Review Anthem: Seperti Istana Pasir!

Reading time:
March 13, 2019

Respon Pada Feedback

Anthem jagatplay part 1 229
Feedback pada permintaan komunitas justru kian menguatkan rasa pesimis bahwa game ini akan bertahan.

Semua masalah di atas tentu bisa terselesaikan jika Anthem yang diposisikan sebagai “Game As Service” yang merupakan istilah indah untuk menjelaskan dukungan konten konsisten setidaknya dalam jangka waktu panjang, memang terus dibenahi. Bahwa sang developer – Bioware Edmonton secara jelas mendengar feedback yang didengungkan oleh gamer dan secara aktif menjawabnya lewat perbaikan-perbaikan signifikan yang memuaskan. Jika mereka berhasil melakukan hal tersebut, maka Anthem bisa tumbuh menjadi game action RPG yang solid di kemudian hari dan tampil fantastis seiring dengan usianya yang menua.

Karena alasan yang sama pula lah, kami menunda review Anthem kami. Setelah proses inisiasi yang tidak seberapa memuaskan, kami berharap Bioware akan menyelesaikan beragam masalah dan keluhan dalam waktu singkat. Puncaknya seharusnya terjadi di tanggal 9 Maret 2019 kemarin setelah update terbaru berukuran sekitar 4 GB dilemparkan untuk menjawab satu keluhan besar – sistem loot tidak asyik yang kami bicarakan di sesi sebelumnya. Ini menjadi momen yang tepat bagi kami untuk menilai seberapa responsif sebenarnya Bioware pada komunitas dan seberapa kuat komitmen mereka untuk membuat Anthem tampil semakin solid. Sayangnya? Kami justru kembali dengan rasa pesimis yang tinggi.

Karena saat ini, Bioware terasa seperti developer “kacangan” yang tidak paham soal apa yang harus mereka lakukan dengan Anthem. Sebagai contoh? Kasus loot saja misalnya. Gamer dan komunitas mengeluh bagaimana permainan end-game mereka masih dihantui dengan loot berwarna putih dan hijau, dua level item terendah. Bioware merespon dengan berjanji akan membuang 2 tingkat loot tersebut di end-game dan mengganti level kelangkaan biru & ungu sebagai standar baru. Banyak gamer yang merasa bahwa pembuangan warna putih dan hijau tersebut secara otomatis akan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan Masterworks dan Legendary, dua tingkat yang tertinggi. Namun apa yang didapatkan gamer Anthem? Benar sekali, hujan loot biru dan ungu yang tidak mereka butuhkan, dengan kesempatan yang sama jarangnya untuk mendapatkan Masterworks dan Legendary.

Protes pun langsung mengemuka di beragam situs komunitas, termasuk Reddit, meminta Bioware untuk segera membereskan sistem loot ini dengan ancaman boikot bahkan dilontarkan. Alih-alih merepson keluhan ini dengan cepat, pernyataan petinggi EA justru terdengar klise. Ia menjanjikan perubahan loot di “beberapa bulan ke depan” yang notabene, cukup untuk membuat Anthem ditinggalkan oleh gamer aktifnya saat ini. Semuanya diperburuk dengan jangka waktu konten “cuma-cuma” yang sempat dijanjikan roadmap resmi Bioware untuk Anthem yang panjang. Ketika gamer sudah muak dengan konten yang itu-itu saja, konten baru masih belum tiba. Lebih parahnya lagi? Alih-alih misi Stronghold baru atau melanjutkan cerita misalnya, konfirmasi bahwa konten roadmap terdekat Anthem hanya berisikan misi tak penting dengan reward kosmetik secara fokus. Tidak ada senjata baru, tidak ada monster raksasa baru, Anda hanya akan kembali bertemu dengan para Ash Titan yang tidak lagi terasa relevan.

loot 1
Anda tahu game Anda “bermasalah” ketika komunitas paling aktif dan paling ambisius untuk game Anda semuanya datang dengan keluhan yang sama.
few months anthem
Beberapa bulan ke depan?

Tidak sampai di sana saja, Bioware juga setidaknya di dua kesempatan berbeda, tidak secara terbuka menginformasikan apa saja yang sudah mereka ubah via patch yang disuntikkan ataupun tweak yang mereka lakukan di sisi server. Maka terkadang Anda bertemu dengan kondisi membingungkan dengan penjelasan yang tidak terbuka soal apa yang terjadi. Sebagai contoh? Kembali soal kasus loot. Anthem sempat mendapatkan fase loot “murah hati” yang berisikan banyak item Masterworks dan Legendary, namun tiba-tiba berubah dalam waku singkat, kembali masuk ke fase “pelit”. Bioware tidak mengkomunikasikan bahwa mereka mengubah drop chance dari sisi mereka kepada gamer, menimbulkan lebih banyak pertanyaan. Tidak hanya terjadi sekali saja, kasus serupa terjadi untuk kedua kalinya belum lama ini.

Mereka bahkan terasa “tidak becus” menangani proses distribusi item kosmetik yang seharusnya menjadi kunci microtransactions Anthem – yang notabene menjadi sumber uang bagi EA dan Bioware itu sendiri. Alih-alih langsung mengeluarkan semua item kosmetik super keren yang bisa mereka suntikkan hingga gamer bisa memilih desain Javelin atau sekedar cat mana yang mereka inginkan, Bioware lebih memilih untuk mendistribusikannya secara berkala lewat update mingguan. Anda mungkin berpikir ini adalah ide super cerdas, namun nyatanya, justru menghasilkan efek berkebalikan. Mengapa? Karena gamer, seperti halnya kami, selalu berujung menyimpan uang in-game yang berhasil dikumpulkan dan tidak berbelanja sama sekali atas ketakutan dan kecemasan bahwa bisa jadi nanti, akan ada item kosmetik yang lebih bagus tampil sebagai update di masa depan. Ketakutan “akan ada lebih banyak item bagus di masa depan ini” tidak hanya membuat banyak gamer tertahan menggunakan item kosmetik default mereka saja, tetapi enggan untuk mengeluarkan uang nyata untuk Anthem.

march update
Update konten di bulan Maret yang isinya, tidak signifikan.

Respon negatif dari komunitas yang sudah secara sabar memberikan masukan kepada Bioware terkait Anthem selama beberapa minggu terakhir kami menunggu menulis review ini justru memperlihatkan terpaan angin penuh rasa pesimis daripada optimis, bahwa komunitas game ini akan tetap ramai dan bertahan untuk waktu yang sangat lama. Respon Bioware yang seperti “terputus” dengan apa yang diinginkan komunitas dan keengganan untuk belajar dari kesalahan developer lain adalah sebuah tamparan super keras untuk mereka yang sudah memercayakan uang mereka.

Hal ini bisa berubah di masa depan, seperti yang terjadi dengan Ubisoft dan Rainbow Six: Siege ataupun Blizzard dengan Diablo 3. Kami tidak bisa memprediksi hal tersebut. Namun untuk saat ini, kami cukup berharap itu akan terjadi sesegera mungkin sebelum komunitasnya mulai beralih ke beragam game raksasa yang lain.

Kesimpulan

Anthem jagatplay part 1 194
Kondisi Anthem saat ini tak ubahnya istana pasir. Indah tapi rapuh.

Maka apa yang bisa disimpulkan dari Anthem? Bahwa untuk saat ini, ia terlihat tidak ubahnya sebuah istana pasir nan megah yang dibangun di tepi pantai. Ia terlihat begitu indah dan memesona dengan detail yang siap untuk membuat Anda jatuh hati sejak pandangan pertama, namun pada akhirnya, ia dibangun dengan pasir yang mudah retak tersampu ombak. Bentuk dan daya tariknya tidak mampu untuk membungkus banyak kelemahan yang ia miliki, bahkan di level pondasi sekalipun. Pelan tapi pasti, seiring dengan semakin banyak Anda menghabiskan waktu dengannya, Anda mulai memahami bahwa bentuknya yang megah bukanlah cermin kualitasnya yang sebenarnya. Bahwa dengan sedikit guncangan, air, dan dorongan, ia mudah runtuh. Bioware – sang peracik istana pasir ini kini berada di persimpangan jalan.

Bahwa jelas komunitas yang sudah begitu mengagumi dan mencintai istana pasir ini secara lantang terus memberikan masukan bagi sang artisan untuk membenahi dan memperkuatnya. Alasannya? Semata-mata mereka tidak ingin melihat istana pasir nan indah ini hilang tersapu ombak dengan begitu cepat. Namun untuk saat ini, sang artisan terlihat tidak banyak peduli. Tidak hanya karena pondasinya yang lemah saja, tetapi juga karena bahannya sendiri yang tidak sempurna. Ada begitu banyak kerikil besar yang tercampur dalam istana pasir tersebut, membuatnya yang sudah terlihat rapuh sejak awal semakin rapuh. Sang artisan kini tidak hanya harus bertarung melawan istananya sendiri yang mulai runtuh dan kritik para penikmatnya, tetapi juga waktu.

Berdasarkan analogi tersebut, apakah Anthem saat ini menarik untuk menghabiskan waktu dan uang Anda? Jika Anda bisa mendapatkannya via Origin Access yang harganya jauh lebih murah daripada membelinya secara satuan, tentu saja. Tetapi di sisi lain Anda tetap harus bersabar hati dan menelan semua kekecewaan yang bisa terjadi. Namun jika Anda tidak punya akses untuk itu, kami sendiri menyarankan Anda untuk menunggu. Menunggu hingga Bioware menyelesaikan masalah teknis yang ada, menunggu Bioware mengatasi masalah reward yang tidak memuaskan, menunggu Bioware memberikan roadmap konten yang lebih konsisten, dan menunggu Bioware memastikan bahwa mereka siap melakukan apa saja untuk membuat komunitas Anthem tidak tenggelam begitu saja.

Kelebihan

Anthem jagatplay part 1 102
Frostbite yang tidak perlu lagi diragukan.
  • Kualitas visual memesona
  • Kelas Javelin yang unik dan berbeda
  • Sensasi menggunakan senjata memuaskan
  • Cerita lumayan keren
  • Sensasi terbang
  • OST yang cukup kuat untuk membangun atmosfer

Kekurangan

Anthem jagatplay part 1 354
Game loot-based tanpa loot yang keren? Sebuah bencana!
  • Penuh bug dan masalah teknis fatal
  • Loot “sampah”
  • Senjata tidak terasa kreatif
  • Reward tidak terasa memuaskan
  • Banyak konten misi yang repetitif
  • Waktu dan jumlah loading time
  • Mekanisme terbang tidak diimplementasikan banyak di sisi gameplay / strategi
  • Jangka waktu konten untuk konsep Games as Service terasa terlalu lama

Cocok untuk gamer: pencinta game dengan konsep repetitif, butuh game multiplayer untuk dimainkan bersama teman

Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan game loot-based shooter yang memuaskan, tidak sabar melihat loading screen dengan waktu yang lama

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…