Preview Marvel Ultimate Alliance 3: Kumpul-Kumpul Jagoan!

Reading time:
July 23, 2019
Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 1

Dunia memang tengah kecanduan cerita superhero, apalagi setelah kesuksesan yang berhasil diraih Marvel Cinematic Universe selama setidaknya, satu dekade terakhir. Bahkan film “mega bintang”-nya – Marvel Avengers: Endgame kini berhasil tercatat sebagai film terlaris sepanjang masa. Lewat konsistensi untuk mengembangkan cerita-cerita superheronya secara pelan tapi pasti, Marvel berhasil mengubah stigma “nerd” yang di masa lalu terlihat begitu lemah dan memble menjadi budaya yang begitu dipuja dan dirayakan. Namun di sektor video game, dibandingkan sang kompetitor utama – DC, sepak terjang Marvel memang baru hendak dimulai. Sesuatu yang tidak selalu diasosiasikan dengan game super serius, sinematik dan visualisasi mumpuni.

Kesan Pertama

Bahwa usaha Marvel untuk masuk ke pasar industri game, terutama untuk pasar konsol, juga diikuti dengan game yang lebih menjual sensasi gameplay dan cerita yang menubrukkan beragam franchise di bawahnya ke dalam satu ruang yang sama. Pengalaman yang bahkan terasa lebih “lengkap” dari apa yang ditawarkan oleh MCU sekalipun. Hal inilah yang harus diakui menjadi daya tarik untuk Marvel Ultimate Alliance 3 – The Black Order yang ditujukan untuk Nintendo Switch. Melebur banyak semesta Marvel yang selama ini terperangkap lewat beragam pemilik hak terpisah di layar lebar, ia merepresentasikan visualisasi, cerita, dan daya tarik seri komiknya dengan luar biasa. Ini kesempatan untuk menikmati pertarungan Wolverine, Deadpool, sembari melawan Juggernaut yang ditemani Dr. Strange. Ya, ini adalah kombinasi yang Anda nanti.

Namun di sisi lain, sulit rasanya untuk tidak melihat Marvel Ultimate Alliance 3 sebagai sebuah game action dengan cita rasa lawas. Seperti menemukan sebuah game action dari era Playstation 2 yang dilepas untuk platform generasi terkini, game ini akan meminta Anda berperan dalam tim superhero 4 orang yang masing-masing punya kelebihan masing-masing, skill berbeda, dan serangan kombinasi untuk damage besar. Sistem upgrade mengemuka dari sistem level dan ragam mekanisme upgrade lainnya. Sensasi lawasnya? Datang dari sistem kamera yang menjengkelkan dan animasi terbatas saat gameplay yang terkadang membuat Anda sulit untuk menyimpulkan apakah serangan Anda masuk atau tidak. Atau bahkan sistem roll atau bertahan yang tidak intuitif.

Kami sendiri masih belum menyelesaikan mode Story game ini, yang tingkat kesulitannya memang membutuhkan proses grinding tersendiri. Kami juga belum menjajal mode multiplayer-nya yang seharusnya, memang menjadi salah satu daya tarik utama. Oleh karena itu, kami lebih memilih untuk melepas artikel preview terlebih dahulu. Satu yang pasti, terlepas dari keterbatasan dari sisi gameplay yang terlihat dan terasa usang, ini tetap jadi proyek yang siap memuaskan para fans berat Marvel.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, izinkan kami melemparkan preview berisikan screenshot fresh from oven di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan gambaran soal apa itu Marvel Ultimate Alliance 3 – The Black Order itu sendiri. Avengers, Assemble!

RAW Screenshot

Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 37 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 14 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 70 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 86 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 114 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 128 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 148 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 159 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 173 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 181 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 196 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 217 Marvel Ultimate Alliance 3 PART 1 jagatplay 224
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…