhir di sebuah fasilitas mental yang disebut-sebut memang akan membantunya melupakan trauma yang menimpa Grace.
Dibantu oleh seorang misterius bernama Red, Black berakhir di sebuah fasilitas mental yang disebut-sebut memang akan membantunya melupakan trauma yang menimpa Grace.
Untuk berhadapan dengan mimpi buruknya tersebut, Black harus mengenakan sebuah peralatan headset bernama Pandora untuk mengeksplorasi memorinya.
Untuk berhadapan dengan mimpi buruknya tersebut, Black harus mengenakan sebuah peralatan headset bernama Pandora untuk mengeksplorasi memorinya.

Cole Black memang tak punya ingatan yang pasti soal keterlibatannya dalam aksi penyelamatan tersebut. Dari sekedar motivasi untuk menyelamatkan Grace, hingga siapa sebenarnya sosok Grace itu sendiri. Untungnya, Red punya solusi. Dengan setting yang sudah cukup futuristik, Red menawarkan sebuah headset bernama “Pandora” dengan bentuk yang cukup mengancam. Headset yang satu ini akan memungkinkan Cole untuk menelusuri ingatan-ingatannya di masa lalu, dan berinteraksi secara langsung di dalamnya, seperti yang dilakukan Abstergo dengan Animus di Assassin’s Creed.

Siapa sebenarnya Anda? Siapa Grace? Mengapa ia begitu penting?
Siapa sebenarnya Anda? Siapa Grace? Mengapa ia begitu penting?

Namun apa yang ditemukan oleh Cole ternyata jauh berbeda dengan apa yang ia harapkan sebelumnya. Lantas, siapa sebenarnya Cole Black? Siapa pula Grace? Mengapa ia bisa tiba di lokasi dan menyaksikan kematian Grace secara langsung? Misteri seperti apa yang masih disimpan oleh Get Even? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan Get Even yang satu ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…