Preview Red Dead Redemption 2: Otomatis Terpukau!

Reading time:
October 26, 2018

Salah satu game paling diantisipasi tahun ini, tidak ada lagi kalimat yang lebih tepat lagi untuk menjelaskan posisi Red Dead Redemption 2 di industri game sekarang. Tangan dingin Rockstar Games yang sejauh ini memang belum pernah melahirkan game yang mengecewakan, apalagi jika berbicara soal game open-world, memperkuat penantian tersebut. Apalagi setiap berita, trailer, dan screenshot yang dilepas membuatnya terlihat begitu memesona, terutama dari detail yang diusung. Kita berbicara soal informasi terkait testis kuda yang bisa mengerut sesuai dengan cuaca hingga sistem balas dendam keluarga yang bisa memburu Anda jika Anda berujung menghabisi anggota keluarga mereka. Setelah begitu banyak penantian dan informasi, momen itu akhirnya datang. Kita akhirnya berkesempatan untuk menjajal Red Dead Redemption 2 secara langsung!

Kesan Pertama

Otomatis terpukau, tidak ada lagi kata yang lebih tepat untuk menjelaskan kesan pertama kami berhadapan dengan Red Dead Redemption 2. Memulai cerita dengan adegan dramatis dan voice acting jempolan yang membuat Anda seolah tengah berhadapan dengan sebuah film koboi dengan budget super tinggi, Red Dead Redemption 2 tampil memukau dari semua segi presentasi. Namun bagian yang paling fantastis adalah atmosfer dunia barat liarnya yang seolah dibangun tepat dari segala sisi, dari sekedar ekosistem binatang, mekanisme permainan, aktivitas NPC, hingga beragam hal kecil yang bisa Anda temukan selama mengeksplorasi dunianya yang luas. Detail-detail yang ditonjolkan oleh Rockstar Games lewat presentasi-presentasi sejauh ini bukanlah sekedar gimmick, tetapi berujung jadi elemen yang berkontribusi signifikan.

Hal yang tidak pernah kami prediksi adalah seberapa kompleks-nya mekanik yang ada. Ia bukan seperti game GTA dimana Anda hanya perlu berlari dan menembak siapapun yang berusaha menghalangi Anda. Di Red Dead Redemption 2, penambahan mekanik dimana Anda kini punya camp bersama anggota Dutch yang lain kini melahirkan meta game yang bisa jadi objektif terpisah. Anda harus mengumpulkan makanan, binatang buruan, material, dan beragam barang berharga untuk membuat komunitas ini tetap berjalan. Di dalamnya pula, Anda bisa berinteraksi dan menemukan beragam misi yang bisa Anda selesaikan. Kuda juga kini memainkan peran penting dan bukan sekedar moda transportasi saja. Anda membutuhkannya untuk menyimpan senjata dan binatang buruan.

Daya tarik Red Dead Redemption pertama juga kembali ditawarkan di sini, namun dengan intensitas yang lebih baik. Anda misalnya kini akan lebih sering bertemu dengan event acak yang akan “menghentikan” sementara Anda dari proses perjalanan Anda. Namun tidak lagi sekedar membantu atau melawan, Rockstar Games kini membuka peluang untuk bereaksi dan beraksi sesuai dengan apa yang Anda inginkan dari sosok seorang Arthur Morgan. Anda kini bisa memilih untuk membantu orang, merampok mereka, atau sekedar mengabaikan. Beberapa titik cerita juga akan meminta Anda untuk memilih respon yang biasanyan berujung pada strategi penyelesaian yang berbeda atau bahkan, konsekuensi yang unik untk aksi petualangan Anda sendiri.

Kami sendiri baru memainkan game ini sekitar 8 jam dan terkagum-kagum ketika menemukan bahwa di jam kelima permainan kami, kami ternyata masih berhadapan dengan “tutorial” pengelana mekanik baru yang membuat lapisan kompleksitasnya bahkan lebih tebal dari yang kami harapkan. Sistem bar status di tiga kategori terpisah kini mendorong Anda untuk lebih proaktif untuk mensimulasikan hidup koboi yang sebenarnya. Ini berarti menyempatkan diri untuk beristirahat di kala malam, membangun tenda, menggunakan daging buruan sebagai bahan makanan, hingga memastikan Anda selalu punya bahan cadangan makanan.

Kami bahkan tidak berani membayangkan kira-kira seberapa jauh dan panjang lagi perjalanan kami dengan Red Dead Redemption 2 pada saat artikel preview ini ditulis. Namun berdasarkan impresi pertama yang kami dapatkan, sulit rasanya untuk tidak jatuh cinta dan menelusuri jejak hidup seorang Arthur Morgan yang kini diperkuat dengan sistem opsi dan konsekuensi yang akan menggelitik sistem moral Anda sendiri. Welcome to the wild wild west..

RAW Screenshot

(4K dengan Playstation 4 PRO)

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…