Dev. Detroit: Kunci Visual Realistis Ada di Cahaya, Bukan Resolusi

Reading time:
July 30, 2019

Persaingan konsol generasi selanjutnya memang sudah di depan mata. Setiap perpindahan generasi biasanya juga diasosiasikan dengan performa lebih kuat yang di pasar konsol, didesain untuk bertahan setidaknya beberapa tahun ke depan. Diskusi terkait platform seperti ini memang sudah mengemuka, walaupun masih belum memperlihatkan dengan jelas kira-kira seperti apa kualitas visualisasi yang bisa ia usung. Bagi seorang David Cage – otak Quantic Dreams yang sudah melepas game sekelas Detroit: Become Human, Beyond: Two Souls, dan Heavy Rain, kunci teknologinya sepertinya akan terletak pada dua kata – tata cahaya.

Hal ini diungkapkan Cage dalam wawancara terbarunya dengan GameSpot. Berbicara soal peralihan generasi dan kebutuhan untuk menciptakan kualitas visual yang bahkan lebih realistis lagi, Cage percaya kuncinya akan terletak pada cahaya. Cage menyebut bahwa semakin tepat dan semakin akurat cahaya yang bisa dicapai, semakin bagus pula kualitas gambar yang didapatkan gamer. Oleh karena itu, ia sangat tertarik dengan popularitas ray-tracing saat ini.

Cage juga yakin bahwa perang “next-gen” tidak akan lagi terperangkap pada kata resolusi. Walaupun ada pembicaraan soal resolusi 8K dan sejenisnya, ia merasa pertempuran sebenarnya akan berfokus pada tata cahaya. Ia menjadi semacam evolusi bagaimana dahulu gamer mementingkan polygon, kemudian sharders, kemudian tekstur, dan kini – lighting.

David Cage percaya bahwa pertempuran next-gen akan lebih berfokus pada teknologi lighting dan bukan lagi resolusi.

Quantic Dreams sendiri saat ini masih terus melepas ulang game-game “Playstation” andalan mereka ke PC via Epic Games Store. Masih belum ada informasi kira-kira game generasi selanjutnya seperti apa yang bisa kita antisipasi dari mereka. Bagaimana dengan Anda? Setuju dengan pernyataan Cage ini?

Source: GameSpot

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…