Review Dragon Quest Builders 2: Adiksi dalam Keimutan!

Reading time:
July 25, 2019

Super Imut

Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 4
Dari tampilan saja, Anda sudah bisa melihat campur tangan seorang Akira Toriyama seperti seharusnya sebuah seri Dragon Quest.

Sepertinya aman untuk menggunakan kata “imut” demi menjelaskan pendekatan visual seperti apa yang ditawarkan Square Enix untuk Dragon Quest Builders 2 ini. Namun tidak seperti LEGO yang punya set peraturan khusus dimana dunia dan karakternya harus bisa dibangun menggunakan set LEGO itu sendiri, atau bagaimana Minecraft menjadikan balok kotak sebagai basis untuk semua dunia yang ia racik, Dragon Quest Builders 2 memuat pendekatan yang bisa dibilang, lebih “fleksibel”.  Pada dasarnya, ia masih memperlihatkan citra Dragon Quest yang kentara lewat desain karakter dari Akira Toriyama di setiap sudut dunianya. Anda bahkan akan bertemu dengan karakter mirip Arale dari Dr. Slump di beberapa jam awal permainan.

Dengan pendekatan yang lebih fleksibel seperti ini, Dragon Quest Builders bisa mempertahankan begitu banyak elemen visual familiar yang melekat pada identitas franchise-nya selama ini. Tidak hanya desain karakter utama saja, tetapi juga ragam musuh yang Anda temui di sepanjang perjalanan, yang tepat mempertahankan bentuk dan desainnya. Tidak ada keharusan untuk mengubah visualisasi segala sesuatunya menjadi balok-balok kasar, termasuk ragam jenis item, makanan, hingga senjata yang bisa Anda racik dan dapatkan nanti. Ini juga secara otomatis membuat cita rasa RPG yang sebenarnya jadi genre utama lebih terasa.

Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 227 1
Ia memuat desain musuh yang akan terasa familiar untuk Anda yang sempat mencicipi seri DQ.
Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 171
Tidak ada physics di dunia DQ Builders 2, selain air yang memang akan bergerak dari tempat tinggi ke tempat rendah. Selebihnya? Lupakan semua hukum fisika yang ada.

Satu yang menarik, terdengar aneh namun menjadi pilihan yang mempermudah gameplay, Dragon Quest Builders 2 juga tidak memuat konsep physics sama sekali kecuali yang berhubungan dengan balok-balok air. Ini berarti tidak ada kebutuhan untuk memerhatikan gravitasi saat membangun sesuatu yang tinggi, tidak ada tuntutan untuk memastikan struktur bangunan kokoh, dan sejenisnya. Anda bahkan bisa membangun jembatan di udara tanpa masalah selama balok-balok ini saling menyentuh satu sama lain. Satu-satunya elemen physics ringan yang Anda temui hanyalah balok-balok air yang kini punya sifat mengalir dari tempat tinggi ke tempat lebih rendah. Namun physics-nya itupun terbatas, mengingat gerak air seperti ini tidak dipengaruhi ataupun mempengaruhi volume air dari sumbernya. Namun setidaknya tambahan ini sedikit berpengaruh pada gameplay itu sendiri.

Lantas, bagaimana dengan dunianya? Seperti yang kita tahu, Dragon Quest Builders 2 meminjam konsep hampir serupa dengan Minecraft dimana Anda bisa menambang hampir sebagian besar objek yang Anda temui yang kemudian akan berakhir menjadi material ekstra. Dragon Quest Builders 2 menawarkan dunia yang cukup luas secara vertikal dan horizontal untuk memfasilitasi hal tersebut. Anda bisa membangun menara ataupun struktur apapun di posisi yang cukup tinggi ataupun sebaliknya ke dalam tanah. Game akan memberikan satu tile spesifik bawah tanah untuk memberikan informasi bahwa Anda tidak lagi bisa menambang lebih dalam. Sementara limitas di angkasa hanya berbentuk sekedar barrier. Jika Anda termasuk gamer yang gila dengan tambang-menambang ini untuk sekedar mengumpulkan material atau ingin melihat dunia yang hancur berantakan? Anda bisa mendapatkan kepuasan tersebut di Dragon Quest Builders 2.

Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 15
Anda bisa mengeksplorasi dunia vertikal dan horizontal Builders 2 dengan kuantitas yang cukup besar.

Square Enix memang berhasil menetapkan cita rasa Dragon Quest yang seharusnya di seri yang satu ini, bahkan lewat permainan sound effect dan musik sekalipun. Perjalanan perdana Anda akan langsung disambut dengan “Overture” yang menjadi bagian tidak terpisahkan, bersama dengan potongan film CGI yang memang digunakan untuk memberikan gambaran soal perjalanan Anda nantinya. Beberapa suara efek khas Dragon Quest, dari ketika Anda mendapatkan item hingga naik level misalnya, juga disertakan di sini. Jadi untuk Anda yang selalu mendefinisikan seri Dragon Quest dari OST dan suara efek yang ada? Anda tidak perlu banyak khawatir akan melewatkannya di sini.

Maka dengan semua sisi presentasi yang ia tawarkan, Dragon Quest Builders 2 setidaknya berhasil mempertahankan citra bahwa di pondasinya, ia memang sebuah seri Dragon Quest, terlepas dari perubahan dari sisi mekanik gameplay. Kami juga menghargai keputusan untuk tidak memaksakan visualisasi balok-balok untuk desain karakter dari Akira Toriyama ataupun sekedar material yang bisa Anda gunakan dalam permainan. Ini menghasilkan sebuah cita rasa yang familiar terlepas dari bentuk yang berbeda.

RPG Balok

Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 76
Alih-alih terasa seperti game Minecraft dengan skin DQ, Builders 2 justru terasa seperti game DQ yang sekedar meminjam mekanik ala Minecraft.

Jika Anda sempat membaca preview kami sebelumnya, ada satu hal yang cukup berakhir mengejutkan kami sebagai gamer yang pertama kali mencicipi Dragon Quest Builders lewat seri kedua ini. Datang dengan sedikit rasa skeptis dimana ia akan berakhir jadi klon Minecraft yang sekedar meminjam nama dan bentuk Dragon Quest atas nama popularitas dan pasar Jepang yang lebih baik, impresi kami justru berakhir sebaliknya. Bahwa yang Anda temukan adalah sebuah game RPG yang “sekedar” meminjam mekanik gameplay menyusun balok dari Minecraft. Ada beberapa hal yang berkontribusi pada pengalaman ini.

Pertama? Tentu saja dari sisi cerita. Bahwa seperti halnya sebuah game JRPG yang seharusnya, Dragon Quest Builders 2 memuat pendekatan cerita yang sepertinya familiar untuk Anda yang menggemari genre ini. Ini tentang perjalanan tentang dua sahabat di sebuah dunia misterius dan tokoh antagonis utama yang disegani, tentu saja, tetap diperkuat dengan gaya plot-twist khas Dragon Quest di dalamnya. Ini berarti, terlepas dari mekanik yang ia usung, game ini masih memiliki struktur cerita yang terhitung solid sekaligus linear. Bahwa pergerakan Anda menuju pulau-pulau di sekitar Isle of Awakening akan didasarkan pada misi-misi yang sudah Anda selesaikan.

Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 199 1
DQ Builders 2 memuat cerita bergaya linear yang memang identik dengan JRPG.
Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 96
Progress cerita didorong lewat aksi menyelesaikan quest yang sebagian besar memang, meminta Anda untuk membangun atau menyusun sesuatu.

Kedua? Pengalaman linear yang kami sebutkan sebelumnya diterjemahkan lewat struktur RPG berbasis quest yang kebetulan di seri ini, akan lebih banyak menuntut solusi lewat pergeseran dan pembentukan balok dan bukan lagi sekedar bertarung menggunakan ragam skill dan equipment. Maka Anda akan bertemu dengan segudang NPC yang menempati setiap pulau, yang kemudian meminta Anda melakukan tugas spesifik yang jika diselesaikan akan berakhir mendorong progress cerita. Selesai? Bersiap untuk melakukan hal yang serupa lagi hingga Anda berakhir melihat layar Credits di akhir. Struktur seperti ini memantapkan posisinya sebagai sebuah game RPG.

Maka keduanya dikombinasikan dengan ragam masalah dan tantangan yang sebagian besar akan menuntut Anda melakukan tiga hal: eksplorasi, bangun-membangun, dan tentu saja bertarung.

Eksplorasi menjadi esensial karena ini menjadi satu-satunya kesempatan untuk menemukan ragam material untuk menyelesaikan ragam quest yang ada atau sekedar, membantu Anda bertahan hidup. Anda bisa menggali untuk ekstra material bangunan untuk digunakan nantinya, material-material “tak penting” yang ternyata jadi bahan utama untuk proses crafting item tertentu, hingga sekedar makanan untuk memastikan karakter utama Anda bertahan hidup. Untuk yang terakhir ini, tidak bisa Anda kesampingkan begitu saja. Dragon Quest Builders 2 memuat sistem lapar yang menuntut si karakter utama untuk secara berkala menelan makanan, baik langsung dari alam ataupun yang sudah diproses lewat aktivitas memasak. Jika Anda lalai, ia tidak akan punya tenaga untuk beraktivitas dan akan sering berakhir mengeluh, membuat perjalanan Anda semakin sulit sekaligus menjengkelkan.

Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 28
Eksplorasi berfokus pada aksi pengumpulan material yang mungkin, akan Anda butuhkan nanti.
Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 69
Lebih aman terus mencari dan menimbun material yang bisa Anda butuhkan nanti untuk proses crafting dan bangun-membangun.

Eksplorasi juga punya kaitan kuat dengan aksi bangun-membangun, yang seperti kami sebut sebelumnya, akan jadi fokus untuk banyak tantangan. Mengapa? Karena sebagian besar objek yang diminta dari Anda akan berakhir tidak bisa Anda dapatkan begitu saja dari alam. Anda biasanya harus melakukan proses crafting objek-objek ini yang masing-masing darinya akan menuntut material spesifik, yang berakhir harus Anda cari. Sebagai contoh? Di salah satu misi pertambangan misalnya, Anda diminta untuk membuat sebuah jus buah sehat yang terdiri dari tiga jenis tanaman berbeda. Seperti yang bisa Anda prediksi, Anda harus mencarinya. Oleh karena itu menjadi langkah yang lebih bijak dan pintar untuk secara instingtif, menambang dan mengambil apapun objek baru yang pertama kali Anda temukan di dalam proses eksplorasi sembari terus menambah jumlah material yang sudah ada sebelumnya. Mengapa? Karena bisa jadi ia berakhir jadi material yang dituntut untuk crafting, yang akan menciptakan objek untuk menyelesaikan misi. Tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga.

Sesuatu yang mustahil juga untuk membicarakan game RPG tanpa membicarakan sistem battle. Namun tidak seperti seri Dragon Quest utama yang mengambil format turn-based, Builders 2 hadir dengan sistem action RPG. Akan ada tombol untuk melompat, tombol untuk menyerang, dan varian serangan memutar untuk diakses. Sayangnya, sistem battle ini bisa disebut sebagai kelemahan utama DQ Builders 2. Apa pasal? Ada banyak hal yang berkontribusi pada hal tersebut. Pertama, dari sekedar kesederhanaan sistem pertarungan yang bahkan tidak memuat sistem skill sejenisnya di dalamnya. Kedua? Impact serangan juga lemah karena efek stagger yang minim, dimana musuh tetap bisa menyerang Anda saat diserang. Ketiga? Ia tidak menyediakan tombol untuk evade atau roll untuk sensasi yang lebih dinamis dan cepat. Ketiga hal ini membuat sistem pertarungan DQ Builders 2 ini memang terhitung, mengecewakan.

Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 23
Sayangnya, sensasi bertarung di DQ Builders 2 justru jadi salah satu sumber kelemahan terbesar.
Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 10
Malroth yang hadir sebagai penyerang utama akan punya peran penting untuk menjaga Anda tetap bertahan hidup. Hal ini berakhir membangun keterikatan emosional tersendiri.

Namun pada akhirnya, Anda mau tidak mau harus melakukannya. Pertarungan tetap diposisikan sebagai solusi untuk beberapa jenis masalah di dalam game ini. Anda harus melakukannya untuk membunuh musuh spesifik dan berburu material yang mereka jatuhkan atau sekedar mengalahkan boss yang biasanya jadi penutup untuk chapter cerita tertentu. Di sini pulalah peran karakter companion setia Anda – Malroth akan bersinar. Karena karakter yang akan terus mengikuti Anda ini memang diposisikan sebagai petarung yang lebih dominan, menghasilkan damage setidaknya 2-3 kali lipat dari apa yang bisa Anda telurkan. Pelan tapi pasti, peran ini menghasilkan ketergantungan dan keterikatan pada sosok Malroth yang kerennya juga akan diterjemahkan pada cerita. Bagian paling kami sukai? AI Malroth itu sendiri. Tidak sekedar bertarung, ia juga akan otomatis membantu Anda mengumpulkan material yang baru saja Anda dapatkan.

Dengan hadirnya sistem pertarungan seperti ini, Builders 2 juga menghadirkan sistem kenaikan level yang sayangnya, juga dangkal. Anda akan mendapatkan ekstra status permanen setiap kali angka level ini naik, namun progress-nya akan dibatasi oleh cerita. Jadi kenaikan level Anda tidak akan bisa lebih tinggi lagi sampai Anda mencapai progress tertentu. Walaupun tidak banyak diisi dengan penambahan skill bertarung, namun di beberapa titik level, Anda akan berkesempatan untuk mempelajari resep crafting equipment baru yang tentu saja menawarkan status lebih tinggi yang otomatis, “memperkuat” Anda secara tidak langsung selama Anda memang sudah memiliki material yang dibutuhkan untuk meraciknya. Di beberapa titik, Malroth juga akan mengajarkan Anda jenis serangan baru yang sayangnya, tak seberapa signifikan efektivitasnya.

Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 228
Selain kenaikan status, kenaikan level di Builders 2 juga terkadang membuka akses pada senjata dan armor lebih kuat.
Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 96 1
Untuk memodifikasi dunia yang ada, Anda akan dibekali dengan banyak tools.

Maka untuk menunjang aktivitas Anda sebagai Builders, beragam perlengkapan dan item yang bisa Anda craft juga akan bertambah seiring dengan progress cerita. Awalnya Anda hanya dibekali sebuah palu untuk menghancurkan balok, kemudian diperkuat dengan sebuah pot tak berdasar yang bisa mengisi dan membuang air sebanyak apapun yang Anda butuhkan, hingga sebuah sarung tangan yang memungkinkan Anda mengangkat objek berat sekalipun. Item-item yang bisa Anda racik juga akan bertambah sesuai dengan cerita, dari meja crafting yang juga bisa menyuntikkan Magic ataupun transformasi Arcane, hingga sekedar beragam jenis balok dari kayu hingga emas sekalipun. Memanfaatkan beragam tools ini juga terkadang dibutuhkan untuk menyelesaikan misi yang diminta dari Anda, seperti salah satunya, meminta Anda melakukan terraforming untuk menciptakan sungai dan danau.

Namun cerita dan penyelesaian masalah ini tentu bukan satu-satunya cara untuk mendorong progress di Builders 2. Mereka juga punya sistem lain yang disebut sebagai Gratitude Points, yang notabene dipresentasikan dengan hati beragam warna – dari orange hingga merah, yang akan keluar dari tubuh para NPC di sekitar Anda setiap kali mereka merasa puas atau senang. Gratitude Points berperan sebagai resource spesifik yang perannya tidak kalah penting. Ada setidaknya tiga aspek penting dimana ia berperan.

Pertama, untuk setiap pulau yang harus Anda singgahi, ia berperan sebagai resource untuk meng-upgrade kota / kampung yang baru saja Anda buat. Hadir layaknya sistem EXP, Anda bisa meningkatkan level kota Anda begitu jumlah Gratitude Points yang terkumpul mencukupi. Anda tidak harus berkeliling untuk mengumpulkan hati yang jatuh berantakan ini mengingat tidak sedikit pula dari mereka akan otomatis masuk ke dalam pool yang ada. Level kota yang lebih tinggi akan mendatangkan lebih banyak penduduk, yang berarti ada lebih banyak pembantu untuk aktivitas Anda di kota seperti menanbang dan bercocok tanam. Kenaikan level kota juga akan membuka akses Anda untuk crafting objek baru yang terkadang, juga dibutuhkan untuk melanjutkan cerita. Di banyak situasi, kenaikan level ini memang punya asosiasi yang kuat dengan progress Anda.

Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 125
Hati yang berceceran ini adalah Gratitude Points.
Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 110 1
Gratitude Points bisa digunakan untuk meningkatkan level kota.

Kedua? Mengumpulkan Gratitude Points menjadi motivasi ekstra mengapa Anda harus membangun kota Anda dengan menyediakan ragam fasilitas yang ada. Karena pada dasarnya, NPC-NPC yang tinggal di kota Anda tidak memuat resiko sama sekali. Mereka tidak bisa meninggal permanen, mereka tidak akan kabur meninggalkan kota Anda hanya karena Anda tidak memberikan mereka makanan sama sekali, mereka juga tidak bisa melakukan protes untuk kesejahteraan sama sekali. Pada dasarnya, tidak ada alasan untuk merepotkan diri Anda sendiri atas nama mencari material dan membangun kota impian Anda. Namun dengan Gratitude Points, ada motivasi di sana. Semakin banyak fasilitas yang Anda bangun, semakin banyak resource makanan yang Anda sediakan, semakin senang penduduk, semakin banyak pula Gratitude Points yang mereka telurkan, dan pada akhirnya lebih mudah pula perjalanan Anda.

Yang ketiga? Gratitude Points juga punya sistem yang berbeda di pulau asal Anda – Isle of Awakening. Bersama dengan progress cerita yang kemungkinan membawa lebih banyak NPC ke pulau asal Anda ini, Anda juga bisa membangun fasilitas dan kota untuk membuat mereka senang. Namun alih-alih untuk meningkatkan level kota yang notabene absen untuk pulau ini, Gratitude Points di Isle of Awakening berakhir jadi resource untuk membuka pulau-pulau kecil di sekitar yang disebut sebagai Explorer Shores. Setiap pulau ini akan punya tema spesifik, dengan resource dan material unik masing-masing untuk ditambang, dan sebuah quest kecil untuk diselesaikan. Anda bisa merekrut penduduk baru darinya atau sekedar menyelesaikan checklist material apa saja yang perlu Anda temui di dalam pulau, yang akan memberikan Anda suplai tidak terbatas untuk material terkait. Explorer Shores begitu pentingnya, hingga Anda mau tidak mau, harus membangun Isle of Awakening Anda itu sendiri.

Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 114
Sementara di Isle of Awakenings, resource yang sama digunakan untuk membuka pulau lebih kecil yang disebut sebagai Explorer Shores.
Dragon Quest Builders 2 PART 2 jagatplay 72
Walaupun strukturnya terhitung repetitif, namun perbedaan tema di setiap pulau cukup membuat pengalaman ini tetap menyegarkan.

Dengan semua kombinasi ini, formula yang ditawarkan Dragon Quest Builders 2 mungkin terasa repetitif untuk beberapa orang. Anda akan bergerak menuju pulau baru, menyelesaikan quest yang dibutuhkan, mengumpulkan Gratitude Points, meningkatkan level kota, membangun fasilitas terakhir yang dituntut dari cerita, mengalahkan boss, dan mengulangnya hingga Anda menyelesaikan game ini. Kekhawatiran ini memang rasional, namun Square Enix berhasil membuat setiap pulau ini terasa berbeda lewat tema tantangan yang ia usung. Satu pulau berfokus pada cocok tanam, pulau lain untuk pertambangan, sementara pulau lain-nya didorong layaknya sebuah game Tower Defense. Yang menyatukan mereka semua? Seperti yang kami bicarakan sebelumnya, solusi yang akan lebih banyak difokuskan pada bangun-membangun.

Dragon Quest Builders 2 juga menawarkan elemen online di dalamnya, dimana Anda bisa mengunjungi Isle of Awakening gamer yang lain untuk mendapatkan sedikit inspirasi. Namun kami sendiri sempat berusaha mengakses mode ini dan berakhir gagal, hingga kami sendiri tidak bisa banyak bicara soalnya. Salah satu elemen “online” lain juga berakhir menjadi kesempatan untuk mengunggah foto-foto hasil Photo Mode Anda, yang juga diisi dengan ragam filter dan ekspresi super imut di dalamnya. Square Enix mengintegrasikan sistem voting untuk foto-foto terbaik dengan menjadikannya sebagai bagian dari loading screen.

Dragon Quest Builders 2 jagatplay part 1 187
Mengunjungi pulau orang lain? Kenapa tidak?

Maka dengan semua kombinasi gameplay yang ia usung, ditambah dengan waktu gameplay yang terhitung panjang untuk setiap pulau yang Anda singgahi, Dragon Quest Builders 2 berakhir menjadi game yang butuh komitmen tersendiri untuk diselesaikan. Setiap pulau ini memang tidak akan mendesak Anda dari sisi waktu untuk dirampungkan, namun akan menyediakan begitu banyak tugas yang memang butuh waktu tersendiri untuk bisa diselesaikan satu per satu. Bersiaplah untuk menyediakan waktu puluhan hingga ratusan jam dari waktu Anda dengannya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…
August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…

PlayStation

September 1, 2022 - 0

Wawancara dengan Shaun Escayg dan Matthew Gallant (The Last of Us Part I)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Shuan Escayg dan Matthew Gallant terkait…
August 31, 2022 - 0

Review The Last of Us Part I: Lebih Indah, Lebih Emosional!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Last of Us Part…
August 26, 2022 - 0

Review Soul Hackers 2: Kumpul Iblis, Selamatkan Dunia!

Bagaimana dengan pengalaman yang ditawarkan oleh Soul Hackers 2 ini?…
August 25, 2022 - 0

Review Playstation Plus Tier Baru: Ambil EXTRA, Abaikan DELUXE!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Playstation Plus Tier Baru ini?…

Nintendo

September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…