Review The Evil Within 2: Versi Lebih Superior!

Reading time:
October 24, 2017
The Evil Within 2 jagatplay (1)

The Evil Within, hampir sebagian besar gamer sepertinya pernah mendengar nama game yang satu ini, terlepas mereka punya keberanian atau tidak untuk menjajalnya. Buat Anda yang tidak terlalu familiar, ia merupakan seri game survival horror “baru” yang diracik oleh Bapak Survival Horror industri game Jepang – Shinji Mikami di bawah bendera studio developernya yang baru – Tango Gameworks. Memainkan cerita sebagai seorang detektif yang terjebak di dalam mimpi buruk super mencekam di seri pertamanya, ia memang memuat formula game survival horror yang begitu potensial. Beragam kritik yang muncul tersebut dijanjikan Tango, akan dibenahi di seri sekuel yang saat ini sudah bisa dinikmati – The Evil Within 2.

Mengikuti format “unik” Bethesda yang memutuskan untuk mengumumkan game teranyar mereka secara perdana beberapa bulan sebelum dirilis, The Evil Within 2 akhirnya tersedia di pasaran. Tango sendiri sempat menjanjikan beberapa perubahan signifikan dengannya, tentu saja untuk membuatnya jadi seri yang lebih baik. Satu yang pasti, mereka bekerja keras untuk memastikan kritik yang sempat muncul di seri pertama, dari tingkat kesulitan hingga munculnya bar hitam sinematik yang mengganggu tidak lagi terjadi di seri kedua ini. Mereka juga berupaya berinovasi dengan mendesain sistem dunia yang lebih terbuka di The Evil Within 2.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Evil Within 2 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah versi yang lebih superior? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Plot

Tiga tahun setelah event seri pertama, Anda akan kembali berperan sebagai Sebastian Castellanos.
Tiga tahun setelah event seri pertama, Anda akan kembali berperan sebagai Sebastian Castellanos.

Mengikuti angka di belakang namanya, The Evil Within 2 memang diposisikan sebagai seri sekuel langsung dari The Evil Within pertama. Setelah berhadapan dengan fakta bahwa organisasi misterius sekelas Mobius memang nyata dengan teknologi pengendali pikiran mereka bernama STEM Engine yang super berbahaya, Sebastian Castellanos terus berjuang untuk membuka tabir tersebut kepada publik. Namun sayangnya, tiga tahun berlalu, ia tidak menghasilkan apapun. Mobius terkunci di belakang dinding tinggi yang tak bisa dilampaui Sebastian, yang justru berakhir dengan gaya hidup buruk karena rasa frustrasi yang terpendam. Namun tiba-tiba, masa lalunya kembali.

Kidman yang sempat “mengkhianati” Sebastian di The Evil Within tiba-tiba muncul menemuinya di bawah bendera Mobius. Kidman hadir dengan berita super mengejutkan yang tidak pernah diprediksi oleh Sebastian sebelumnya. Bahwa anak perempuan yang begitu ia cintai, yang sempat ia pikir telah tewas karena kegagalan menyelamatkannya dari rumah yang terbakar, ternyata masih hidup. Anaknya, Lily, ternyata merupakan korban penculikan Mobius beberapa tahun yang lalu. Lily merupakan calon “CORE” potensial untuk STEM Engine dan sudah menjadi tenaga di baliknya untuk beberapa waktu. Namun untuk sebuah alasan yang misterius dan tak bisa ditangani oleh Mobius, dunia yang diciptakan dari Lily ternyata berubah menjadi mimpi buruk besar.

Kidman memberitakan pada Sebastian bahwa anak perempuannya yang selama ini ia kira sudah tewas, ternyata masih hidup di dalam STEM Engine milik Morbius.
Kidman memberitakan pada Sebastian bahwa anak perempuannya yang selama ini ia kira sudah tewas, ternyata masih hidup di dalam STEM Engine milik Mobius.
Beragam kekuatan misterius mengacaukan dunia Lily yang seharusnya stabil dan indah.
Beragam kekuatan misterius mengacaukan dunia Lily yang seharusnya stabil dan indah.

Sebastian diminta untuk bekerja sama, membantu Mobius untuk mencari Lily di dalam STEM Engine itu sendiri. Baginya, ini merupakan kesempatan untuk bertemu lagi dengan anak yang ia cintai sekaligus, menyelami dalamnya misteri Mobius sebagai sebuah organisasi. Sebastian setuju dan masuk ke dalam mimpi buruk bernama Union City. Di dalamnya tidak hanya tersisa anggota pasukan Mobius yang sempat dikirim untuk mencari Lily saja, tetapi juga beragam monster yang entah datang dari mana. Eksplorasi akhirnya memberikan sedikit jawaban bagi Sebastian tentang apa yang terjadi. Dua kekuatan misterius yang jahat mengemuka, dan keduanya terlihat tertarik pada sosok Lily sebagai core STEM Engine. Tidak ada lagi opsi selain mengangkat senjata.

Tantangan dan musuh seperti apa yang harus dihadapi oleh Sebastian?
Tantangan dan musuh seperti apa yang harus dihadapi oleh Sebastian?

Lantas, apa yang terjadi dengan Lily? Siapa pula dua tokoh antagonis yang memburu anak perempuan yang satu ini? Mampukah Sebastian menyelamatkannya? Siapa pula sosok misterius yang selalu mengawasinya? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan The Evil Within 2 ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…