EA Dulang 22 Triliun Rupiah dari Microtransactions Tahun Lalu

Reading time:
November 20, 2017
star wars battlefront 2 600x315

Sebagian dari kita mungkin bingung dengan keputusan untuk menyuntikkan mekanisme microtransactions yang dilakukan EA dan DICE di Star Wars Battlefront II. Bahwa untuk sebuah franchise raksasa yang sudah pasti sukses di pasaran, apalagi dengan begitu banyak tambahan fitur dan janji untuk seri sekuel ini, hampir mustahil bahwa EA tidak akan menarik keuntungan besar darinya. Namun yang terjadi memang mengecewakan. Walaupun tidak lagi bisa dibeli dengan menggunakan uang nyata pada saat berita ini ditulis, namun sulit untuk disangkal bahwa EA membangun keseluruhan mekanik untuk mendorong penjualannya di awal. Jika Anda termasuk kami, yang heran dengan keputusan ini, maka data yang dilepas sepertinya cukup untuk memberikan Anda alasannya.

Star Wars Battlefront II bukanlah game pertama EA dengan sistem microtransactions, yang bahkan jelas mengusung konsep Pay to Win di dalamnya. Beberapa rilis game mereka sebelumnya, termasuk FIFA misalnya, sudah mengadopsi konsep tersebut cukup lama dengan fans yang tak pernah kelihatan berkeberatan.

star wars battlefront 600x309 600x309
EA dikabarkan berhasil mendulang pendapatan sekitar USD 1,68 Milyar atau 22 Triliun Rupiah dari HANYA microtransactions tahun lalu.

Percaya atau tidak, strategi ini sepertinya sukses. Situs ekonomi – Fortune menyebut bahwa EA berhasil mengumpulkan sekitar USD 1,68 Milyar atau sekitar 22 Triliun Rupiah HANYA dari microtransactions game-game yang mereka rilis sejauh ini di tahun 2016 kemarin (tahun fiskal 2017). Star Wars Battlefront II kabarnya di awal, sempat diprediksikan akan mampu menyumbang angka microtransactions setara dengan FIFA – yakni, sekitar USD 650 juta atau 8,7 Triliun Rupiah sebelum kontroversinya mengemuka dan ramai dibicarakan.

EA sendiri memang sudah mematikan microtransactions Star Wars Battlefront II saat ini, namun dipastikan hanya akan bersifat sementara. Mereka memastikan sistem ini akan kembali di masa depan setelah mereka melewati proses balancing yang tepat, walaupun tidak berbagi detail lebih jauh. Masih bingung kenapa microtransactions selalu berusaha didorong ke depan? Huh..

Source: Fortune

Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…