10 Game Raksasa Paling Meragukan di 2018!

Reading time:
January 15, 2018
feat image

Skeptis tampaknya menjadi sikap rasional dan sangat normal untuk dimiliki oleh gamer tahun ini, apalagi setelah melihat apa yang terjadi di industri game selama 2017 silam. Tahun lalu  memang menawarkan banyak hal menarik, terutama dari sisi jumlah game yang akhirnya mulai tidak menahan diri dan tampil habis-habisan di platform generasi terbaru. Sayangnya, ia juga diwarnai dengan begitu banyak kekecewaan. Dari rilis game yang terasa belum selesai, konten yang ternyata berujung tidak seperti yang dijanjikan, hingga kebijakan para publisher yang terlihat jelas hanya menginginkan uang. Terlepas dari harapan besar kita untuk tidak menemukan kasus yang sama lagi di tahun 2018 ini, tetap ada rasa ragu yang begitu kuat muncul dalam hati.

Tahun 2018 menawarkan begitu banyak game raksasa. Beberapa bahkan datang dari proyek yang sebelumnya seharusnya meluncur di tahun 2017, namun ditunda dengan beragam alasan yang ada. Janji dan klaim melayang di sana sini, berusaha membangun identitas bahwa setiap darinya akan lahir sebagai sebuah proyek unik dan berbeda, dengan kualitas yang pantas untuk dicicipi sejak hari pertama rilis. Namun berangkat dari apa yang kita pelajari di tahun 2017 silam, gamer seharusnya sudah mulai tidak langsung percaya dengan semua janji yang berpotensi kosong ini.

Dari semua yang dikabarkan akan dirilis di tahun 2018 ini, game apa saja yang berpotensi lahir sebagai game yang mengecewakan dengan kualitas berada di bawah ekspektasi dan hype yang sudah terbangun? JagatPlay merangkum 10 game yang kami anggap, paling meragukan di tahun 2018 ini:

10. BlazBlue: Cross Tag Battle

blazblue cross battle 600x338 1

Sepak terjang Arc System Works sebagai salah satu developer game fighting terbaik di industri game sepertinya tidak perlu lagi diragukan. Hampir semua game fighting yang mereka tangani berada dalam kualitas mengagumkan yang bahkan membuatnya, tidak pernah lepas sebagai salah satu game yang dipertandingkan di turnamen e-Sports fighting – EVO. Namun sayangnya, gelombang keraguan merasuk di proyek teranyar yang mereka racik – BlazBlue: Cross Tag Battle yang akan mempertemukan karakter all-star dari franchise yang sempat mereka tangani di masa lalu, termasuk RWBY dan Persona. Masalah utamanya? Tentu terletak pada skema DLC mereka yang membingungkan. Memastikan akan membawa 40 karakter sebagai roster total, Arc System Works memastikan bahwa 20 di antaranya akan berakhir jadi DLC berbayar. Ini tentu saja kemungkinan membuat komunitas terbagi dengan cepat, gelombang protes untuk gamer yang tidak setuju dengan kebijakan yang diambil, dan pembicaraan yang melenceng dari kualitas yang potensial. Ini bisa membuat gamer tidak lagi tertarik dengan BlazBLue itu sendiri.

9. Code Vein

code vein

Apa yang sebenarnya dikejar oleh Code Vein? Siapa sebenarnya pasar game yang satu ini? Ini mungkin pertanyaan yang langsung mengemuka ketika melihat wujud game yang memang sejak awal pengenalannya, memang dipastikan akan memuat tingkat kesulitan yang mirip dengan seri Souls. Apakah ia menargetkan gamer penggemar seri Souls selama ini? Fakta bahwa ia tidak dikerjakan oleh From Software dan mengusung kualitas visualisasi ala anime yang kental mungkin membuat para penggemar seri Souls tidak terlalu tertarik. Apakah ia menargetkan gamer-gamer yang senang dengan game yang membawa pendekatan visualisasi ala anime? Kami sendiri tidak yakin bahwa gameplay seri Souls akan menarik mereka. Menjadi sesuatu yang menarik sekaligus mengkhawatirkan untuk melihat kemana Code Vein akan bergerak dan apakah ia akan memuaskan target pasar utama yang hendak ia kejar.

8. Overkill’s The Walking Dead

overkill the walking dead

Penantian yang begitu lama dan akhirnya kita mendapatkan sebuah video sinematik dan teaser karakter tanpa gameplay sama sekali, itulah yang terjadi dengan game action berbasis multiplayer kooperatif yang menawarkan semesta The Walking Dead dari Overkill. Untuk sebuah game yang akan dilepas di tahun 2018 juga, absennya informasi yang esensial untuk menilai seberapa pantasnya game ini untuk ditunggu tentu saja mengkhawatirkan. Namun salah satu faktor yang membuat game ini masuk ke dalam daftar untuk tahun ini adalah nama Overkill itu sendiri. Walaupun punya basis fans besar yang fanatik, perlakuan Overkill pada game action andalannya – Payday dan Payday 2 bukanlah sesuatu yang bisa dikesampingkan begitu saja. Developer ini terbukti punya “kegilaan” tersendiri pada usaha untuk menghancurkan game mereka sendiri atas nama uang, dengan dukungan pada versi konsol yang juga dipertanyakan. Apakah hal ini juga akan terjadi di proyek The Walking Dead mereka? Kita tunggu saja.

7. Lost Sphear

lost sphear2

Anda yang mencintai produk Tokyo RPG Factory – anak developer Square Enix yang memang didesain untuk menawarkan pengalaman JRPG lawas di platform terkini tentu saja menantikan game teranyar mereka – Lost Sphear. Berbeda dengan kasus I Am Setsuna dengan desain dunia yang terbatas, Lost Sphear menjanjikan sebuah pengalaman JRPG yang lebih penuh. Namun sebagian besar gamer, kami yakin Anda juga, bisa merasakan bahwa hype yang tercipta tidak sekuat dan sesignifikan yang terjadi dengan I Am Sestsuna di masa lalu. Pendekatan visual dan gameplay yang tidak terlihat terlalu menarik di rangkaian trailer yang ada memang mengundang banyak tanda tanya. Apalagi, ia juga diperburuk dengan harga layaknya game AAA baru – Rp 470.000 di Steam, atau hampir tiga kali lipat lebih mahal daripada ketika I Am Setsuna dirilis. Apakah harga tersebut sepadan untuk game yang kabarnya akan mereka ulang pengalaman ala Chrono Trigger ini? Anda yang menentukan.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…