Yoko Taro: Saya Butuh Mabuk Untuk Menulis Cerita Keren

Reading time:
November 27, 2017
NieR Automata jagatplay part 2 48 600x338 1

Aneh, unik, dan membingungkan, tiga reaksi awal ini mungkin muncul di benak Anda ketika melihat sosok Yoko Taro untuk pertama kalinya. Bagaimana tidak? Berbeda dengan kebanyakan developer yang berusaha tampil keren di atas panggung, sosok ini selalu hadir dengan sebuah topeng besar setiap kali ia tampil di publik. Tidak hanya itu saja, aksinya ketika mempromosikan NieR: Automata dengan memaki Square Enix yang notabene merupakan publisher game tersebut juga sempat memancing gelak tawa. Yoko Taro kabarnya memang tengah bersiap untuk meracik seri NieR selanjutnya. Tapi pernahkah Anda berpikir, apa yang sebenarnya berada di dalam otak “orang aneh” ini?

Yoko Taro berbicara terbuka dalam wawancara terbarunya dengan GameInformer, yang membahas sekedar dari desain gameplay, belakang layar proses pengembangan NieR: Automata, hingga pertanyaan filosofis terkait kehidupan dan kematian. Yang menarik? Anda juga bisa menyelami isi kepalanya yang unik. Salah satunya, terkait proses penulisan cerita yang ia lakukan.

Ia menyebut bahwa jika ada satu hal yang ia temukan dari cerita yang ia tulis adalah fakta bahwa fans sepertinya lebih menyukai cerita-cerita yang ia tuliskan dalam keadaaan tidak sadar alias mabuk. Dengan kegemarannya minum, Taro merasa jauh lebih rileks dan tidak membatasi diri. Hasilnya? Ketika tulisan yang ia racik saat sadar lebih sekedar berakhir sebagai cerita yang menarik, cerita yang ia tulis dalam keadaan mabuk lebih terasa emosional. Ia bahkan menyebut bahwa tak jarang ia berakhir menangis ketika menuliskan cerita-cerita ini, dengan sisa air mata yang bahkan tetap tersisa ketika ia terbangun setelah tak sadarkan diri karena mabuk. Cerita soal serigala dan manusia dengan topeng di seri NieR original adalah salah satu hasil karya tersebut.

yoko taro 600x315 1
Yoko Taro menyebut bahwa dirinya harus mabuk untuk menulis cerita yang emosional dan keren.

Yoko Taro juga berbicara soal ide “tergila” yang pernah ia lemparkan pada tim developer dan publisher, namun berakhir ditolak. Di salah satu ending Drakengard 1, ia menyebut bahwa ia sempat ingin mengimplementasikan sebuah game ritme ketika sang karakter utama turun di Shinjuku. Tidak main-main, Anda akan bertarung dengan idol di masa itu – Ayumi Hamasaki untuk menentukan nasib semesta. Ide ini langsung ditolak. Yoko Taro menyebut bahwa popularitas Ayumi sendiri mirip dengan Britney Spears di Amerika Serikat untuk membantu GameInformer mendapatkan gambaran segila apa ide ini.

Anda yang tertarik untuk membaca serangkaian pertanyaan dan jawaban menarik Yoko Taro bisa menuju ke artikel GameInformer lewat tautan berikut ini. Ia juga membicarakan beberapa hal lainnya, termasuk soal musik, industri game Jepang, dan bagaimana ia rela melakukan banyak hal atas nama uang. Absolute madman..

Source: GameInformer

Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…