Review Divinity – Original Sin 2: Nyaris Sempurna!

Reading time:
October 11, 2017
Divinity Original Sin 2 part 1 (11)

Membicarakan RPG memang tidak sekedar membicarakan genre yang sekedar berasosiasi kuat dengan sistem equipment ataupun damage serangan yang kini muncul sebagai angka di layar Anda. Ia pertama kali mengakar dari sistem gameplay dari sebuah game tabletop – Dungeon & Dragons yang seperti namanya, memang meminta untuk berperan menjadi satu karakter tertentu. Menjalani petualangan yang dirancang oleh seorang Dungeon Masters, permainan super populer ini kemudian menemukan jalannya ke industri game dalam format digital. Pelan tapi pasti, seiring dengan perkembangan teknologi platform gaming, ia juga diintepretasikan ke dalam bentuk. Ada begitu banyak game RPG berbeda di luar sana, dengan daya tarik yang punya karakterisik berbeda pula. Seperti yang ditawarkan oleh Divinity: Original Sin 2.

Anda yang sempat membaca artikel preview kami sebelumnya sepertinya sudah punya gambaran yang sedikit jelas soal apa yang ditawarkan oleh game yang satu ini. Tanpa ragu menyebutnya sebagai calon potensial sebagai game eksklusif PC terbaik untuk tahun 2017 ini, ia hadir dengan konsep Role-Playing yang sesungguhnya. Bahwa tidak seperti game RPG Jepang atau RPG barat yang berfokus pada narasi satu karakter tertentu, Anda diberi kesempatan untuk menikmati sebuah kisah lewat perspektif karakter yang Anda racik. Ada begitu banyak alternatif solusi, rasional ataupun tidak, untuk mengatasi beragam tantangan yang ada. Sebuah game RPG yang siap untuk membuat Anda menghabiskan waktu ratusan jam tanpa Anda sadari.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Divinity: Original Sin 2 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game RPG yang nyaris sempurna? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

(Dimainkan dan di-review dengan SI HITAM MK.I)

Plot

Divinity Original Sin 2 mengambil timeline 100 tahun sejak seri pertama.
Divinity Original Sin 2 mengambil timeline 100 tahun sejak seri pertama.

Melihat angka “2” yang ia tawarkan, tidak mengherankan jika sebagian besar dari Anda mungkin akan merasa dan beranggapan bahwa ini merupakan seri sekuel langsung dari Divinity: Original Sin. Anggapan itu memang tepat, namun mungkin tidak berakhir seperti apa yang akan Anda pikirkan sebelumnya. Divinity: Original Sin 2 sendiri akan memulai timeline 100 tahun setelah seri pertama. Oleh karenanya, selain berbagi semesta yang sama dan mungkin referensi di beberapa titik, ini adalah sebuah seri terpisah yang bisa Anda nikmati tanpa perlu mengerti, memahami, ataupun menikmati seri pertamanya sama sekali.

Seperti game RPG yang seharusnya, Anda punya kebebasan untuk memilih karakter utama yang Anda gunakan – ada yang punya cerita latar belakang dan ada yang diposisikan sebagai karakter “original” tanpa kedalaman belakang layar. Namun cerita utamanya sendiri, akan berbagi satu benang merah utama jika kita berbicara soal plot yang hendak ditawarkan. Bangun di sebuah kapal asing dan menjadi tawanan dengan kalung Source yang membuat Anda tidak bisa mengakses kemampuan terbaik Anda, hidup Anda berada di dalam ancaman. Namun karena sebuah “keberuntungan”, kapal yang Anda tumpangi tiba-tiba dilanda bencana, tenggelam dan terdampar. Anda yang seharusnya dieksekusi di sebuah tempat bernama Fort Joy, kin mulai bisa melenggang bebas.

Tidak ada karakter utama inti, Anda bebas memilih / menciptakan karakter utama yang Anda inginkan.
Tidak ada karakter utama inti, Anda bebas memilih / menciptakan karakter utama yang Anda inginkan.
Terdampar dan selamat, karakter Anda akan menjalani sebuah takdir lebih besar dari apa yang sempat ia pikirkan.
Terdampar dan selamat, karakter Anda akan menjalani sebuah takdir lebih besar dari apa yang sempat ia pikirkan.

Sejauh mata memandang, Anda bisa melihat persekusi yang kuat pada kelompok pengguna magis yang kini dilihat sebagai “penjahat” oleh kelompok yang lain. Kemampuan magis mereka dilihat sebagai alasan sebuah ras makhluk menyeramkan dan berbahaya bernama Voidwalker, menembus batas dimensi ke dunia dimensi. Namun tentu saja, dunia tidak bekerja sesederhana itu. Seiring dengan perjalanan Anda, sembari berusaha bebas dan melawan para Magister yang memburu Anda, Anda memahami bahwa ada satu garis takdir jauh lebih besar yang menanti Anda. Menjalani tugas Anda sebagai seorang pejuang suci untuk melawan para monster. Takdir untuk menjadi seorang “Godwoken”.

Disebut sebagai
Disebut sebagai “Godwoken”, pertempuran Anda ternyata bukan lagi sekedar akan menentukan nasib manusia.

Lantas, apa itu Godwoken? Apa pula itu Voidwalker? Mampukah karakter Anda  mengatasi setiap tantangan yang ada? Dunia seperti apa yang harus Anda jelajahi? Jawaban dari pertanyaan tersebut tentu saja bisa Anda dapatkan dengan memainkan Divinity: Original Sin 2 ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…