Square Enix: Pengembangan Chapter 2 FF VII Remake Akan Lebih Cepat

Reading time:
June 17, 2019
sephiroth

Sejak awal proses pengembangan, atas nama skala yang hendak mereka terjemahkan ulang dalam format yang lebih modern, Square Enix memang memastikan bahwa Final Fantasy VII Remake akan dibagi ke dalam beberapa chapter. Tidak episodik ala game Telltale atau Life is Strange misalnya, namun lebih mengacu pada gaya rilis dengan konten penuh di masing-masing bagian ala .Hack atau Xenosaga. Bagian pertama dipastikan akan memuat daerah hanya di sekitar Midgar, yang ukurannya bahkan sudah menuntut 2 keping blu-ray di saat rilis nanti. Lantas, bagaimana dengan Chapter 2 nanti?

Walaupun masih belum menentukan seberapa besar skala Chapter 2 nantinya dan kemana ia akan berakhir, Yoshinori Kitase – producer dari FF VII Remake menegaskan bahwa proses pengembangannya akan jauh lebih efesien. Tidak seperti Chapter 1 yang butuh waktu waktu 5 tahun sejak trailer perdanannya, Chapter 2 akan lebih cepat. Kitase menyebut bahwa proses pembelajaran dari Chapter 1 memungkinkan hal tersebut terjadi. Dengan respon positif yang mengemuk, Kitase juga berbagi pesan resmi terkait FF VII Remake setelah event 2019 yang kami translasikan di bawah ini:

ff vii remake tifa
Belajar dari Chapter 1, Kitase yakin proses pengembangan Chapter 2 FF VII Remake akan lebih efisien.

Dengan tim pengembang yang sudah menyelesaikan game pertama di dalam proyek ini, kami akan terus menrencanakan dan menentukan besar konten untuk chapter kedua.

Mengingat apa yang sudah kami capai dengan bagian pertama, kami berharap proses pengembangan game kedua akan lebih efisien. Kami memiliki jadwal dan rencana internal kami sendiri, namun saat ini, kami ingin fokus informasi lebih mengarah pada game pertama ini.

Nilai kreatif utama dari sebuah seri Final Fantasy adalah inovasi, mendorong batas, dan mengejutkan players. Proyek ini juga berbagi nilai yang sama dan tim pengembang melihatnya sama seperti sebuah seri utama Final Fantasy.

Bagi tim inti original di dalam tim, menciptakan kembali Final Fantasy VII original hanya dengan peningkatan visual tidak terasa cukup untuk membuat kami tertarik dan terdorong untuk melakukan proses remake VII. Untuk kembali ke nama ini, kami ingin ia lebih daripada versi originalnya, menawarkan cerita lebih dalam dan pengalaman gaming yang lebih modern. Kami benar-benar ingin tampil lebih dari apa yang gamer harapkan dari kata “Remake”.

Bersama dengan tim inti original ini, kami juga didukung oleh in-house team yang berisikan talenta-talenta internasional. Banyak dari anggota tim kami adalah fans muda yang sempat memainkan FF VII original ketika ia pertama kali dirilis. Menjadi pengalaman yang menarik dan menggugah untuk bisa bekerja dengan tim seperti ini dalam proyek ambisus sekelas ini.

Game pertama mengambil tempat di Midgar. Kami memilih Midgar karena kota ini adalah contoh terbaik untuk merepresentasikan dunia VII, lebih daripada lokasi yang lain. Midgar penuh dengan imajinasi, pengaruh, dan kejutan di dalam setiap sudutnya.

Banyak orang yang memang merasa Midgar sebagai kota yang gelap saat mereka melihatnya pertama kali, namun kami sendiri memiliki estetika desain untuk menjadikannya sebagai kota penuh warna dan ragam. Tata cahaya dan warna yag kami gunakan untuk Midgar akan mewakili apa yang unik dari dunia Final Fantasy VII. Kami memilih untuk tidak menggunakan pendekatan foto-realistis untuk menghargai desain dan pilihan artistik dari versi originalnya.

Banyak hal berbubah sejak rilis Final Fantasy VII original. Di masa lalu, kami tidak punya akses untuk hal-hal seperti voice acting, performance dan motion capture, serta close-up camera di luar cut-scene. Untuk FF VII Remake, ada fokus yang kuat pada cerita karakter menggunakan teknik-teknik ini, sekaligus teknologi baru yang lain. Ini memungkinkan kami untuk membuat karakter-karakter ini jauh lebih ekspresif dari yang sebelumnya, meningkatkan level imersif dan keasyikan yang ada.

Di Remake, kami juga memberikan “suara” untuk FF VII original untuk pertama kalinya. Dengan membawa generasi aktor terbaru, kami berharap bisa menyediakan pengalaman terbaik untuk fans original ataupun gamer pendatang baru.

Sementara untu gameplay, kami memang berniat untuk menawarkan pendekatan baru untuk konsep klasik dan mudah dipahami dari sistem ATB, memberikan Anda sisi aksi lebih gila dengan tetap, kendali atas sisi taktikal yang ada.

Sistem yang kami bangun tetap mempertahankan keputusan strategis saat mengendalikan beberapa anggota party, memungkinkan Anda memilih begitu banyak abilities dan spells untk digunakan. Kamu bisa mengendalikan karakter favorit Anda sembari memberikan perintah kepada yang lain, atau membiarkan mereka dikuasai AI. Dan kebebasan untuk berpindah menggunakan anggota party lain demi memanfaatkan skill unik mereka saat bertarung. Ini memungkinkan semua pemain memilih dan menikmati gaya bermain mereka sendiri-sendiri.

Pada akhirnya, kami juga tetap memiliki Materia. Kamu bisa menggunakannya untuk meracik abilities dan gaya bermain kamu sendiri.

Kami akan berbagi lebih banyak detail dan elemen gameplay seiring dengan waktu rilis yang semakin dekat tahun depan. Untuk saat ini, kami harap kamu semua tertarik dengan apa yang kami perlihatkan di E3 2019. Kami tidak sabar lagi hendak berbagi lebih banyak news dan updates di masa depan.

Final Fantasy VII Remake sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 3 Maret 2020 mendatang, untuk Playstation 4. Bagaimana dengan Anda sendiri? Tertarik dengan game yang satu ini?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…