Monster Hunter: World Jadi Game Terlaris Capcom

Reading time:
March 5, 2018
Monster Hunter World PART 2 jagatplay 64

Menjadi seorang Hunter bukan soal sekedar mengayun pedang atau menembakkan busur panah Anda dan berharap mengunci kemenangan. Menjadi seorang hunter juga berarti mempersiapkan diri dengan belajar soal kelemahan monster, membawa ragam item yang dibutuhkan, sekaligus memastikan senjata dan armor yang Anda kenakan memang sudah cukup kuat untuk menundukkan sang target utama. Siapa yang menyangka bahwa konsep kompleks yang sudah bertahan sejak seri pertama tersebut, ternyata berhasil disederhanakan Capcom menjadi daya tarik bagi gamer pendatang baru di Monster Hunter World. Daya tarik yang berhasil membuatnya terus meraih satu prestasi demi prestasi yang lain.

Tidak hanya positif dari respon gamer dan review saja, Capcom terus mencatatkan angka penjualan yang fantastis dengan Monster Hunter: World. Keputusan untuk membawa seri ini kembali ke pasar konsol dan PC (nantinya) sepertinya berbuah manis. Lewat post resmi terbaru mereka, Capcom resmi mengumumkan bahwa penjualan versi fisik dan digital Monster Hunter: World saat ini sudah menembus angka 7,5 juta kopi.

Monster Hunter World PART 2 jagatplay 39 1
Monster Hunter World berhasil terjual 7,5 juta kopi secara fisik ataupun digital, membuatnya jadi game tersukses di sepanjang sejarah Capcom.

Angka ini membuatnya tampil seabgai game tersukses di sepanjang sejarah Capcom. Kurang lebih 1,8 juta kopi dari angka tersebut berasal dari Jepang, angka yang terhitung mengagumkan mengingat stigma yang selalu menyebut bahwa gamer Jepang lebih menyukai mesin handheld dan tidak lagi punya waktu untuk terikat di depan televisi dengan mesin konsol gaming konvensional.

Monster Hunter: World saat ini tersedia untuk Playstation 4 dan Xbox One, dengan versi PC yang rencananya akan dirilis pada musim gugur mendatang. Congrats, Capcom!

Source: Capcom

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…