Pemerintah China Kecam PUBG

Battle Royale, kata yang satu ini di masa lalu sepertinya hanya populer untuk setidaknya dua jenis gamer: mereka yang pernah menonton film Jepang dengan judul yang sama, ataupun penikmat hiburan gulat – WWE yang juga mengusung format pertarungan yang serupa. Popularitas nama “Battle Royale” ini mulai meningkat setelah The Hunger Games menuju ke layar lebar lewat beberapa seri, dan akhirnya, menemukan format interaktifnya dalam video game. Nama Playerunknown’s Battlegrounds aka PUBG sepertinya jadi salah satu game battle royale yang tak mungkin Anda abaikan begitu saja. Dengan jumlah penjualan yang sudah menembus angka 16 juta kopi di seluruh dunia, ia justru berakhir dikecam oleh pemerintah China.
Seperti yang kita tahu, jumlah pemain PUBG di China memang terhitung masif walaupun tak ada detail jumlah pasti. Bahkan, ia seringkali dituduh sebagai “sarang” cheater di game racikan Bluehole ini. Yang menarik? Popularitasnya yang tak memperlihatkan tanda-tanda akan berhenti sepertinya dilihat oleh pemerintah China sebagai ancaman. Lewat badan terkait, mereka mengecam PUBG dan game-game berbasis genre Battle Royale yang lain (walaupun di dalam pernyataan resmi, mereka hanya menuliskan nama PUBG d sana). Mengapa? Benar sekali, karena konten kekerasan yang ia tawarkan.

Badan terkait tersebut menyebut bahwa PUBG mengandung konten kekerasaan, darah, dan brutalitas yang terlalu berlebihan. Mereka bahkan membandingkannya dengan pertarungan arena di zaman Romawi Kuno. Dengannya, semua daya tarik disebut mereka bertentangan dengan prinsip moral dan nilai Pemerintah China. PUBG juga dianggap berpengaruh negatif pada kesehatan fisik dan psikis gamer, terutama mereka yang masih remaja. Belajar dari kasus PUBG ini, Pemerintah China menegaskan akan mempersulit proses rilis resmi game-game bergenre battle royale di negara mereka. Tidak hanya itu saja, semua platform live-stream dan e-Sports juga dilarang untuk mempromosikan game seperti ini.
Mengingat beberapa game “klon” PUBG dari China saat ini sudah beredar dan beberapa tengah dipersiapkan, bahkan oleh developer besar sekelas NetEase, ini tentu saja menjadi peringatan yang cukup mengundang banyak tanda tanya. Apakah kita akan melihat PUBG dilarang secara permanen di China? Ataukah ini jadi sekedar strategi gertak untuk memaksa PUBG bekerjasama dengan perusahaan lokal untuk proses rilis final dan server? Kita tunggu saja.
Source: MMOCulture