South Park: The Fractured but Whole Suntikkan Kritik Rasisme Cerdas!

Reading time:
September 8, 2017

Tidak ada lagi judul game yang sepertinya kian membuktikan dualitas Ubisoft sebagai developer dan publisher. Terlepas dari beragam kritik akan kualitas produk yang mereka racik untuk beberapa judul tertentu, Ubisoft di sisi lain, terus memperlihatkan komitmen untuk memastikan produk mereka tetap dipresentasikan dalam format yang seharusnya, seaneh dan se-absurd apapun. Benar sekali, kita tengah berbicara soal game South Park yang akan mendapatkan sekuel terbaru – The Fractured but Whole. Kini dengan konsep superhero, game ini sepertinya tetap siap melemparkan lelucon nan cerdas yang siap untuk membuat Anda tertawa dan berpikir di saat yang sama. Lewat preview beberapa media, mereka bahkan punya cara untuk mengkritik masalah rasisme yang kini tengah “panas”.

Dalam sesi preview yang digelar Eurogamer, South Park: The Fractured But Whole punya cara cerdas yang muncul sebagai kritik pada masalah rasisme untuk penduduk dengan warna kulit di Amerika Serikat. Ketika meracik karakter buatan Anda sendiri, Anda akan diminta untuk menentukan tingkat kesulitan permainan.

Semakin tinggi tingkat kesulitan yang Anda pilih, semakin gelap warna kulit karakter Anda.
Semakin tinggi tingkat kesulitan yang Anda pilih, semakin gelap warna kulit karakter Anda.

Semakin tinggi tingkat kesulitan yang Anda pilih, semakin gelap pula warna kulit karakter Anda. Tingkat kesulitan ini akan mempengaruhi jumlah uang yang Anda dapatkan setelah pertarungan, sekaligus cara interaksi karakter NPC ketika berbicara dengan karakter utama Anda. Ubisoft memastikan bahwa ia tidak akan membuat musuh menjadi lebih sulit dan sejenisnya.

South Park: Fractured but Whole sendiri rencanaya akan dirilis pada tanggal 17 Oktober 2017 mendatang untuk Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC. Brilliant!

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…