Preview Dragon Quest Builders 2: Mengacaukan Waktu Tidur!

Reading time:
July 16, 2019
Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 1

Skeptis, ini adalah reaksi pertama kami ketika menyambut seri Dragon Quest Builders pertama di masa lalu. Tanpa menjajalnya sama sekali, kami langsung jatuh pada kesimpulan bahwa ia tidak lebih dari proyek “coba-coba” Square Enix dengan satu misi jelas – menarik minat para pemain Minecraft yang jumlahnya memang begitu masif, tersebar di seluruh dunia. Bahwa nama “Dragon Quest” yang ia usung tidak lebih dari sekedar meminjam tema, dunia, karakter, tanpa mempertahankan esensi yang membuat franchise legendaris ini terus bertahan. Rasa skeptis itu terus bertahan dan mengembang, tanpa usaha untuk meluruskan. Setidaknya tidak hingga kami menjajal sang seri terbaru – Dragon Quest Builders 2 dan menemukan sensasi yang sebaliknya.

Kesan Pertama

Sebagai gamer yang tidak pernah menjajal seri Dragon Quest Builders sebelumnya, lompatan menuju seri kedua ini benar-benar tampil sebagai kejutan yang tidak pernah kami prediksi sebelumnya. Bahwa semua rasa “meremehkan” hanya karena konsep building-block yang terkesan menyontek Minecraft dengan visualisasi imut setengah hati-nya ini berakhir terbantahkan. Dragon Quest Builders 2 berhasil mencuri hati kami dan cukup membuat kami teradiksi, terus menatap layar televisi dengan mengabaikan rasa kantuk dan suara ayam berkokok di kala subuh saat artikel preview ini ditulis. Game ini berakhir menggoda karena beberapa pendekatannya yang fantastis.

Walaupun kami tidak bisa membandingkannya dengan sang seri pertama, namun jelas bahwa setidaknya di Dragon Quest Builders 2, intisari gameplay-nya tetaplah sebuah game JRPG dan bukan sebuah Minecraft-Clone. Anda memang bisa menambang, mengambil block, membangun apapun yang Anda inginkan darinya, dan berkreasi, namun kesemuanya diikat dengan sistem cerita ala RPG. RPG yang alih-alih sekedar meminta Anda untuk membunuh dan menghancurkan musuh, kini meminta Anda membangun kamar atau bangunan tertentu. Sementara di sisi lain, sistem lebih klasik seperti sistem pertarungan berbasis damage angka, sistem level, crafting dan sebagainya, tetapi dipertahankan di sini.

Salah satu pujian tertinggi memang pantas mengarah pada elemen QOL yang mereka bawa. Walaupun masih ada beberapa gerakan yang mengundang rasa kekesalan, seperti mengintegrasikan tombol untuk berbicara dengan NPC dengan tombol mengganti Tools yang seringkali membuat fungsi ini saling bertubrukan terutama saat NPC berada di dekat Anda. Namun untuk elemen yang lain, Square Enix sepertinya sudah memikirkan matang fitur seperti apa saja yang cocok dengan game seperti ini dan memastikan bahwa apapun fungsi yang mereka tawarkan dan minta, tidak berakhir menjadi sumber frustrasi baru. Sebagai contoh? Sistem tas yang memungkinkan Anda memuat begitu banyak barang yang berhasil Anda panen atau tambang, dimana setiap objek bisa tersimpan sebanyak 999 buah. Alokasi seperti ini membuat aksi Anda menjadi jauh lebih mudah.

Semuanya terintegrasi pada pengalaman yang secara mengejutkan, ternyata punya aura game RPG Dragon Quest yang seharusnya. Walaupun sistem pertarungannya sendiri cukup mengecewakan, namun melihat implementasi efek suara, visual peta, desain musuh dan karakter, dan tentu saja sistem level yang tetap ditawarkan membuat persepsi buruk kami terhadap game ini langsung berubah 180 derajat. Bahwa alih-alih “Game Minecraft yang meminjam citra Dragon Quest”, sejauh kami memainkannya, ia justru terasa seperti “Game Dragon Quest yang punya elemen Minecraft” di dalamnya. Ingat, ini adalah sebuah game dengan cerita di dalamnya.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, mengingat waktu gameplay yang sepertinya akan panjang sebelum kisahnya berakhir dan kami belum menjajal beberapa fitur lain seperti multiplayer misalnya, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven untuk membantu Anda mendapatkan gambaran apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon Quest Builders 2. Melupakan waktu tidur selalu menjadi testimoni bahwa kami menikmati sebuah video game dan sejauh ini, waktu tidur kami memang berakhir berantakan dengan game ini.

RAW Screenshot

4K dengan Playstation 4 Pro

Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 11
Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 199
Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 13 Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 119 Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 113 Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 77 Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 30 Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 152 Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 157 Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 180 Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 227 Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 214 Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 213 Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 234
Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…