Review HP H300 Headset Gaming: Headset “Kere” Hore!

Reading time:
August 15, 2017
HP H300 Gaming Headset
HP H300 Gaming Headset

Namanya memang besar di industri peripheral gaming, namun tidak pernah diasosiasikan sebagai perangkat yang punya kelas tinggi, itulah kenyataan “pahit” yang harus disandang oleh HP. Walaupun kini mereka mulai berusaha merangkak naik dan menancapkan identitas mereka lewat jajaran bernama “OMEN”, HP juga sebenanrya punya banyak produk gaming yang diracik di luar dari nama yang kian populer tersebut. Masih berupaya masuk ke pasar peripheral PC dengan daya tarik harga yang terhitung terjangkau, mereka menawarkan kualitas yang sepadan, bahkan lebih. Seperti yang berusaha mereka tawarkan via HP H300 yang sudah mulai tersedia di Indonesia ini.

(Diuji dan di-review dengan SI HITAM MK.I)

Desain dan Fitur

Melihat bentuk standar yang ia tawarkan, sulit untuk mengasosiasikan desainnya dengan produk kompetitor.
Melihat bentuk standar yang ia tawarkan, sulit untuk mengasosiasikan desainnya dengan produk kompetitor.

Sulit untuk disangkal bahwa Anda yang mengikuti pasar peripheral gaming selama ini akan langsung terpikirkan satu produk lainnya setelah melihat HP H300 ini. Bentuk cup yang bulat dan penopang kepala yang fleksibel, lengkap dengan desain yang terhitung cukup elegan dari luar mungkin akan membuat Anda merasa tengah memandang sebuah headset SteelSeries dari jarak jauh. Untungnya, logo HP dan kelap-kelip LED warna biru sebagai warna satu-satunya yang bisa Anda nikmati darinya akan menghapus citra tersebut secara instan. Dilengkapi dengan bahan kulit sintetik untuk ekstra kenyamanan, HP H300 memenuhi beragam desain standar yang bisa Anda antisipasi dari sebuah produk headset gaming.

Ada yang menarik dari apa yang berusaha ditawarkan HP di sini. Bahwa tidak seperti kebanyakan headset yang menawarkan antara port jack atau USB, ia menghadirkan keduanya. Sayangnya, bukan untuk alasan yang Anda prediksikan. Bukan karena HP ingin memastikan bahwa headset ini bisa berfungsi dan beradaptasi dengan kondisi Anda yang mungkin punya preferensi pribadi, tetapi untuk mengaktifkan fungsi yang dijual HP sebagai salah satu “kekuatan” HP300 di tingkat harga yang mereka tawarkan. Benar sekali, LED dan fungsi getar.

Penopang kepala yang nyaman.
Penopang kepala yang nyaman.
Port jack untuk suara, dan USB untuk mengaktifkan dua fitur utama - LED dan Getar.
Port jack untuk suara, dan USB untuk mengaktifkan dua fitur utama – LED dan Getar.
Benar sekali, mereka menawarkan fitur USB ini untuk menawarkan ekstra sisi kosmetik untuk headset ini.
Benar sekali, mereka menawarkan fitur USB ini untuk menawarkan ekstra sisi kosmetik untuk headset ini.

Berfungsi sebagai power untuk headset dan bukan port yang memungkinkan Anda untuk menggunakannya hanya dengan slot USB saja, ekstra kabel USB yang tersemat di ujung headset ini memang difokuskan untuk menghasilkan efek getar dan lampu LED. Tidak ada driver pendukung dan sejenisnya, namun Anda akan mendapatkan lampu LED biru yang menyala terang dengannya. Seperti hendak mengukuhkan identitasnya sebagai headset gaming yang saat ini, memang membuat LED sebagai fitur yang tak bisa dipisahkan begitu saja. Sementara fungsi getar, seperti namanya, membuat headset Anda berakhir bergetar sesuai dengan suara yang dihasilkan, terutama ketika bass yang berat atau volume tertentu dihasilkan.

Sejujurnya, kami pribadi bukan fans untuk fungsi getar seperti ini. Gamer yang mudah geli atau terbiasa mendengar musik dalam volume yang keras sepertinya akan berhadapan dengan sensasi yang cukup canggung di telinga. Setidaknya, bagi kami, ia menarik di awal, namun mulai mengganggu untuk sesi gaming yang berlangsung untuk waktu yang lama. Getaran tidak hanya menciptakan sensasi unik di daun telinga Anda, tetapi juga panas. Walaupun kami yakin, bahwa tidak sedikit gamer di luar sana yang menikmati fitur ini, mengingat HP mempertimbangkan untuk menyediakannya sebagai fitur khusus di HP300 ini. Tetapi sekali lagi, ini adalah opsi. Anda tetap bisa menikmati H300 tanpanya, dengan hanya menggunakan dua kepala jack yang disediakan. Sayangnya, tidak ada opsi untuk mematikan fungsi getar ini secara manual untuk “hanya” mendapatkan nilai estetika dari LED-nya saja. (EDIT 23/08/2017: ternyata opsi ini tersedia lewat tombol kecil di bagian kiri yang tersembunyi dengan warna hitam. Keputusan desain yang pantas dipertanyakan)

Fungsi getar yang ia tawarkan memang tidak didesain untuk dinikmati semua orang. Kami sendiri tidak terlalu nyaman dengannya.
Fungsi getar yang ia tawarkan memang tidak didesain untuk dinikmati semua orang. Kami sendiri tidak terlalu nyaman dengannya.
Tidak bisa dilipat ke atas atau dicabut, posisi mic yang kaku memang membuat headset ini sulit untuk dibawa-bawa.
Tidak bisa dilipat ke atas atau dicabut, posisi mic yang kaku memang membuat headset ini sulit untuk dibawa-bawa.

Untuk urusan desain, di luar fungsi getar ini, HP 300 tetaplah terhitung headset yang cukup nyaman. Penopang kepala yang fleksibel berarti membuatnya tetap bisa terasa nyaman untuk gamer dengan kepala yang cukup besar, termasuk kami. Di bagian kiri headset, Anda juga akan ditawarkan sebuah mic yang juga bisa dbengkokkan untuk memfasilitasi kebutuhan Anda untuk berkomunikasi di dalam game. Berita baiknya? Kualitas mic-nya tak perlu diragukan untuk memastikan suara Anda masuk dalam kondisi jelas dan jernih. Berita buruknya? Posisi mic yang melintang ini tidak bisa diganggu gugat. Anda tidak bisa membengkokkannya ke atas atau mencabutnya sama sekali, membuat headset ini berakhir berukuran lebih lebar dari yang seharusnya. Hasilnya? Hampir mustahil untuk menjadikannya sebagai perangkat audio “portable” Anda tanpa memakan ruang penyimpanan Anda. Keputusan desain yang di mata kami, cukup absurd.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan HP H300 ini? Berikut adalah berbagai “nilai jual” yang ia tarik:

  • Gold plated 3.5mm +USB Gaming Headset
  • Cool LED Design make you become highlight in the crowd
  • Headset audio used 4D analog loadspeaker displacement techology to let you feel sock and real
  • Dual Metal Headband ensure high quality and durability
Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…