10 Game Paling Mengecewakan di 2018!

Awal tahun, dan tidak ada lagi momen yang lebih tepat untuk melihat apa yang sudah kita lakukan selama setahun ke belakang, tentu saja – lebih pada kapasitas kita sebagai seorang gamer. Tahun 2018 adalah tahun yang cukup memanjakan bagi para gamer, apalagi dengan begitu franchise raksasa yang akhirnya menelurkan seri-seri teranyar mereka. Developer mulai memanfaatkan kemampuan konsol generasi terkini dengan optimal, dan developer indie secara konsisten mengeksplor konsep gameplay yang terhitung menyegarkan. Walaupun demikian, tidak sedikit pula yang justru hadir membawa lebih banyak kekecewaan daripada rasa puas. Game-game yang berujung tidak mampu memenuhi apa yang mereka janjikan sejak awal.
Semakin besar harapan, semakin pula besar kekecewaan yang bisa timbul, konsep ini mungkin paling tepat untuk menjelaskan salah satu kata yang kian sering diucapkan di industri game saat ini, Over-Hype. Dengan trailer dan screenshot yang dikemas sedemikian rupa, apalagi klaim dan janji para developer yang terus bergaung selama beberapa bulan sebelum rilis, tidak mengherankan jika gamer mulai membangun ekspektasi tertentu terhadap game yang mereka incar. Namun sayangnya, kita sering lupa bahwa industri game tetaplah sebuah bisnis. Hype yang sudah terbangun manis, berujung pada angka pre-order yang manis. Namun sayangnya, tidak seperti dongeng dengan akhir cerita indah, gamer justru mendapatkan sesuatu yang bertolak belakang dari apa yang mereka harapkan. Kekecewaan menjadi respon yang tepat.
Tapi ingat, MENGECEWAKAN BUKAN BERARTI BURUK. Hampir sebagian besar game yang dimasukkan ke dalam list ini adalah game-game yang masih bisa dinikmati, bahkan menawarkan kekuatan visual, gameplay, dan terkadang – cerita yang solid. Mengecewakan di sini hanya mengakar pada ketidakmampuan game-game ini untuk hadir dalam kualitas yang sepadan dengan hype yang sudah terbangun selama ini. Game-game yang sudah membuat banyak gamer berharap dan bermimpi, namun berakhir melemparkan semua energi positif ke tanah dan menginjak-nginjaknya tanpa ampun.
Jadi, dari semua game yang dirilis di tahun 2018, game-game mana saja yang menurut JagatPlay paling mengecewakan? Berikut adalah list 10 game paling mengecewakan tahun kemarin:
Shadow of the Tomb Raider

Seri yang justru berujung datar dan gagal menawarkan sesuatu yang klimaks sebagai penutup cerita, inilah yang kami rasakan ketika kami memainkan Shadow of the Tomb Raider. Ada rasa kecewa yang mendalam bahwa di tangan Eidos Montreal, petualangan terakhir yang seharusnya menjadi “upacara kelulusan” Lara Croft dari seorang petualang muda menjadi sosok Lara Croft – sang Tomb Raider yang kita kenal selama ini justru berujung hambar. Pilihan untuk lebih berfokus pada sisi eksplorasi dan pemecahan puzzle daripada pertempuran melawan musuh memang keputusan unik yang pantas untuk disambut baik. Hanya saja, cerita yang terhitung lemah dan kepribadian Lara yang tidak kunjung menarik membuat kisah apocalyptic yang satu ini berujung tak ubahnya “babak lain” petualangan Lara alih-alih berujung jadi sesuatu yang bombastis dan memorable.
Agony

Sesekali, setiap beberapa tahun sekali, Anda akan bertemu dengan game yang berhasil menggembar-gemborkan apa yang hendak mereka tawarkan bersama dengan kontroversi yang mereka suntikkan, namun gagal menawarkan sesuatu yang istimewa di produk akhir. Di tahun 2018 kemarin, kasus inilah yang sepertinya membungkus nama “Agony”. Sebagai game thriller yang disebut-sebut akan menggambarkan neraka sebagai tempat yang siap untuk membuat Anda berteriak histeris, termasuk dengan semua konten brutal dan ketelanjangan yang ada, Agony berujung jadi produk yang secara gameplay, sulit untuk dinikmati. Konten yang ternyata tidak segila yang dibicarakan, konten repetitif, hingga kualitas visual yang membuat Anda sulit untuk menangkap apa yang sebenarnya tengah terjadi menjadi topik diskusi saat ia dirilis. Pada akhirnya, namanya melekat sekedar sebagai judul yang kontroversial, namun gagal memenuhi apa yang diiinginkan dan dibutuhkan oleh gamer horror.
Overkill’s The Walking Dead

Seperti sebuah deja vu, ini mungkin kalimat yang tepat untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan game FPS multiplayer dari dev. Payday – Overkill, The Walking Dead. Diperkenalkan cukup lama tanpa kejelasan berita, game ini berhasil menarik perhatian lewat trailer pengenalan karakter yang memukau. Kasus yang sempat menimpa Dead Island di masa lalu seolah berulang di sini, dimana trailer sinematik nan ciamik yang mampu menggugah semua panca indera berujung menjadi produk yang sama sekali tidak merepresentasikan itu. Bahkan gamer yang datang dengan ekspektasi rendah sekalipun dan memimpikan sebuah game yang setidaknya setara dengan Left 4 Dead dari Turtle Rock Studios harus berakhir kecewa. Overkill’s The Walking Dead berujung jadi game yang begitu generik dengan begitu banyak masalah teknis di sana-sini.
Metal Gear Survive

Kami memang belum memainkan Metal Gear Survive dan sepertinya tidak tertarik untuk terjun masuk ke dalam game spin-off yang satu ini. Oleh karena itu, rasa kecewa tentu saja mengakar dari fakta bahwa untuk gamer seperti kami yang memimpikan kejutan besar yang dipersiapkan Konami untuk membuktikan bahwa “Metal Gear Solid Tidak Butuh Kojima” justru berujung jadi sebuah bumerang fatal untuk perusahaan asal Jepang ini sendiri. Game spin-off yang membawa para prajurti MotherBase Anda bertarung melawan makhluk aneh di dimensi lain ini tidak lagi punya akar yang membuatnya pantas untuk menyandang nama “Metal Gear” di dalamnya. Kami tidak pernah melihat diskusi terkait sebuah game Metal Gear, spin-off ataupun bukan, tenggelam dalam hitungan minggu sejak ia dirilis.