Peta Cyberpunk 2077 Lebih Kecil Daripada Witcher 3, Tapi Lebih Padat

Reading time:
August 26, 2019

Sudah bukan rahasia lagi sepertinya bahwa salah satu kunci untuk menciptakan sebuah game open-world yang mumpuni, terlepas dari sub-genre mana ia terikat, adalah menciptakan sebauh dunia yang hidup dan bisa dipercaya. Tidak sekedar dari detail dunia-nya saja, tetapi juga seberapa beragam dan “manusiawi” AI yang ia usung. Beberapa gamer juga berakhir mementingkan luas, bahwa semakin luas dunia semakin menarik pula ia untuk dinikmati. Hal yang diakui CD Projekt Red bukanlah kekuatan utama Cyberpunk 2077 jika dibandingkan dengan The Witcher 3.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Richard Borzymowski di Gamescom 2019 dalam wawancara terbarunya dengan GamesRadar. Brozymowski secara terbuka mengaku bahwa dunia Cyberpunk 2077 tidak lebih luas dibandingkan dengan The Witcher 3 jika Anda menghitung permukaan kilometer perseginya. Namun Night City – setting utama Cyberpunk 2077 akan terasa jauh lebih padat.

CD Projekt Red menyebut bahwa luas dunia CP 2077 memang lebih kecil daripada TW3, namun kontennya akan jauh lebih padat.

Ia mengandaikannya mirip dengan dunia The Witcher 3, namun dengan semua padang, hutan, dan pepohonan yang dihilangkan. Hasilnya adalah sebuah dunia yang padat dan hidup. Apalagi Night City merupakan kota futuristik yang meninggi, hingga kontennya secara vertikal juga akan lebih banyak. Namun sayangnya, CD Projekt Red tidak banyak berbicara soal kemungkinan untuk mengeksplorasi dunia di luar NIght City itu sendiri.

Cyberpunk 2077 sendiri rencananya akan dirilis pada 16 April 2020 mendatang untuk Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC. Bagaimana menurut Anda? Game open-world mana yang lebih menarik, luas dan lenggang atau sempit tetapi padat?

Source: GamesRadar

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…