Preview Metro Exodus: Dunia itu Ternyata Indah!

Reading time:
February 14, 2019
Metro Exodus jagatplay part 1 231

Sangat disayangkan memang bahwa diskusi terkait salah satu game yang cukup diantisipasi di tahun 2019 ini harus didominasi soal kebijakan bisnis salah langkah beberapa minggu sebelum ia dirilis. Padahal sebelumnya, hampir setiap percakapan terkait namanya selalu dipenuhi dengan ekspektasi dan harapan besar soal tidak hanya kualitas visual saja tetapi juga kelanjutan cerita yang memancing rasa penasaran. Benar sekali, kita tengah berbicara soal Metro Exodus dari 4A Games. Sekuel yang akan didasarkan pada nove Metro 2035 ini memang siap untuk membawa kita ke arah yang baru, sesuatu yang lebih besar, luas, dan menegangkan daripada yang ditawarkan dua seri sebelumnya. Kini kesempatan untuk menjajal game ini akhirnya tiba.

Kami sendiri memilih PC sebagai platform gaming untuk menjajal game yang satu ini. Seperti yang bisa Anda prediksi, fakta bahwa ia menjadi salah satu game andalan NVIDIA untuk menjual teknologi RTX mereka adalah salah satu motivasi terkuat. Kami sendiri memilih untuk menggunakan ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 untuk proses bermain dan pengambilan screenshot seperti yang bisa Anda nikmati di artikel preview ini. Semua gambar ini diambil dalam resolusi 1080p, setting visual “Extreme” (mentok kanan), dengan fitur RTX “Ray Tracing” hidup dengan kualitas Ultra. Namun sayangnya, untuk alasan yang tidak jelas, kami tidak bisa menghidupkan fitur DLSS yang juga disertakan. Opsi ini terus menerus otomatis mati ketika kami berusaha menghidupkannya.

Kesan Pertama

Sebuah cerita baru yang memungkinkan 4A Games melakukan sesuatu yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya, ini sepertinya kalimat pembuka yang tepat untuk menjelaskan secara sederhana apa yang akan Anda temukan di Metro Exodus ini. Setelah selalu terikat pada kota Moscow dan semua jaringan terowongan bawah tanahnya yang gelap dan mencekam atas nama bertahan hidup, Metro Exodus kini akhirnya “membuka diri”. Plot yang berpusat pada usaha Artyom yang yakin bahwa tempat lain di dunia ini yang bisa dihuni dan bebas radiasi membuat Metro Exodus kini bergerak melewati begitu banyak tempat dengan terrain berbeda-beda. Setelah dua seri sebelumnya, Anda kini akhirnya bisa menjelajahi dunia Metro yang sesungguhnya. Dunia yang berantakan namun di sisi lain, begitu indah di saat yang sama.

Selain penyempurnaan kualitas visual yang dengan teknologi Ray-Tracing terlihat begitu realistis dan fantastis, terutama di beberapa momen dengan tata cahaya yang dramatis, Metro Exodus juga hadir dengan konsep dunia semi open-world di dalamnya.

Alih-alih linear, Anda kini disediakan sebuah lokasi luas yang bisa Anda jelajahi dengan bebas untuk mengumpulkan resource, mendapatkan equipment yang sudah pasti membantu perjalanan Anda selanjutnya, dan ekstra lore soal faksi apapun yang tengah Anda hadapi. Progress cerita bergerak dari satu area ke area yang lain dengan konsep yang serupa. Sejauh ini, ia terasa menyegarkan. Tidak lagi terkunci pada terowongan gelap dan bisa menikmati dunia Metro Exodus yang “seharusnya”, konsep seperti ini memberikan lebih banyak motivasi untuk mengeksplorasinya.

Tentu saja kompleksitas juga meningkat. Sejauh permainan kami saat menuliskan artikel preview ini, kami tidak menemukan lagi konsep toko berbasis peluru sebagai mata uang layaknya seri-seri sebelumnya. Metro Exodus lebih mendorong Anda untuk mengandalkan proses crafting untuk meracik peluru yang Anda butuhkan. Lewat meja khusus yang tersedia di beberapa lokasi, Anda juga bisa menyematkan mod spesifik untuk senjata yang Anda gunakan atau sekedar memasang equipment berbeda seperti armor dan helmet misalnya. Tenang saja, beberapa lokasi permainan masih menuntut Anda memasang topeng gas dengan limitas waktu – mekanik gameplay yang seolah mendefinisikan seri Metro itu sendiri.

Sembari menunggu waktu lebih proporsional untuk melakukan proses review mengingat progress kami yang baru mencapai area ketiga, izinkan kami melemparkan segudang screenshot di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan gambaran apa itu Metro Exodus. Terutama di sisi visual dengan teknologi RTX ON berkat dukungan kartu grafis ASUS ROG Strix GeForce RTX 2070 yang kami gunakan.

RAW Screenshot

(1080p, RTX ON, “Extreme” Visual Setting)

Metro Exodus jagatplay part 1 6 Metro Exodus jagatplay part 1 18 Metro Exodus jagatplay part 1 19 Metro Exodus jagatplay part 1 44 Metro Exodus jagatplay part 1 65 Metro Exodus jagatplay part 1 71 Metro Exodus jagatplay part 1 77 Metro Exodus jagatplay part 1 103 Metro Exodus jagatplay part 1 110 Metro Exodus jagatplay part 1 163 Metro Exodus jagatplay part 1 169 Metro Exodus jagatplay part 1 176 Metro Exodus jagatplay part 1 191 Metro Exodus jagatplay part 1 216 Metro Exodus jagatplay part 1 302
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…