JagatPlay: Menjajal Days Gone – 2 Jam Pertama!

Reading time:
March 6, 2019

Lebih Baik dari Demo E3 2018

Days gone jagatplay 2
Dibandingkan dengan demo yang sempat kami jajal di E3 2018, Days Gone kini hadir dengan presentasi lebih sempurna. Baik dari sisi visual, audio, dan juga framerate.

Salah satu hal yang bisa kami laporkan dengan penuh kelegaan adalah bahwa versi “mendekati final” yang kami jajal ini berujung jauh lebih baik dari versi demo yang kami jajal di E3 2018 kemarin. Bukan hanya dari sisi visual dan audio saja, tetapi juga kenyamanan bermain yang ditawarkan dari sisi teknis, seperti framerate misalnya. Untuk sebuah game open-world yang menawarkan dunia yang memanjakan mata, kondisi ini tentu saja melegakan. Ini menjadi kesempatan untuk merasakan sendiri kualitas presentasi tidak pernah mengecewakan yang sepertinya melekat kuat pada game-game eksklusif milik Sony.

Salah satu yang tampil memukau bagi kami adalah audio. Pemilihan musik untuk memperkuat atmosfer dramatis di setengah jam pertama Days Gone terasa tepat, bersama dengan voice acting yang terasa natural layaknya sebuah film layar lebar. Sebuah kualitas game single-player yang sepertinya bisa Anda antisipasi dari sebuah game eksklusif Playstation 4 yang untungnya tetap ditawarkan oleh Sony Bend Studio.

Sementara dari sisi visual, menjajalnya di versi Playstation 4 Pro menawarkan sensasi memanjakan mata tersendiri. Tekstur dan desain karakter Deacon secara keseluruhan yang sempat tidak terasa simpatik di awal trailer terlihat lebih bersinar. Setidaknya ia hadir dengan citra karakter utama yang tangguh. Bersama dengan desain dunia yang walaupun belum kami jajal sepenuhnya, terasa indah dan dramatis dii beberapa titik, ia memuat formula game open-world yang dibutuhkan oleh gamer modern saat ini. Anda bisa merasakan bahwa ada peradaban dan kehidupan masa lampau yang jelas terpengaruh oleh wabah mematikan ini, dari gedung kotor yang ditinggalkan hingga rongsokan mobil yang berserakan. Ada pula presentasi visual kecil penuh detail visual perban untuk Deacon jika ia menggunakan item penyembuh ini. Days Gone juga memuat sistem cuaca dan siang-malam dinamis yang bisa dipercepat lewat sistem “Rest” di beberapa lokasi khusus.

Days gone jagatplay 4
Anda tidak bisa menghancurkan bagian tubuh Friekers atas nama strategi. Mereka bisa hancur sebagai efek kosmetik.
Days gone jagatplay 5
Sistem siang-malam dinamis juga ditawarkan di sini.

Namun ada satu hal yang cukup mengejutkan kami. Bahwa terlepas dari tren game “zombie” modern saat ini dimana serangan senjata api super berat seperti Shotgun bisa digunakan untuk menghancurkan tubuh musuh seperti kepala atau kaki misalnya atas nama keuntungan strategis (contoh Resident Evil 2 Remake), hal tersebut tidak terlihat di build Days Gone yang kami jajal. David Lee – sang Community Manager menyebut bahwa sistem damage ini sebenarnya tersedia dan akan merefleksikan damage yang Anda lemparkan kepada para Freakers, namun sayangnya sejauh ini ia lebih terlihat sebagai kosmetik. Bahwa serangan terakhir Anda saat membunuh Freakers lah yang membuat bagian tubuh mereka putus sebagai “hiasan” dan bukan sebagai sesuatu yang bisa Anda manfaatkan untuk strategi bertarung atau lari.

Hal lain yang terasa tidak “sreg” dalam sesi gameplay kami bersama Days Gone juga meluncur dari sensasi gunplay itu sendiri. Ada sesuatu yang terasa janggal di sensasi tembak-menembak Days Gone untuk ukuran sebuah game modern, sesuatu yang membuat aspek ini sulit untuk dinikmati dan terasa tidak memuaskan. Di awal permainan, kami sempat mensinyalir bahwa rasa tidak enak itu muncul dari akurasi tembakan Deacon yang memang diracik sedemikian rupa untuk tidak selalu akurat sehingga perasaan terancam adalah sesuatu yang secara konstan terjadi. Akurasi ini memang bisa diperbaiki dengan menggunakan sistem skill yang akan kita bicarakan nanti, namun pada akhirnya seharusnya tidak berkontribusi begitu signifikannya pada keluhan tersebut. Dari B-Roll yang disediakan Sony Bend Studio, kami sepertinya sudah bisa menerka apa yang terjadi.

Anda bisa melihatnya dari dua potongan video yang kami sertakan di atas dengan sedikit slow motion di dalamnya untuk memberikan kejelasan apa yang terjadi. Sepertinya, berbeda dengan game shooting modern lainnya, Days Gone masih lemah di sisi akurasi feedback tembakan. Di kasus pertama dan musuh pertama, tembakan yang lebih banyak mengarah ke lengan ditutup dengan animasi tewas musuh yang justru memegang perutnya. Musuh kedua bahkan lebih absurd, dengan dua kali peluru di kepala yang tidak langsung membunuhnya padahal statusnya sebagai manusia, yang juga ditutup dengan animasi kematian yang sama sekali tidak merefleksikan damage peluru yang ia terima. Di video kedua Anda juga bisa melihat bagaimana tembakan di kaki Freakers berujung direspon dengan animasi memegang perut yang jelas di sini, bukan target utama Anda. Ini membuat Days Gone tampil sebagai game shooter dengan sensasi yang membingungkan.

Sayangnya tidak jelas apakah desain ini memang sesuatu yang secara sengaja didesain oleh Sony Bend Studio untuk misalnya, merefleksikan mekanik RPG dengan peluru berbasis damage yang mungkin tidak mereka perlihatkan jelas dalam gameplay ataukah sekedar kelemahan teknis yang tentu saja, butuh diperbaiki sebelum rilis final. Satu yang pasti, dari sisi presentasi, animasi dan feedback dari damage ini dari proses demo yang kami jajal berujung tidak memuaskan. Sebuah pukulan yang tentu saja telak. Berharap saja hal ini ditangani sebelum Days Gone dilepas resmi bulan April 2019 mendatang.

Open World, Crafting, dan Camp

Days gone jagatplay 1
Days Gone secara sederhana bisa disimpulkan sebagai game action open-world.

Secara garis besar, Days Gone bisa disebut sebagai sebuah game action open-world. Bukan survival horror, bukan RPG, sebuah game action open-world dengan format yang sepertinya akan terasa familiar untuk sebagian besar dari Anda. Bahwa Anda akan bertemu dengan dunia indah dan besar yang berisikan beragam aktivitas di dalamnya yang akan berkontribusi tertentu pada kemudahan permainan Anda. Di dalamnya misi utama yang bisa dipicu untuk menggerakkan cerita juga akan hadir dengan ikon terpisah. Bersamanya, Deacon akan dipersenjatai dengan beragam senjata api dari rifle hingga shotgun untuk “menyelesaikan” beragam masalah yang ada. Ia juga diperkuat dengan sebuah pisau belati untuk aksi stealth yang juga memainkan peran penting untuk sisi aksi minim resiko dan tentu saja beragam senjata melee yang punya sistem damage mereka sendiri.

Maka kita bergerak ke satu elemen penting – motivasi untuk menyelesaikan setiap misi sampingan ini. Ada dua hal utama yang sepertinya akan mendorong Anda untuk menyibukkan dan mempersiapkan diri. Ada misi sampingan berupa “Infection” yang biasanya meminta Anda untuk membunuh, membasmi, dan membakar para Freakers yang akan membuka opsi Fast Travel untuk kemudahan bergerak dengan cepat. Sementara ada misi-misi lain seperti Bounty Hunting yang notabene merupakan pekerjaan utama Deacon, untuk ekstra resource. Satu yang menarik? Apapun aktivitas yang Anda lakukan, Anda akan mendapatkan reward berupa Exp Points / Trust Points untuk camp terdekat. Di sinilah peran Deacon menjadi penting.

Anda pasti pernah mendengar bagaimana Days Gone  akan memuat beberapa faksi untuk Anda lawan, dari varian Freakers, Rippers – kelompok yang menyembah Freakers, Newts – Freakers anak kecil yang hanya menyerang saat Anda sekarat, dan tentu saja para bandit manusia yang mampu mengangkat senjata api. Namun bukan faksi-faksi yang Anda lawan saja, gamer juga akan bertemu dengan Camp – sejenis komunitas aktif yang saling mendukung satu sama lain di dalamnya, memperbesar kesempatan untuk bertahan hidup. Setiap aksi Anda menyelesaikan misi sampingan di sekitar area Camp akan berkontribusi pada point bernama Trust yang secara sederhana, bisa Anda lihat sebagai indikasi hubungan baik Anda dengan Camp tersebut. Reward-nya? Semakin besar Trust yang Anda miliki di satu Camp spesifik, semakin banyak pula hal yang bisa Anda dapatkan darinya. Anda bisa membeli senjata, melakukan upgrade senjata, dan membeli resource crafting yang lebih baik seiring dengan meningkatnya jumlah Trust.

Days gone jagatplay 10
Melalui proses pengumpulan resource dan crafting, Deacon bisa mempertahankan dirinya.

Karena memang harus diakui, dunia Days Gone bukanlah sebuah dunia yang “bersahabat”. Menjadikan proses crafting sebagai salah satu solusi untuk bertahan hidup, Deacon bisa mengambil beragam material di sepanjang perjalanan untuk meracik bomb atau anak panah yang baru, layaknya konsep yang sempat ditelurkan The Last of Us dan Horizon Zero Dawn, lengkap dengan efek slow motion pula. Yang berbeda? Barang-barang yang digunakan oleh Deacon juga punya konsep durabilitasnya sendiri. Ini berarti, senjata melee yang sering Anda gunakan bisa hancur jika sering digunakan hingga supressor yang Anda pasang untuk senjata api Anda untuk mendukung gaya bermain stealth. Oleh karena itu, kebutuhan untuk mengumpulkan resource atau membeli benda-benda ini dari camp tidak bisa lagi lebih esensial.

Di sisi yang lain, Days Gone juga memberikan sedikit elemen RPG ringan di dalam petualangan Deacon ini. Menyelesaikan ragam misi sampingan dan menghabisi musuh yang Anda hadapi juga akan semakin mendekatnya Anda pada ekstra Skill Points yang akan bisa didistribusikan ke dalam tiga kategori berbeda: Melee, Range, dan Survival. Setiap point yang Anda sematkan untuk kategori ini tentu akan membuat lebih efektif. Melee bisa membuat Anda melakukan proses crafting untuk senjata baku hatam lebih mematikan, Range bisa menawarkan efek bernama Focus yang bisa melambatkan waktu untuk membuat Anda lebih mudah melakukan headshot, hingga Survival yang akan membuat Anda kini bisa mengumpulkan resource lebih efektif. David Lee – Community Manager Days Gone menyebut bahwa terlepas dari fakta bahwa gamer (seperti kami) bisa mendistribusikan Skill Points mereka dalam format Min-Max dalam kategori ini, ia lebih merekomendasikan distribusi yang lebih berimbang ke semua kategori yang ada. Mengapa? Karena ancaman Days Gone tidak akan bisa diatasi dengan hanya satu senjata saja.

Ancaman terbesar tentu saja adalah Horde yang di versi demo E3 2018 yang kami jajal, menjadi sebuah tantangan yang sulit untuk ditundukkan. Di versi demo kali ini? Tidak banyak berbeda. Kumpulan puluhan sampai ratusan Freakers yang berbagi satu bar HP yang sama ini tetap menawarkan tantangan yang paling sulit, bahkan di jam awal permainan. Kami sempat bertemu dengan kumpulan Horde yang kali ini punya jumlah lebih sedikit, namun butuh banyak perencanaan untuk dibersihkan. Membiarkan mereka mengejar Anda sembari mencari rute paling strategis penuh bahan peledak misalnya akan sangat membantu. Berusaha melawan mereka secara langsung? Pastikan saja Anda memang sudah membawa persenjataan yang cukup dengan perangkap di sana-sini. Kami sendiri berjuang selama sesi demo ini untuk membersihkan Horde yang lebih kecil ini, namun tetap gagal. Kami noob? Atau Deacon yang kami gunakan masih kekurangan senjata yang efektif? Apapun alasannya, Horde akan cukup untuk membuat Anda frustrasi.

Days gone jagatplay 7
Horde tetap jadi tantangan super sulit yang tidak mudah ditangani.

Deacon juga dipersenjatai dengan kemampuan survival yang bersifat tidak ubahnya “Eagle Eye’ Assassin’s Creed atau Witcher Sense milik The Witcher 3: Wild Hunt. Benar sekali, kemampuan yang bisa dipicu dengan satu tombol ini akan membuat Anda masuk ke dalam mode deteksi investigatif untuk mencari clue atau resource apa saja yang bisa dikumpulkan dalam jarak jangkauan. Anda bisa melihat jejak kaki binatang dan juga manusia. Jika ia berhubungan dengan cerita, tidak jarang Anda juga mendapatkan animasi singkat reka ulang apa yang sebenarnya terjadi seperti kemampuan investigatif Batman di seri Arkham. Seiring dengan distribusi skill point ke kategori Survival, lama aktifnya kemampuan yang diberi nama “Survival Vision” ini juga akan semakin lama dan luas. Ini akan menjadi salah satu skill yang akan paling sering Anda akses saat proses eksplorasi, hanya untuk memastikan Anda tidak melewatkan resource yang tersebar.

Sayangnya, kami juga menemukan sebuah keanehan lain dalam Days Gone ketika melewati proses eksplorasi seperti ini. Terlepas dari dunia indah yang penuh dengan sungai dangkal dan danau yang akan Anda temui, Deacon ternyata tidak bisa berenang. Berusaha untuk mengukur kedalaman sumber air seperti ini akan secara otomatis membuat Deacon kembali ke tepi sungai atau danau. Untuk sebuah game modern, ini tentu saja keputusan yang aneh. Langsung melemparkan kasus ini langsung ke Sony Bend Studio, mereka beralasan bahwa absennya kemampuan berenang Deacon akan dijustifikasi lewat alasan naratif / cerita. Namun sayangnya, mereka tidak berbagi detail lebih jauh terkait hal ini. Apakah Deacon trauma pada air? Ataukah ini sesuatu yang berkaitan dengan pandemik yang ada? Satu-satunya cara untuk menemukan jawabannya adalah memainkan Days Gone pada saat rilis nanti.

Sementara untuk sisi misi dan cerita yang ada, Sony Bend Studio mengaku sudah menyingkirkan desain yang memberikan opsi bagi gamer untuk menentukan nasib karakter spesifik lewat sistem pilihan-konsekuensi yang sudah ditawarkan game-game lain. Untuk memastikan cerita yang mereka racik solid, kini semua sekuens akan berjalan layaknya game single-player pada umumnya. Sistem ini dipastikan tidak lagi tersedia di versi final.

Si Motor

Days gone jagatplay 8
Apakah si motor punya peran yang signifikan di Days Gone?

Jika Anda mengikuti informasi terkait Days Gone selama setidaknya dua tahun terakhir ini, maka sepertinya Anda tidak akan asing lagi dengan sang sepeda motor yang digunakan Deacon, sesuatu yang selalu didengungkan sebagai sesuatu yang istimewa. Deacon akan punya opsi untuk melakukan proses upgrade untuknya, membuatnya berdaya tahan tinggi, lebih cepat, dan lebih efektif menggunakan bahan bakar. Banyak dari kita yang tentu saja berharap bahwa motor ini akan berperan lebih dari sekedar moda transportasi saja. Bahwa ia akan punya peran yang mungkin setara dengan kuda dari Red Dead Redemption 2 dimana ia menjadi tempat penyimpanan senjata-senjata berat yang esensial untuk perjalanan Anda. Namun apa yang sebenarnya ia tawarkan?

Dari dua jam awal permainan kami yang juga diisi dengan sisi eksplorasi open-world itu sendiri, motor di Days Gone ternyata tidak lebih dari sekedar moda transportasi. Bahwa fungsi utamanya tidak lebih dari sekedar membawa Anda bergerak dari titik A ke titik B secepat yang ia bisa. Bahkan, kehadirannya menjadi motivasi ekstra Anda untuk melakukan proses eksplorasi. Mengapa? Karena ternyata motor ini menjadi “beban” tersendiri. Ia bisa rusak dan ia bisa kehabisan bahan bakar.  Secara logis, ketika ia kehabisan bahan bakar dan tidak bisa lagi berjalan, Anda tentu harus mencari jerigen di lokasi terdekat untuk mengisinya kembali. Opsi untuk memprediksi jarak perjalanan Anda dan mencari pom bensin yang masih aktif juga menjadi solusi yang rasional. Bahan bakar ini juga akan menjadi resource yang Anda butuhkan untuk melakukan Fast Travel, yang akan menghitung berapa tepatnya jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk melakukannya.

Hal lain kedua yang bisa terjadi adalah kerusakan. Dipresentasikan lewat angka persentase dimana 100% adalah kondisi terbaik dan 0% untuk kerusakan paling fatal, Anda harus mawas akan hal yang satu ini. Mengapa? Karena semakin tinggi kerusakan motor, semakin lemah pula performa yang bisa ia hasilkan, yang juga mempengaruhi kecepatannya. Pelan berarti membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan Anda sekaligus resiko lebih tinggi ketika Anda berhadapan dengan ancaman acak seperti dikejar oleh sekelompok serigala yang begitu buas. Untungnya, ada opsi untuk memperbaikinya. Dengan hanya menekan satu tombol saja, Anda bisa membawa motor Anda ke kondisi terbaiknya, tanpa perlu mengorbankan resource apapun. Dari sistem seperti ini, Days Gone akan mendorong Anda untuk memperlakukan motor Anda lebih baik, memastikan ia tidak menabrak marka jalan atau sekedar menjadikannya “tameng” saat bertempur melawan para bandit / Marauders misalnya.

Days gone jagatplay 3
Dari 2 jam permainan awal kami, ia memang terasa tidak lebih dari sebuah moda transportasi. Kebutuhan untuk merawat dan memperkuatnya akan membuat Anda tidak hanya lebih cepat mencapai tujuan, tetapi juga menghindari ancaman yang mengejar Anda.

Maka seperti yang sempat dibicarakan sebelumnya, proses upgrade juga dimungkinkan. Anda bisa membuat motor Anda ini lebih kencang, lebih tahan banting, dan lebih efektif menangani bahan bakar yang ada. Sayangnnya, kesemua hal tersebut tidak lantas membuat peran sang motor lebih penting daripada sekedar moda transportasi saja, setidaknya dari sesi 2 jam gameplay kami. Satu-satunya kontribusi signifikan yang ia tawarkan untuk aksi Anda hanyalah sebuah ammo pouch di belakang motor yang tentu saja bisa Anda isi kembali ketika kosong. Ammo pouch ini akan menjadi “ammo cadangan” yang bisa Anda manfaatkan ketika kehabisan saat proses eksplorasi atau menyelesaikan misi sampingan yang ada.

Namun untuk sementara ini, kami tidak menemukan sesuatu yang lebih signifikan lagi daripada ammo pouch ini. Anda misalnya dipastikan tidak akan bisa memodifikasi motor ini dan menyematkan beragam senjata tajam berbahaya ala Dead Rising untuk membuatnya jadi mesin pembunuh Freakers. Kami juga sempat menjajalnya sebagai “senjata” dengan berusaha membersihkan Horde dengan menabrak mereka secara langsung, namun berujung jadi bencana karena ia berujung rusak, berhenti total, dan kini Anda menjadi mangsa Freakers yang kelaparan.

Kami sempat berusaha mengumpulkan informasi kira-kira fitur seperti apa yang kami lewatkan dengan motor ini. Satu-satunya hal baru yang kami serap adalah ia bisa diposisikan sebagai sebuah “checkpoint berjalan”. Ini berarti Anda akan respawn dimana motor Anda diparkir jika Anda berujung tewas karena keteledoran tertentu.

Apakah informasi ini berujung membuat kami melihat motor Deacon dengan kacamata yang baru? Sayangnya tidak. Mungkin pentingnya moda transportasi ini lebih terasa setelah Anda menjajalnya lebih jauh, mengingat semakin besar area yang harus Anda eksplorasi dan banyaknya tempat yang harus Anda kunjungi, apalagi mengingat Fast Travel butuh bahan bakar. Tetapi di dua jam pertama, ia terasa mengecewakan. Tetapi setidaknya Anda akan sedikit terhibur dengan beragam misi dan momen acak yang mungkin muncul saat Anda berkendara. Kami misalnya sempat bertemu dengan survivor yang terkurung di dalam mobil yang dikepung Freakers. Membebaskannya tidak hanya menyediakan resource saja, tetapi juga menumbuhkan Trust dengan camp terdekat.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…