Review Just Cause 4: Tetap Sederhana, Tetap Gila!

Reading time:
December 17, 2018
Just Cause 4 jagatplay part 1 1 1

Sebuah game open-world dengan identitas jelas yang terus dieksplorasi oleh sang developer dan publisher dengan tepat, tidak ada kalimat lagi yang lebih tepat untuk menjelaskan nama Just Cause di industri game. Game racikan Avalanche Studios dan Square Enix ini memang tidak pernah didesain untuk mengimbangi dan menandingi game bergenre serupa namun punya konsep yang lebih serius, seperti Grand Theft Auto dari Rockstar Games misalnya. Seri ini lebih diarahkan pada kesempatan untuk bersenang-senang, meledakkan begitu banyak objek dengan persenjataan berat, dan kemudian berselancar angin dengan menggunakan parasut dan wingsuit yang mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup Rico sejak beberapa seri yang lalu.

Anda yang sempat membaca artikel preview kami sebelumnya tentu sudah punya gambaran lebih jelas terkait apa yang ditawarkan oleh Just Cause 4. Hype super tinggi terbangun karena implementasi engine terbaru – Apex Engine yang nantinya juga akan menjadi pondasi untuk proyek teranyar mereka bersama dengan Bethesda – RAGE 2. Secara garis besar, engine ini ternyata tidak berujung seperti yang dibayangkan. Kualitas visualisasi yang tidak beranjak seberapa tinggi justru memperlihatkan banyak tekstur resolusi rendah pada saat menjelajahi dunianya yang besar. Namun setidaknya untuk versi Playstation 4 yang kami jajal, ada satu aspek yang pantas untuk dibicarakan.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Just Cause 4? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tetap sederhana dan tetap gila? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Just Cause 4 part 2 jagatplay 61
Anda kembali akan berperan sebagai… tunggu..tunggu..
Just Cause 4 jagatplay part 1 20 1
Hadir sebagai sekuel langsung dari Just Cause 3, Rico kini menapak di sebuah negara bernama Solis.

Seperti angka yang ia usung, Just Cause 4 merupakan sekuel langsung dari Just Cause 3. Setelah pertempuran panas yang terjadi di Medici, Rico kini “terjebak” di sebuah negara baru bernama Solis yang seperti bisa Anda prediksi, juga dihuni oleh diktator yang terus mencengkeram negara super indah ini dengan tangan besinya. Kekuatan militer tidak memihak rakyat, pasukan bayaran dikerahkan, kelompok pemberontak lahir, konsep cerita yang sepertinya tidak akan asing lagi bagi gamer yang sempat memainkan Just Cause selama ini.

Just Cause 4 mengeksplorasi sisi cerita Rico yang lebih personal. Perjalanan menuju ke Solis yang punya cuaca ekstrim ternyata membuka informasi terkait mesin pengendali cuaca buruk yang juga di satu titik, berhubungan dengan sosok sang ayah Rico sendiri.

Just Cause 4 part 2 jagatplay 94
Sang diktator pemimpin negeri ini memiliki senjata pengendali cuaca yang mampu memicu kondisi ekstrim.
Just Cause 4 part 2 jagatplay 44
Bagi Rico, ini juga menjadi misi personal untuk mengetahui keterlibatan sang ayah dalam proyek ini.
Just Cause 4 jagatplay part 1 19 1
Sementara di sisi lain, Black Hand yang selama ini selalu jadi kubu oposisi juga memutuskan untuk tampil habis-habisan di konflik Solis ini.

Perjalanan ini bukan lagi sekedar pertempuran untuk membantu kelompok pemberontak saja, tetapi memahami peran sang ayah itu sendiri. Sementara di sisi lain, kelompok militer bayaran – Black Hand yang sudah menjadi lawan Rico sejak seri pertama juga muncul di Solis dan tampil terbuka sebagai penopang pemerintahan fasis yang tercipta. Perjuangan di dua sisi ini pun harus dilakoni oleh Rico.

Just Cause 4 part 2 jagatplay 45
Mampukah Rico melawan setiap tantangan yang ada?

Lantas, mampukah Rico membebaskan Solis? Seperti apa juga peran ayah Rico sebenarnya dalam konflik dan senjata pengendali cuaca ini? Mampukah Rico meruntuhkan Black Hand untuk selamanya? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Just Cause 4 ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…
January 13, 2022 - 0

Review God of War PC: Dewa di Rumah Baru!

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa Sony kini memang mulai…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…