Aktor Terkena Kasus Narkoba, SEGA Tahan Penjualan Judgment di Jepang

Reading time:
March 13, 2019
pierre taki1

Narkotika memang masih menjadi teror bagi banyak negara di seluruh dunia. Perang terus berkecamuk di tengah peraturan yang begitu ketat untuk menindak mereka yang berani untuk mengedarkannya atau “sekedar” berujung sebagai pemakai. Di beberapa negara Asia Timur yang masih menjunjung harga diri seperti Jepang misalnya, konsekuensinya juga terjadi secara sosial. Bayangkan jika kasus seperti ini mencederai performa sebuah produk yang tidak berhubungan sama sekali dengan aktivitas tersebut, namun tidak mau harus menuai konsekuensinya. Hal tersebutlah yang terjadi dengan SEGA dan game action detektif terbaru mereka – Judgment.

Menggunakan aktor ternama Jepang sebagai basis model ternyata tidak selamanya positif. Salah satu aktor yang “membintangi” Judgment – Pierre Taki yang berperan sebagai kapten Yakuza keluarga Matsuigane – Kyohei Hamura tersangkut kasus narkoba. Ia diduga menggunakan kokain yang tentu saja ilegal di mata hukum Jepang. Sembari menunggu konfirmasi secara pasti, SEGA memutuskan untuk menunda distribusi game Judgment di pasar Jepang. Mereka tidak akan mendistribusikan versi fisiknya untuk sementara sembari menarik game ini dari pasar digital. SEGA minta maaf untuk segala ketidaknyamanan yang terjadi.

pierre taki
Kasus narkoba yang melibatkan Pierre Taki membuat SEGA memutuskan untuk menahan distribusi fisik dan digital Judgment di Jepang.

Tidak sampai di sana saja, SEGA juga menghapus semua tweet yang sempat mereka rilis terkait Judgment. Untuk saat ini, mereka masih belum siap untuk berbicara soal nasib Judgment di masa depan. SEGA juga tidak banyak berbicara apakah kasus narkoba Pierre Taki ini juga akan mempengaruhi rilis versi barat yang rencananya akan meluncur pada tanggal 25 Juni 2019 mendatang untuk Playstation 4 ini.

Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah langkah SEGA ini berlebihan atau terasa rasional untuk standar kultur Jepang?

Source: Gematsu

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…