JagatPlay: Menjajal Days Gone – 2 Jam Pertama!

Reading time:
March 6, 2019

Musuh Terbesar? Komparasi.

Days Gone jagatplay e3 2018 5
Komparasi sepertinya akan menjadi salah satu “musuh terberat” Days Gone.

Salah satu tantangan terberat dari Sony Bend Studio dan Days Gone, terutama soal resepsi dari gamer, adalah proses komparasi yang tidak terhindarkan. Mereka bisa menyebut musuh utama di sini sebagai Freakers dan menjelaskan bagaimana mereka adalah makhluk yang berbeda dibandingkan zombie yang kita kenal selama ini. Namun sekilas pandang, bukan pekerjaan mudah untuk membuat gamer memandang kedua makhluk ini sebagai entitas yang berbeda. Begitu pandangan untuk melihatnya sebagai game zombie “masuk”, maka komparasi tidak lagi terhindarkan. Dan untuk sementara ini, kemanapun kami melihatnya, ini bukan situasi yang menguntungkan bagi Days Gone.

Gamer akan membandingkannya dengan Resident Evil 2 Remake terlepas dari fakta bahwa satunya merupakan game dengan desain level tertutup sementara Days Gone adalah sebuah game action open-world terbuka dengan kuantitas Freakers yang lebih banyak. Mereka yang sudah mencicipi game action racikan Capcom ini besar kemungkinan akan langsung memperbandingkan bagaimana animasi dan efek peluru pada Freakers misalnya, yang seperti kami bicarakan di atas, tidak memberikan sensasi impact yang memuaskan dan tidak bisa diakali untuk kepentingan strategis tertentu. Mereka tidak akan peduli bahwa tantangan teknis untuk meracik dua buah game ini tentu saja akan berbeda.

Konsep crafting dan pendekatan stealth yang bisa dilakukan tentu membuat Days Gone mau tidak mau juga akan diperbandingkan dengan The Last of Us dan Clickers miliknya, misalnya. Padahal The Last of Us akan jauh lebih pantas disebut sebagai sebuah game survival daripada action misalnya, mengingat resource yang bisa dikumpulkan Joel dan Ellie terhitung terbatas. Kondisi seperti ini membuat setiap peluru yang meluncur dari moncong senjata Joel terasa begitu penting dan bermakna, apalagi saat melawan musuh yang ada. Konsep desain yang cukup tertutup juga tentu menawarkan keuntungan teknis yang berbeda dibandingkan Days Gone yang notabene merupakan game open-world. Sensasi menggunakan senjata ini jika dibandingkan, tidak akan menguntungkan Days Gone.

Hal yang sama juga akan terjadi dengan konsep open-world-nya yang memang sedikit banyak mengingatkan Anda pada game open-world pada umumnya seperti Far Cry misalnya. Teropong untuk menandai musuh, misi berbasis ikon yang bisa Anda kunjungi dan selesaikan kapanpun Anda inginkan, serta suntikan sedikit elemen pohon skill di dalamnya juga tidak akan sulit untuk membuat gamer berusaha membawa kedua nama ini di meja yang sama.

Days gone jagatplay 6
Membandingkannya dengan produk serupa yang sempat dirilis sebelumnya dengan tema yang serupa membuat Days Gone tidak terlihat istimewa dari sisi gameplay.

Sindrom komparasi seperti ini seolah-olah menguatkan kesan di mata kami, bahwa di setidaknya 2 jam permainan yang kami jajal, Days Gone masih belum punya identitas kuat yang benar-benar berbeda untuk ukuran sebuah game action open-world. Ia jelas bukan sebuah game survival horror, ia jelas bukan game yang akan menjadikan sensasi menggunakan senjata atau limitasi resource sebagai daya tarik, ia jelas bukan game yang akan membuat Anda berteriak ketakutan, ia jelas bukan game yang memungkinkan Anda melakukan manuver dan akrobat gila. Satu-satunya yang membuatnya unik saat ini hanyalah “peraturan spesifik” yang ia usung, seperti memosisikan mobil polisi sebagai tempat mencari ammo senjata. Konsep yang membuat Anda belajar dan terus mencari mobil warna hitam putih ini setiap kali Anda kehabisan peluru.

days gone wilderness
Untuk sementara yang membuatnya unik hanya serangkaian peraturan spesifik yang diusung dunianya, seperti mobil polisi = gudang ammo. Kehadiran sepeda motor milik Deacon tidak terasa berkontribusi signfikan selama 2 jam awal permainan kami.

Namun untuk saat ini, dari sesi demo singkat kami, Days Gone belum terasa seperti sebuah game open-world yang berbeda dan istimewa. Anda sepertinya sudah bisa memprediksi pengalaman seperti apa yang Anda dapatkan dari beberapa jam awal permainan. Tentu saja ini tidak berarti Anda tidak akan bertemu dengan pengalaman yang seru, menyenangkan, dan menegangkan dengannya. Hanya saja, Anda sudah sering bertemu dengan game yang punya konsep serupa, dengan motor ataupun tanpa motor. Kesenangan Anda menikmati Days Gone sepertinya akan dipengaruhi oleh antisipasi seperti apa yang Anda usung saat datang meinkmatinya.

Days Gone, Pantaskah untuk Diantisipasi?

days gone logo
Days Gone sebenarnya tetaplah sebuah game action open-world yang menggoda. Namun berangkat dari sesi demo kami, ada motivasi antisipasi yang bergeser.

Terlepas dari beragam keraguan yang mengemuka dari beberapa kelemahan desain yang aneh dan mengundang banyak tanda tanya, seperti feedback tembakan yang tidak memuaskan hingga absennya kemampuan berenang untuk Deacon di tengah peta yang dipenuhi dengan air, Days Gone sebenarnya tetaplah sebuah game action open-world yang menggoda. Namun berangkat dari sesi demo kami, ada motivasi antisipasi yang bergeser.

Bahwa alih-alih tertarik pada sisi gameplay dan konsep open-world yang ia tawarkan, maka mengikuti formula begitu banyak game eksklusif Sony untuk Playstation 4 selama ini, ceritanya yang personal dan sepertinya akan emosionalnya lah yang akan menjadi daya tarik utama. Sekaligus rasa penasaran soal strategi membasmi horde yang di dua kali demo yang kami jajal dengan dua skenario berbeda, belum pernah berhasil kami lakukan. Semoga saja dengan waktu rilis yang masih setidaknya satu bulan lagi, Sony Bend membenahi beberapa masalah yang sempat kami bicarakan di atas.

Days Gone sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 26 April 2019 mendatang, eksklusif untuk Playstation 4. Tertarik?

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…
April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…