Review Ni No Kuni II – Revenant Kingdom: Penggemar JRPG Pasti Puas!

Reading time:
April 3, 2018
Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 1

Berubah bentuk, berubah gameplay, berubah cerita, apa yang Anda kenal dari Ni No Kuni pertama memang tidak lagi sama dengan apa yang Anda dapatkan di sang seri terbaru – Ni No Kuni II: Revenant Kingdom dari Bandai Namco dan Level-5. Tidak lagi mendapatkan dukungan studio anime ternama – Ghibli, usaha untuk mempertahankan pendekatan visual serupa dan cerita fantasi yang kuat tetap menjadi inspirasi utama di balik proses pengembangan seri terbaru ini. Anda juga bisa melihat seberapa keras usaha Level-5 sejak setahun terakhir ini untuk secara konsisten melemparkan kesan bahwa ini adalah sebuah seri dengan pendekatan yang sangat berbeda, hingga gamer didorong untuk mengatur ekspektasi yang ada. Bahwa gamer yang berharap bahwa ia akan kembali mempertahankan cita rasa game JRPG turn-based dengan sistem tangkap monster ala Pokemon tidak lagi bisa mendapatkan sesuatu yang serupa di sini.

Anda yang sempat membaca artikel preview kami sebelumnya sepertinya sudah punya gambaran yang lebih jelas soal apa yang ditawarkan oleh Ni No Kuni II: Revenant Kingdom ini. Kami cukup terkejut menemukan fakta bahwa ia mengusung sistem game action RPG yang benar-benar kentara, dimana aksi Anda kini bebas sembari menawarkan tombol spesifik untuk melompat, menyerang, menghindar, hingga mengakses rangkaian skill yang ada secara instan. Meta-game yang ditawarkan, dari ia berubah jadi game strategi ketika Anda berperan layaknya Raja dan mulai mengomando pasukan di medan perang, hingga fakta bahwa Anda bisa membangun kerajaan dan kastil Anda sendiri. Semuanya disajikan dalam porsi yang pas dan tidak berlebihan, cukup untuk membuat Anda ketagihan.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ni No Kuni II: Revenant Kingdom ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang pasti memuaskan nafsu gamer penggemar JRPG?

Plot

Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 3
Membuka sebuah cerita fantasi dengan ledakan nuklir di sebuah kota modern?

Tidak seperti game JRPG pada umumnya, Ni No Kuni II: Revenant Kingdom dibuka dengan sebuah adegan gelap yang menyeramkan. Memperlihatkan rombongan mobil berisikan figur penting yang sepertinya hendak berangkat ke satu tempat terburu-buru, mereka harus berhadapan dengan sebuah misil yang tiba-tiba meluncur cepat di atas kepala mereka. Hadir sebagai kejutan yang tidak terprediksi sebelumnya, sang misil mendarat di tengah kota. Ledakan besar terjadi, kota hancur, kematian tidak terelakkan. Namun bagi salah satu figur penting yang berada di mobil tersebut, ada sesuatu yang magis terjadi.

Alih-alih tewas karena ledakan tersebut, Roland justru terlempar ke dalam sebuah dunia fantasi yang tidak bisa ia mengerti. Ia hanya berhadapan dengan seorang anak yang masih begitu kecil, berusaha melindungi dirinya sendiri. Namun siapa yang menyangka, Roland ternyata tiba di saat yang tepat. Sang anak muda yang tengah berdiri di hadapannya – Evan ternyata adalah seorang raja muda yang saat itu, tengah berhadapan dengan kudeta dari salah satu penasihatnya. Berusaha untuk bertahan hidup sembari mempertahankan nuraninya, Roland pun menyelamatkan Evan keluar dari kerajaannya sendiri – Ding Dong Dell. Sebuah awal yang baru untuk keduanya.

Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 11
Sebuah kejadian yang membuat Roland terlempar ke sebuah kerajaan asing dengan sang raja muda – Evan yang saat itu,, menghadapi kudeta.
Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 93
Roland pun menjadi “pembimbing” raja muda yang punya ambisi sangat besar ini.

Manja dan tidak tahu-menahu tentang banyak hal, sepak terjang Evan untuk mengikuti jejak ayahnya – sang raja yang bijaksana yang berhasil membangun sebuah kehidupan harmonis antara kaum kucing dan kaum tikus di Ding Dong Dell memang masih panjang. Namun Evan, tidak menyerah. Dikombinasikan dengan pengetahuan Roland yang sepertinya adalah pemimpin sebuah negara sebelum ia berpindah ke dunia fantasi ini, Evan mengutarakan sebuah ide gila yang terdengar mustahil. Berkaca pada apa yang terjadi dengan semua konflik yang membelenggunya, Evan ini membangun sebuah kerajaan baru dimana tidak ada lagi peperangan dan kehancuran. Sebuah dunia utopia dimana semua masyarakat dunia bisa saling bahu-membahu untuk mencapai satu tujuan bersama. Tidak hanya itu saja, ia juga bermimpi bahwa kerajaan-kerajaan yang lain bisa mendukung ide yang satu ini.

ni no kuni 2 revenant kingdom jagatplay part 2 55
Evan ingin membangun sebuah kerajaan baru bernama Evermore dimana semua penduduknya bisa hidup dengan damai.
Ni No Kuni II Revenant Kingdom jagatplay 190
Berusaha menggandeng kerajaan yang lain, ia justru berhadapan dengan sosok antagonis misterius yang mencuri kekuatan para raja.

Maka cerita pun difokuskan pada usaha Evan untuk membangun kerajaan impian yang ia sebut sebagai “Evermore” ini. Namun seperti yang bisa diprediksi, perjalanan tidak mudah. Seorang pria misterius dengan pakaian bak ular kobra tiba-tiba mengunjungi setiap Raja yang ada dan mencuri “Kingsbond” mereka – sebuah rantai ikatan yang mengaitkan sang raja dengan monster raksasa mistis yang menjaga kerajaan mereka masing-masing – Kingsmaker. Pada akhirnya, berseberangan dengan ide yang hendak diperjuangkan Evan, konflik keduanya tidak lagi terhindarkan.

ni no kuni 2 revenant kingdom jagatplay part 2 54
Konflik seperti apa yang harus dihadapi Evan untuk memenuhi mimpinya?

Bisakah Evan mencapai impiannya? Siapa pula Roland yang sebenarnya? Konflik seperti apa yang harus mereka hadapi untuk menyempurnakan Evermore? Bagaimana keterkaitan sang tokoh antagonis dengan pakaian ular kobra tersebut? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan Ni No Kuni II: Revenant Kingdom ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…