Review Dynasty Warriors 9: Hype yang Sia-Sia!

Reading time:
February 26, 2018

Sebuah seri yang berhasil melahirkan sebuah sub-genre baru, eksistensi Dynasty Warriors memang punya posisi yang unik di industri game. Lewat konsep yang ia tawarkan sejak kelahiran seri teranyarnya di era Playstation 2, ia memperkenalkan “Musou” kepada dunia. Sebuah sub-genre action hack and slash yang tidak seperti Devil May Cry yang mengkombinasikan animasi serangan cantik dan pertarungan yang membutuhkan kemampuan memanfaatkan timing, Musou hadir dengan satu daya tarik utama – membuat Anda tampil seperti seorang pahlawan di pertempuran besar. Bahwa dengan kombinasi serangan sederhana dan senjata dengan damage yang besar, Anda bisa menghabisi ratusan hingga ribuan pasukan musuh dan merasakan kepuasan karena peran yang signifikan dalam perperangan epik. Sesuatu yang juga tetap dipertahankan di seri terbaru – Dynasty Warriors 9.

Sejak awal ia diperkenalkan, Koei Tecmo dan Omega Force memang terus membicarakan fitur open-world yang ia usung. Bahwa tidak lagi sekedar bertarung dari satu koridor ke koridor yang lain, sembari berusaha menghabisi musuh yang ada, Anda kini akan dihadapkan pada satu dunia besar yang bisa Anda jelajahi sejak awal dengan tantangan yang siap menunggu di beberapa titik yang ada. Anda yang sudah membaca artikel preview kami sebelumnya sepertinya sudah punya gambaran jelas soal apa yang hendak ia tawarkan. Namun sayangnya, alih-alih terpesona dengan ragam janji dan klaim yang sudah ia suntikkan dari awal, kami justru datang dengan kekecewaan baru. Bahwa semua hype yang sudah terbangun tersebut, berujung tidak lebih dari sebuah gimmick tak signifikan.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dynasty Warriors 9 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah hype yang sia-sia? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Tidak banyak berbeda, kisah Dynasty Warriors 9 tetap berkisar pada kisah klasik Tiga Kerajaan.

Seperti seri-seri sebelumnya, Dynasty Warriors 9 tetap mempertahankan elemen cerita yang tetap berfokus pada legenda Tiga Kerajaan dari Tiongkok masa lampau, yang memang melibatkan beberapa faksi besar yang saling bersinggungan. Cerita soal tragedi, kisah kepahlawanan, politik, pengkhianatan, dan juga romansa ini kemudian diracik melalui desain ulang karakter yang terlihat punya cita rasa fantasi yang lebih kuat. Dari sisi cerita, Anda masih akan bergerak dalam benang merah yang sama, dari kelahiran persaudaraan antara Liu Bei – Zhang Fei – Guan Yu, kekalahan Cao Cao, hingga konflik yang terus menerus masuk ke dalam sosok garis darah keturunan mereka. Tidak ada yang berbeda di sini.

Pertanyaannya tentu saja satu, bagaimana cara mereka mengadaptasikan sisi cerita ini dalam format open-world? Sama seperti seri klasiknya, cerita akan bergerak sesuai dengan cerita yang Anda pilih sebagai karakter utama. Cerita akan dibagi ke dalam beberapa chapter terpisah, dengan hanya karakter spesifik saja yang memang berkesempatan untuk mendorong dan menembus chapter-chapter yang tersedia ini. Begitu Anda berhasil masuk ke dalam chapter tertentu, maka Anda akan membuka karakter dari faksi lain di chapter yang sama. Maka mengikuti legenda yang ada pula, beberapa karakter akan punya konklusi cerita yang tidak harus menyentuh chapter terakhir, dan mendapatkan ending mereka sendiri-sendiri.

Dibagi ke dalam belasan chapter, ia menawarkan puluhan karakter untuk digunakan. Namun seperti berjalannya sejarah, tentu tidak semua karakter akan bisa digunakan dari awal sampai akhir chapter. Banyak konklusi cerita yang berakhir di chapter tertentu.
Banyak cerita ditawarkan dalam format cut-scene statis seperti ini.

Cerita disampaikan lewat dua media. Media pertama yang paling sering Anda temukan adalah cut-scene yang hanya memperlihatkan karakter yang berbicara satu sama lain saja, sembari mendeksripsikan apa yang tengah terjadi dan akan terjadi. Berita buruknya? Sistem penyederhanaan  ini diimplementasikan untuk cukup banyak event bersejarah yang seharusnya tampil epik, seperti ketika Zhuge Liang menggunakan tipu muslihat-nya untuk mencari 100.000 anak panah untuk perang yang akan datang, misalnya. Scene yang seharusnya keren ini berakhir dengan cut-scene yang begitu sederhananya, hingga tidak ada event yang memberikan gambaran jelas apa yang terjadi.

Media kedua tentu saja lewat cut-scene dramatis dengan gaya kamera sinematik yang disuntikkan Koei Tecmo untuk kisah yang mungkin mereka anggap, lebih penting bagi cerita Dynasty Warriors 9 itu sendiri. Ia hadir dengan kualitas yang mungkin tidak sesinematik banyak game modern saat ini, namun setidaknya cukup untuk memenuhi fungsi standar-nya. Anda yang ingin menikmati kisah Tiga Kerajaan yang sesungguhnya, tentu saja tetap harus bertahan dengan elemen fantasi yang kental. Lagipula, kita berbicara soal kisah karakter legendaris yang mampu menghabisi ribuan musuh dengan tanpa kesulitan sama sekali.

Ada cut-scene dramatis pula yang ditawarkan untuk memperkuat cerita.
Siapa yang akan menang di pertempuran penuh intrik politik, romansa, pengkhianatan, dan perjuangan ini?

Lantas, seperti apa kisah Tiga Kerajaan ini berlangsung? Seperti apa konfliknya yang akan terjadi di sini? Siapa pula faksi yang akan berakhir sebagai pemenang? Jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Dynasty Warriors 9 ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

February 26, 2021 - 0

Review NBA 2K21 (Next-Gen): Nombok Dong! Nombok Dong!

Anda yang secara aktif mengikuti JagatPlay sepertinya sudah mengetahui bagaimana…
February 25, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Hardware): Si Bongsor yang Buas!

Berapa banyak dari Anda yang masih ingat soal kekhawatiran tidak…
February 20, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Software): Indah, Elegan, Cepat!

Diskusi terkait konsol generasi terbaru memang lebih banyak didominasi soal…
February 17, 2021 - 0

Menjajal BETA Guilty Gear Strive: Siap Menjadi yang Terbaik!

Seperti halnya posisi Codemasters di dunia game racing, nama Arc…

Nintendo

March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.