Jika Tak Sukses, Soul Calibur VI Bisa Jadi Seri Terakhir

Reading time:
August 28, 2018
taki soul calibur vi

Mengapa game dengan popularitas yang tinggi bisa tiba-tiba berakhir tenggelam dan tidak lagi dirilik oleh si developer / publisher? Salah satu alasannya, terlepas dari pembicaraan atau review positif yang mengemuka, ia tidak selalu diikuti dengan angka penjualan yang menjanjikan. Begitu hal ini terjadi, ketika biaya yang dikeluarkan tidak lagi sebanding dengan keuntungan yang mungkin didapatkan, mengistirahatkan franchise menjadi opsi yang paling rasional. Akhir buruk inilah yang saat ini menghantui game fighting terbaru dari Bandai Namco – Soul Calibur VI. Sebuah kenyataan pahit yang dibicarakan terbuka oleh sang producer – Motohiro Okubo.

Dalam wawancara terbarunya dengan DualShockers, Okubo menyebut bahwa satu-satunya alasan mengapa Soul Calibur VI baru tiba saat ini setelah seri sebelumnya yang sudah terhitung lama, adalah karena fakta bahwa Bandai Namco tidak banyak lagi berharap pada franchise ini. Okubo menyebut bahwa selama ini ia menghabiskan waktu untuk meyakinkan mereka. Oleh karena itu, dengan kondisi seperti ini, sepertinya jelas bahwa seri Soul Calibur akan berakhir jika Soul Calibur VI  ternyata tidak sukses di pasaran. Okubo menegaskan bahwa ia tidak berusaha “mengancam” gamer, namun hal inilah yang terjadi. “Merk” Soul Calibur saat ini berada di kondisi yang kritis.

yoshimitsu
Mengaku berada di masa krisis, Okubo mengakui bahwa jika Soul Calibur VI tidak sukses di pasaran, bukan tak mungkin ia akan jadi seri terakhir dari franchise ini.

Soul Calibur VI saat ini terus mempromosikan diri lewat beragam karakter baru yang menarik dan kedatangan karakter tamu sekelas Geralt dari The Witcher untuk memperkuat daya tarik tersebut. Game fighting dengan identitas senjatanya ini rencananya akan dirilis pada tanggal 19 Oktober 2018 mendatang untuk Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC. Oh no..

Source: DualShockers

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…