Review Acer Predator Galea 500: Suara Tiga Dimensi Memanjakan!

Reading time:
June 25, 2018
Acer Galea 500 jagatplay 64
Acer Predator Galea 500

Menyebar ke dalam beragam produk berbeda, lini produk gaming dari banyak produsen ternama saat ini memang tidak lagi terbatas hanya di sekitar notebook ataupun keyboard / mouse saja. Untuk menjamin pengalaman yang lebih menyeluruh, mereka juga mulai masuk ke pasar audio yang tentu saja, direpresentasikan oleh perangkat headset dengan begitu banyak desain beragam. Beberapa mengejar kualitas desain yang garang dan memperkuat identitas Anda sebagai gamer, sementara yang lain tidak ambil pusing dengan sisi kosmetik dan lebih mengejar kenyamana serta kualitas audio yang memang pantas untuk diacungi jempol. Setiap produsen berusaha menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda. Bagi Acer, daya tarik utama produk Galea 500 terletak di fitur unik yang memanjakan.

Desain dan Fitur

Acer Galea 500 jagatplay 57
Melihat dari bentuk dan desainnya saja, Anda bisa melihat identitas perangkat gaming yang kuat darinya.

Dengan hanya melihat desain yang ia tawarkan, sepertinya tidak sulit untuk melihat bahwa Galea 500 merupakan sebuah headset yang akan menyandang nama “Gaming” di dalamnya. Lini produk terbaru dari Acer Predator ini memang terlihat garang sekilas pandang. Warna hitam mendominasi dengan ukuran yang terhitung besar juga memberikan kenyamanan dan kepastian, bahwa ia akan bisa digunakan oleh beragam jenis ukuran kepala, termasuk Anda yang berada di spektrum “besar” sekalipun. Walaupun penopangnya sendiri tidak bisa Anda atur, namun sifatnya yang fleksibel akan meregang sesuai dengan ukuran kepala penggunanya. Menggunakan headset ini untuk waktu yang lama, tidak akan berujung dengan kepala yang sakit karena rasa tekanan yang ada, untungnya. Walaupun ukuran yang cukup besar bisa membuatnya terasa berat bagi beberapa orang.

Acer Galea 500 jagatplay 24
Gamer dengan ukuran kepala cukup besar akan tetap termanjakan dengan desain penyangganya yang fleksibel.
Acer Galea 500 jagatplay 71
Control Unit disertakan bersama dengan kabel, memungkinkan Anda mengakses beragam konfigurasi dan fitur secara instan.

Dari sisi kosmetik, Galea 500 memang tidak bisa dibilang istimewa. Ukuran pad yang besar didukung dengan desain lubang layaknya serang lebah di bagian kiri dan kanan, menghiasi desain utama headset yang satu ini. Logo Predator yang khas dan garang berwarna biru menemani kedua sisi dengan nyala lampu yang cukup terang begitu Anda nyalakan. Bersama dengan headset ini, sebuah control unit yang tersemat bersama dengan kabel tebal yang menguntai juga disertakan. Control unit kecil ini bisa digunakan untuk mengakses beragam fungsi secara instan, dari mengaktifkan / me-non-aktifkan mic yang ada, memilih jenis equalizer jika Anda mengingkan format stereo, dan tentu saja – mengaktifkan suara tiga dimensi aka True Harmony 3D yang berakhir, bukan sekedar gimmick.

Namun harus diakui, headset ini memang tidak bisa dibilang sempurna. Untuk sebuah headset gaming dengan harga yang terhitung tinggi dan fitur yang menggoda, Acer tidak membuatnya tampil sebagai “paket lengkap”. Pertama, ia berbasis USB yang membuatnya hanya bisa digunakan di PC saja. Kami sempat berusaha menjajalnya di Playstation 4, namun sayangnya, hadir dengan hasil nihil. Sayangnya, basis USB ini tidak lantas membuat Acer menyuntikkan perangkat lunak pendukung untuk Predator Galea 500 ini. Benar sekali, tidak ada software pendukung untuknya. Ini berarti, Anda tidak bisa mengatur sisi kosmetik LED yang sepertinya memang hanya menawarkan warna biru saja, atau jika Anda ingin memodifikasi kualitas di luar pre-set equalizer yang sudah ditawarkan. Untuk sebuah headset dengan harga yang terhitung premium, ini tentu saja, terhitung mengecewakan.

Acer Galea 500 jagatplay 90
LED dengan logo Predator berwarna biru di kedua sisi jadi andalan sisi kosmetik.
Acer Galea 500 jagatplay 117
Berbasis USB, sayangnya ia tidak mendukung perangkat lunak. I a juga tidak bisa digunakan untuk platform gaming lain selain PC, seperti PS4 misalnya.
Acer Galea 500 jagatplay 80
Uni-directional mic yang juga menyala saat aktif. Ia begitu fleksibel dan hadir dengan jaminan kualitas audio yang bersih.

Tetapi di sisi lain, sulit rasanya untuk memberi pujian bagi sisi desain elemen lain yang ditawarkan oleh Galea 500 ini. Satu yang sangat membantu kami pada saat proses streaming misalnya, adalah desain mic uni-directional keren yang ia tawarkan. Dengan lampu LED biru kecil untuk menandakan ia aktif, mic yang bisa Anda tarik kembali ke dalam headset dengan mudah saat tidak dibutuhkan ini menghasilkan suara yang jernih, baik untuk komunikasi tim ataupun untuk proses live-streaming. Pemilihan bahan kulit untuk menopang telinga juga membuatnya terasa nyaman untuk digunakan untuk waktu lama. Kombinasi sama yang membuatnya mampu mengisolasi suara dari luar dengan jauh lebih baik.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Acer Predator Galea 500 ini? Berikut adalah spesifikasi teknis resmi dari Acer:

  • TrueHarmony 3D Soundscape Technology
  • Virtual 7.1 Surround Sound
  • 3 EQ Modes: Sports, Movie & Music
  • Retractable Uni-directional Microphone
  • Driver Unit: 40 mm Bio-cellulose with rubber surround
  • Frequency: 20 Hz – 20 KHz
  • Impedance: 16 ohm
  • Connection: Wired
  • Plug Type: USB
  • Color: Black with Teal Blue LED
Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…