Review PAMALI: Kreativitas dalam Ketakutan!

Reading time:
January 15, 2019
pamali1

Jika kita berbicara soal game horror dari Indonesia, maka sebagian besar dari kita mungkin aka langsung mengacu pada nama Dreadout dari Digital Happiness. Game horror yang sudah dilepas sejak tahun 2014 yang lalu ini memang menjadi salah satu kisah nyata kesuksesan game lokal, apalagi saat ini ia dimainkan oleh persona Youtube ternama seperti Pewdiepie dan Game Grumps. Proses eksplorasi game horror dengan tema Indonesia yang kuat memang sempat tenggelam atau sekedar hadir dalam proyek percobaan yang tidak punya kualitas yang pantas untuk dijadikan sebagai produk komersial. Di tengah hype menyambut seri Dreadout 2 yang sepertinya mengusung genre permainan yang berbeda, Indonesia kedatangan game horror racikan anak bangsa lain yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Benar sekali, kita bicara soal PAMALI.

Hype terkait PAMALI memang sempat kuat ketika versi demo perdana yang keluar memperlihatkan konten potensial yang menjanjikan. Sang studio developer – StoryTale Studios punya visi dan misi yang jelas soal apa yang hendak mereka racik dan tema seperti apa yang hendak didorong. Namun kami sendiri termasuk gamer yang cukup pesimis dengan demo tersebut, terutama karena struktur cerita tidak jelas yang mengitari konsep “Pamali” – yang memang begitu kuat cita rasa kultural Indonesia-nya. Di sisi lain, ia juga hadir dengan tingkat cahaya yang begitu rendah hingga sulit menikmati atmosfer yang ada. Setelah menantikannya cukup lama, versi finalnya akhirnya tersedia.

Sebagai game episodik yang rencananya akan menghadirkan 4 skenario berbeda dengan fokus pada makhluk halus yang juga berbeda-beda, proses review ini didasarkan pada skenario yang tersedia saat ia ditulis – yakni Skenario 1 – “The White Lady” yang difokuskan pada sosok Kuntilanak itu sendiri. Ia tentu saja tidak merepresentasikan kualitas 3 skenario sisa yang tentu saja, belum kami jajal sama sekali.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh PAMALI ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang menawarkan kreativitas dalam ketakutan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

pamali jagatplay 58
Kisah “kuntilanak” di versi demo bukanlah cerita Pamali yang “sesungguhnya”.

Mengejutkan dan kreatif adalah dua kata yang akan kami pilih untuk menjelaskan plot yang ditawarkan oleh StoryTale Studios di skenario “The White Lady” PAMALI. Di versi demo, ada sinyal bahwa Anda sekedar berperan sebagai anak muda yang kebetulan mendapatkan warisan rumah dari saudara perempuannya yang baru saja meninggal. Namun kedangkalan cerita tersebut ternyata berujung menjadi sesuatu yang lebih di versi finalnya. PAMALI hadir dengan kisah yang secara cerdas, rasional untuk menyatukan empat episode cerita yang ia persiapkan.

Anda ternyata berperan sebagai seorang developer game horror yang tengah sibuk meracik game terbarunya. Di tengah kesibukan Anda merampungkannya, ada perintah dari atasan untuk melakukan proses research soal cerita-cerita supranatural dari beragam pelosok untuk memastikan bahwa game yang Anda racik merepresentasikan hal yang seharusnya. Salah satu dari cerita tersebut melibatkan “White Lady” itu sendiri dan berujung menjadi kisah yang harus Anda selami dan cermati. Pola cerita kreatif yang kini membuat format episodiknya menjadi sesuatu yang bisa dicerna secara rasional.

pamali jagatplay 12
Cerita utamanya? Anda adalah seorang developer game yang tengah mengumpulkan data untuk game horror Anda selanjutnya.
pamali jagatplay 121
Seperti namanya, skenario 1 “White Lady” berfokus pada kisah Kuntilanak.

Sementara untuk skenario “The White Lady” itu sendiri, Anda berperan sebagai seorang anak muda yang berusaha menjual rumah milik orang tuanya. Kotor dan cukup lama ditinggalkan, Anda juga diharuskan untuk mengumpulkan berkas-berkas penting di dalamnya sekaligus membantu membersihkannya agar terlihat menarik di mata para peminat. Namun seperti yang bisa diprediksi, rumah ini bukanlah rumah sembarangan. Ada aura yang ketidaktenangan yang kental di sini, dimana suara dan penampakan terjadi di beragam sudut. Lampu yang menyala sendiri, nomor rumah yang menolak untuk ditegakkan, hingga beragam benda paranormal tersimpan di ragam sudut. Aksi hendak menjual rumah ini berujung menjadi soal mempertahankan kewarasan.

Lantas, tantangan seperti apa saja yang harus ia hadapi? Bagaimana pula kesibukan Anda berperan sebagai seorang developer? Misi-misi apa saja yang bisa Anda tempuh dan selesaikan? Semua jawaban dari pertanyaan ini tentu bisa Anda dapatkan dengan memainkan PAMALI.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…
April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…