Review Everybody’s Golf: Kompetisi Penuh Kesenangan!

Reading time:
September 11, 2017

Multiplayer yang Unik

Ia menawarkan mode multiplayer cukup beragam.
Ia menawarkan mode multiplayer cukup beragam.

Berita baiknya? Dengan semua daya tarik kompetitif yang ia tawarkan, Everybody’s Golf sepertinya memahami statusnya sebagai sebuah game menyenangkan yang bisa dicicipi oleh gamer bersama-sama. Anda yang kedatangan tamu atau punya teman di dunia nyata yang masih aktif bermain game bisa bertanding secara offline, menggunakan 2 kontroler di sini. Tetapi tidak terbatas hanya di sana saja, ia juga menyediakan mode online untuk dicicipi.

Dengan konektivitas internet yang ada, Anda bisa bertanding dengan dan melawan banyak orang. Ada “Game Room” yang akan memungkinkan Anda untuk bertanding dengan teman PSN Anda secara spesifik, tanpa user-interface yang ribet. Anda hanya perlu menciptakan Room, menetapkan jenis turnamen dan ragam efek serta cuaca, dan kemudian tinggal mengundang teman Anda begitu saja. Atau sebaliknya, Anda yang ingin bergabung dengan room teman Anda bisa langsung mencarinya dari daftar pertemanan yang ada, dan voila! langsung bertanding untuk mencari tahu siapa yang terhebat dibandingkan yang terhebat.

Anda bisa mencicipi mode ini secara offline, langsung melawan teman Anda.
Anda bisa mencicipi mode ini secara offline, langsung melawan teman Anda.
Atau lewat PSN, melawan mereka secara personal.
Atau lewat PSN, melawan mereka secara personal.

Everybody’s Golf juga memuat dua mode online yang lain: Open Course dan juga Turf War. Open Course seperti halnya Golf pada umumnya, memberikan beragam Hole untuk Anda selesaikan, sembari berkompetisi melawan skor pemain lain secara online yang seringkali berakhir fenomenal dan sulit untuk ditundukkan. Sementara Turf War sendiri adalah arena kompetitif yang “sebenarnya”. Bergabung di dalam satu tim dan melawan tim lainnya, kedua tim harus berlomba-lomba mencetak skor tertinggi di beragam Hole yang ada dalam waktu yang sangat terbatas. Tim yang menang atas Hole tertentu akan berhak untuk menaikkan panji bendera mereka di sana dan semakin dekat dengan kemenangan. Pada akhirnya, tim yang paling banyak memenangkan Hole akan dikategorikan sebagai pemenang. Rewardnya tentu saja ekstra uang untuk bisa Anda belanjakan untuk kosmetik karakter Anda.

Turf War menjadi mode kompetitif terbaik game ini.
Turf War menjadi mode kompetitif terbaik game ini.
Dengan waktu terbatas, Anda harus menyelesaikan Hole sebaik dan secepat mungkin demi kemenangan tim!
Dengan waktu terbatas, Anda harus menyelesaikan Hole sebaik dan secepat mungkin demi kemenangan tim!

Turf War sendiri berakhir lebih seru daripada yang kami bayangkan. Dengan fakta bahwa Anda dikejar waktu untuk menyelesaikan tiap Hole yang ada, tuntutan untuk berkontribusi signifikan pada kinerja tim menjadi beban tanggung jawab yang terus memacu adrenalin Anda. Lagipula, ada elemen strategi yang selalu bisa Anda aplikasikan di sini. Apakah Anda ingin menetapkan skor untuk Holes yang mungkin belum disentuh oleh tim lawan? Ataukah Anda ingin terus berjuang mencetak skor di Hole yang sama hanya untuk memastikan tim lawan tidak bisa merebut kemenangan di sana? Ataukah Anda termasuk gamer yang lebih bergerak sporadis dan berusaha menyelesaikan setiap Hole yang Anda temukan? Semuanya akan bergantung pada pilihan Anda sendiri.

Namun harus diakui, mode multiplayer juga membuka salah satu kelemahan terbesar kompetitif Everybody’s Golf itu sendiri. Benar sekali, keharusan untuk melakukan grinding untuk menghasilkan performa yang lebih baik. Mengingat bahwa kenaikan level setiap Club yang Anda gunakan akan mempengaruhi kontrol dan jarak pukulan, gamer yang sudah berkecimpung lama dan terus menggunakan Club yang sama, akan sulit untuk ditundukkan, apalagi jika Anda belum mencicipi mode offline dan langsung melompat ke mode multiplayer yang ada. Seberapa signifikan? Ketika Anda di level awal hanya bisa memukul 220 yard untuk Clubs terjauh Anda misalnya, gamer yang sudah “karatan” dengan jam terbang lawas, bisa menembus angka 310 yard dengan Club terjauhnya tanpa kesulitan. Beda 80 sampai 90 yard di pukulan awal tentu saja sudah bukan, pertanda yang baik.

Mode online juga sayangnya, memberikan perspektif pada proses grinding yang harus diakui, esensial di Everybody's Golf ini.
Mode online juga sayangnya, memberikan perspektif pada proses grinding yang harus diakui, esensial di Everybody’s Golf ini.

Di luar kelemahan tersebut, mode kompetitif online Everybody’s Golf tetap seru, menyenangkan, dan menegangkan. Momen ketika Anda berusaha memukul sesempurna mungkin dipadukan dengan harapan dan kutukan bahwa lawan Anda akan berakhir melakukan kesalahan yang begitu fatal, hingga mereka sendiri angkat tangan. Mencicipinya secara offline bersama dengan teman Anda sepertinya jadi bumbu untuk keseruan tersendiri di ruang tamu.

Kesimpulan

Everybodys Golf jagatplay (87)
Everybody’s Golf adalah game golf yang berakhir memenuhi apa yang kami harapkan. Identitas Hot Shots Golf yang mengalir di dalam format generasi lebih baru, baik dari sekedar mekanik gameplay hingga kompleksitas yang ada. Sesuatu yang cukup untuk membuat Anda terhibur, tetapi juga tertantang di saat yang sama.

Pantas untuk diacungi jempol, tidak ada lagi reaksi yang pantas untuk diarahkan pada Everybody’s Golf. Sebagai gamer yang tumbuh besar dengan Hot Shots Golf di era Playstation pertama, bersenang-senang dan menghabiskan waktu dengannya, Everybody’s Golf menawarkan semua hal yang kami inginkan untuk sebuah game golf super menyenangkan di era platform generasi saat ini. Tidak berusaha mengejar sensasi realistis, Everybody’s Golf menawarkan mekanik yang mudah dinikmati dan dicicipi, tetapi butuh waktu ekstra untuk dikuasai demi performa yang fantastis. Desain level yang menantang, karakter yang akan siap memfasilitasi semua kebutuhan kreatif Anda, hingga mode online – Turf War yang cukup inovatif membuatnya jadi salah satu game olahraga paling menyenangkan yang kami cicipi selama beberapa tahun terakhir ini.

Walaupun demikian, tentu saja, bukan berarti game ini datang tanpa kekurangan. Kebutuhan untuk melakukan proses grinding untuk bisa tampil kompetitif di mode multiplayer menjadi format yang sedikit dipertanyakan, apalagi mengingat perbedaan performa yang cukup signifikan. Keluhan lain yang cukup mengganggu kami juga mengakar pada lambatnya progress cerita yang harus Anda lalui untuk menyelesaikan mode single-player yang ada. Fakta bahwa Anda harus mengalahkan tiga karakter antagonis utama di setiap fase, dimana maisng-masing karakter baru tersedia ketika Anda setidaknya sudah menyelesaikan 2-3 buah turnamen 18 Hole, kami rasa terlalu panjang dan berbelit-belit. Bukan hal yang mengejutkan bahwa Anda akan berakhir merasa letih jika memainkannya untuk waktu yang berkepanjangan.

Namun di luar kekurangan tersebut, Everybody’s Golf adalah game golf yang berakhir memenuhi apa yang kami harapkan. Identitas Hot Shots Golf yang mengalir di dalam format generasi lebih baru, baik dari sekedar mekanik gameplay hingga kompleksitas yang ada. Sesuatu yang cukup untuk membuat Anda terhibur, tetapi juga tertantang di saat yang sama.

Kelebihan

Anda bisa menciptakan karakter sekreatif mungkin.
Anda bisa menciptakan karakter sekreatif mungkin.
  • Opsi membuat karakter yang difasilitasi dengan baik
  • Sistem gameplay yang sederhana
  • Banyak elemen kompleks yang butuh dikuasai
  • Desain Course yang juga menawarkan ekstra tantangan
  • Atmosfer yang ringan dan menyenangkan
  • Ragam aktivitas di luar golf yang bisa Anda tempuh
  • Mode online yang seru

Kekurangan

Single-player punya konten yang terasa berbelit-belit.
Single-player punya konten yang terasa berbelit-belit.
  • Mode online butuh proses grinding agar performa optimal
  • Single player terkesan bertele-tele dan butuh waktu panjang untuk diselesaikan

Cocok untuk gamer: untuk gamer yang sempat mencicipi Hot Shots Golf atau PangYa di masa lalu, bosan dengan game olahraga yang itu-itu saja

Tidak cocok untuk gamer: yang susah menguasai gameplay berbasis timing, tidak sabaran

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…
April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…