Wolfenstein: Youngblood Hadirkan Desain Level ala Dishonored

Reading time:
May 13, 2019
wolfenstein youngblood1

Sebuah alternatif timeline dimana pertempuran melawan Nazi saat ini tidak lagi di tangan Blazkowicz saja, tetapi juga dua anak perempuan kembarnya – Jessica dan Sophia yang kini siap membasmi para Nazi. Dengan misi utama untuk mencari lokasi sang ayah di Paris dengan tahun 1980-an sebagai timeline utama, Wolfenstein: Youngblood memang menjadikan mode multiplayer kooperatif sebagai fokus. Namun sistem multiplayer ini sepertinya bukan satu-satunya fitur baru yang akan ditawarkan oleh game yang satu ini.

Menyambung konsep yang sebenarnya sudah ditawarkan seri utama sebelumnya – The New Colossus, Wolfenstein: Youngblood dipastikan akan mengusung desain level yang setara dengan game Bethesda lain – Dishonored. Hal ini diungkapkan oleh Jerk Gustafsson – sang Executive Producer dalam wawancara terbarunya dengan Official Playstation Magazine.

wolfenstein youngblood2 600x338 1
Wolfenstein: Youngblood akan mengadopsi sistem level ala Dishonored. Cerita memang lebih singkat, tetapi waktu gameplay diyakini lebih panjang.

Walaupun mode campaign yang ditawarkan Youngblood memang tidak akan sepanjang biasanya, Gustafsson menegaskan bahwa waktu gameplay yang ditawarkan justru akan lebih lama. Desain level ala Dishonored kini akan memungkinkan gamer Youngblood untuk menikmati lebih banyak aktivitas dan misi sampingan di luar cerita utama yang ditawarkan. Ia juga menjanjikan bahwa seperti halnya Dishonored, Youngblood juga akan memungkinkan gamer untuk mencari cara berbeda untuk mengatasi ragam skenario pertempuran dan misi yang ada.

Wolfenstein: Youngblood sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 26 Juli 2019 mendatang untuk Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC. Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang menantikan game ini?

Source: GamingBolt

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…
April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…