Asset Flip Simulator Dijual di Steam, Satir atau “Sampah”?

Reading time:
May 7, 2018

Menjelaskan apa itu satir untuk orang yang sulit untuk memahaminya, memang bukan pekerjaan mudah. Ia merupakan sebuah bentuk lelucon yang berusaha “menertawakan” sebuah objek, fenomena, atau sifat tertentu dengan justru menjadikan sifat dari hal yang ditertawakan tersebut, sebagai bagian dari lelucon. Budaya untuk menjual konten-konten lelucon satir seperti ini memang bukan hal baru di dunia maya, dari eksistensi situs berita satir seperti The Onion hingga yang berfokus di film animasi Jepang seperti Animemaru misalnya. Di video game, ia biasanya dijadikan sebagai bagian dari konten yang lebih besar lagi. Namun pernahkah Anda menemukan sebuah video game yang menjadikannya sebagai sebuah fokus? Hal inilah yang ditawarkan Asset Flip Simulator.

Sebuah “judi” yang akan terbayar manis, ataukah sebuah kemalasan yang dibungkus dengan kata “lelucon satir”? Anda yang berhak memutuskan apa itu game Asset Flip Simulator yang kini tersedia seharga 24 ribu Rupiah via Steam. Deskripsi dengan jelas menuliskan bahwa ini adalah sebuah usaha malas untuk mendapatkan uang dari pangsa pasar yang disebut sang developer, gamer sok keren dan pencinta meme. Mereka bahkan menyebutnya sebagai game buang-buang waktu dan uang.

Hanya berisikan peta kosong tanpa konten, Asset Flip Simulator dijual dengan harga sekitar 24 ribu Rupiah. Developer jelas mengarahkan game rendah kualitas ini sebagai produk “satir”.

Asset Flip Simulator mengusung semua hal yang mungkin Anda benci. Developer menyebut bahwa mereka merampungkan “game” ini dalam waktu hanya 5 menit saja, dengan sudut pandang orang pertama. Waktu loading yang ia usung sangat panjang, framerate berantakan, peta kosong dengan tanpa konten sama sekali, dan begitu banyak bug yang siap untuk membuat Anda mengalami proses crash dan freeze berulang kali. Mereka juga menyuntikkan spesifikasi PC yang penuh lelucon, dengan target gameplay di 720p24fps untuk efek sinematik.

Kehadiran game seperti ini tentu saja mengundang kontroversi dan diskusi, apalagi yang menyangkut proses seleksi Valve untuk “membersihkan” Steam dari game-game kualitas rendah seperti ini. Namun apakah kualitas rendah tersebut langsung bisa dijustifikasi jika ia menyandang identitas sebagai game satir? Bagaimana pendapat Anda?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…