Review Omen Photon x Omen Outpost: Dua Sejoli Serasi!

Reading time:
September 7, 2019
Omen Photon X Omen Outpost

Usaha untuk mendefinisikan masa depan, menentukan kira-kira tren seperti apa yang akan tumbuh populer dan kemudian mempersiapkan produk tersebut sejak awal, adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi semua industri, termasuk bisnis peripheral gaming sekalipun. Bahwa tidak lagi sekedar merombak desain atas nama kenyaman, tidak sedikit produsen yang bereksperimen dengan ragam fitur dan teknologi baru untuk kian memperkuat elemen tersebut. Beberapa hadir sebagai produk terpisah, namun tidak sedikit pula yang akan terasa jauh lebih maksimal jika dikombinasikan. Untuk urusan terakhir ini, hal inilah yang kami rasakan dengan dua produk milik Omen by HP – Photon dan Outpost.

Desain dan Fitur

Perkenalkan dua sejoli serasi dari Omen by HP ini!

Mengapa kami memutuskan untuk mengkombinasikan dua produk terpisah ini ke dalam satu artikel review yang sama? Mendeskripsikannya lewat dua kalimat saja sepertinya sudah cukup untuk membuat Anda memahami pilihan kami ini. Pertama, Photon adalah mouse dan Outpost adalah sebuah mousepad. Kedua? Photon adalah mouse yang menjual teknologi wireless dan Outpost adalah mousepad yang menjual teknologi wireless charging. Jika Anda mampu bernalar, maka sepertinya tidak sulit untuk merasionalisasi narasi seperti apa yang tengah kami bangun di sini.

Omen Outpost sendiri merupakan mousepad berukuran cukup luas yang menawarkan berat dan material yang akan mendukung pergerakan mouse Anda, terlepas dari seberapa cepat dan gila ia akan berakhir. Di atas permukaan, ia memang tidak terlihat seperti sebuah mouse gaming dengan fitur yang memesona. Namun begitu Anda memerhatikan bahwa ia memiliki satu ruang khusus di bagian atas dengan kabel yang tertaut, maka Anda sepertinya sudah bisa mengerti bahwa ia bukanlah mousepad biasa.

Dengan dukungan USB-C dan converter ke USB 2.0 dengan dua cabang kabel terpisah, Omen Outpost hadir dengan sisi kosmetik dan fungsionalitas yang unik. Sisi kosmetik didukung dengan lampu RGB yang menempati dua lokasi berbeda – di bagian logo teratas dan di sekeliling mousepad itu sendiri. Kombinasi keduanya akan berujung membuat meja gaming Anda terlihat lebih cerah dan berwarna, merepresentasikan “identitas”  gamer yang kuat. Sayangnya, fungsi ini hanya bisa dimaksimalkan jika PC Anda sudah memiliki dukungan USB-C di dalamnya. Mengapa? Karena fitur RGB yang menyinari bagian sisi Omen Outpost memang hanya bisa aktif dengan konektor tersebut saja. Jika Anda berakhir menggunakan converter USB 2.0 yang mereka sertakan sekalipun, Anda harus rela kehilangan fitur yang menawarkan atmosfer “gaming” yang lebih signifikan ini.

Omen Outpost merupakan mousepad dengan LED strip di semua sisi sebagai konten kosmetik,. Namun bukan hal tersebut yang membuatnya istimewa.
Ia mendukung wireless charging di bagian kanan logo.
Lampu orange akan menyala jika memang ada perangkat yang tengah diisi energinya.

Fitur kedua dan yang paling mendefinisikan Outpost tentu saja terletak pada fitur wireless charging yang ia sertakan di bagian padat yang tersemat di bagian atas mousepad. Sesi wireless charging tersebut tersemat di bagian kiri logo Omen yang bersinar terang, dengan sebuah logo kecil untuk memperjelas dimana tepatnya Anda harus meletakkan perangkat Anda yang sudah mendukung fitur tersebut. Ide utamanya tentu saja untuk menjadikannya sebagai “rumah” untuk Omen Photon yang Anda gunakan setiap kali ia tidak digunakan. Namun bukan berarti, Anda tidak bisa menggunakannya untuk mengisi ulang baterai perangkat pintar Anda misalnya. Tetapi harus diingat, Anda tidak bisa mengandalkannya jika Anda butuh baterai yang terisi cepat sebelum berpergian misalnya. Untuk perangkat pintar seperti ini, ia lebih diracik sekedar sebagai tempat-meletakkan-smartphone-sekaligus-charging yang tentu aja, akan sedikit mempermudah Anda.

Sementara di sisi lain, Anda bertemu dengan Omen Photon, sebuah mouse gaming dengan desain ergonomis yang memang nyaman untuk Anda genggam, terutama Anda yang terbiasa menggunakan teknik claw. Maka seperti yang kami bicarakan sebelumnya, Photon menjadi sebuah mouse gaming yang menawarkan beragam fitur mouse gaming yang seharusnya, dengan wireless menjadi pondasi dari daya tarik yang ia usung.

Omen Photon sendiri merupakan mouse gaming nirkabel dengan fitur lengkap di dalamnya.
Seperti yang bisa diprediksi, ia juga mendukung fitur wireless charging.

Bahwa tidak lagi perlu harus diribetkan management kabel yang terkadang menyebalkan, Anda hanya perlu menekan tombol ON-OFF di bagian bawah mouse dan langsung menikmatinya. Yang membuatnya istimewa adalah proses isi ulang baterai yang tidak harus menggunakan kabel USB yang bisa ditautkan di bagian depan mouse saja. Omen Photon sudah mendukung wireless charging hingga proses pengisian energi ini bisa dilakukan secara nirkabel, membuatnya menjadi pasangan yang serasi dengan Omen Outpost itu sendiri. Namun ini bukan berarti Anda HARUS menggunakan Omen Outpost, mengingat produk wireless charging dari beragam bentuk kini juga sudah tersedia di pasaran.

Sementara dari sisi desain keduanya, dengan dukungan kosmetik RGB dan warna hitam yang mendominasi, sepertinya aman untuk mengatakan bahwa identitas perangkat gaming yang Anda cari memang menyeruak kuat dari keduanya.

Omen Photon x Omen Outpost: Seberapa Nyaman?

Selalu ada kekhawatiran bahwa perangkat nirkabel rawan masalah teknis. Berita baiknya? Kami tidak menemukan hal tersebut di Omen Photon.

Apa yang membuat banyak gamer berakhir menghindari perangkat nirkabel seperti headset atau mouse gaming misalnya? Di luar kebutuhan proses charging yang terkadang merepotkan, selalu ada persepsi negatif bahwa konektivitas nirkabel seperti ini tidaklah selalu stabil dan terkadang bisa berujung masalah pada saat Anda tengah asyik mencicipi game favorit Anda. Jika Anda termasuk gamer yang takut bahwa hal serupa akan terjadi dengan Omen Photon misalnya? Maka testimoni pemakaian kami selama sebulan terakhir, yang digunakan untuk menjajal beragam game dan aktivitas produktif selama kerja bisa menjadi testimoni pasti dengan satu kesimpulan kuat – bahwa ketakutan tersebut tidak beralasan.

Nyaman di tangan, setidaknya untuk gaya memegang mouse kami yang memang lebih didominasi teknik claw, Omen Photon menjalankan tugasnya yang nyaris sempurna sebagai mouse gaming nirkabel. Tidak ada masalah teknis yang perlu dikhawatirkan karena status ini, membuat Anda bisa menikmatinya secara optimal sejak awal. Photon juga diperkuat dengan ragam fitur mouse gaming mumpuni, dari rentang sensitivitas (DPI) yang cukup tinggi untuk memfasilitasi beragam genre game dan juga kenyamann Anda hingga ekstra tombol yang nantinya akan bisa dimodifikasi fungsinya berkat dukungan perangkat lunak – Omen Command Center yang akan kita bicarakan lebih jauh di sesi selanjutnya.

Ada satu ekstra lampu kecil di bagian tengah, tepatnya di atas tombol kecil untuk pengaturan DPI, yang berfungsi sebagai indikator baterai dari Omen Photon itu sendiri. Ia tidak terlihat mentereng dengan menggunakan desain-desain UI yang mewah memang, namun cukup efektif untuk memberikan informasi jelas soal status baterai Anda saat ini. Ia terbagi menjadi tiga jenis warna – putih, orange, dan merah yang masing-masing akan merepresentasikan persentase jumlah baterai. Rumusnya sederhana, jika lampu merah sudah berkedip, maka Anda disarankan untuk mulai mengisi ulang energi Omen Photon ini.

Indikator kecil di atas tombol DPI akan memberikan informasi soal kondisi baterai saat ini.
Receiver super kecil seperti ini memang rawan hilang dan sayangnya, tidak ada kesempatan untuk menyematkannya langsung ke dalam Photon. Namun setidaknya masalah ini sedikit teratasi jika Anda memanfaatkan slot di belakang Omen Outpost.

Jika ada satu hal yang harus kami keluhkan, adalah absennya ruang untuk menyimpan receiver-nya di dalam mouse itu sendiri, yang tentu saja semakin memperbesar resiko bahwa di satu titik kami akan berakhir kehilangan benda kecil nan super penting untuk terus meneruskan fungsi wireless Omen Photon ini. Berdasarkan desain beberapa mouse wireless lain yang memikirkan hal tersebut dan menawarkan solusi yang lebih akurat terkait masalah klasik ini, sangat disayangkan memang jika Omen tidak memerhatikan dan mempertimbangkannya sama sekali. Padahal, ini terhitung penting.

Namun setidaknya solusi ini akan bisa sedikit teratasi jika Anda memiliki Omen Outpost sebagai sandingan Omen Photon ini. Mengapa? Karena selain fitur Wireless Charging yang menyempurnakan keduanya, Omen Outpost juga menyediakan satu ekstra slot USB 2.0 di bagian atasnya untuk memfasilitasi perangkat dengan koneksi serupa. Namun ide utamanya tentu saja menjadikannya sebagai “rumah” untuk receiver super kecil Omen Photon dan memastikan bahwa perangkat ini tidak hilang. Mengapa? Karena Anda akan selalu menyematkannya di sana dan tahu harus mencari tahu kemana terlebih dahulu jika sesuatu yang lebih buruk terjadi. Tentu saja, Omen Outpost berfungsi sebagai mousepad yang mumpuni, dengan ataupun tanpa Omen Photon. Material permukaan yang mendukung pergerakan mouse yang mulus serta bahan “tempel” yang tak mudah bergeser saat diletakkan di meja sudah cukup untuk menawarkan pengalaman mousepad yang seharusnya.

Sebagai perangkat lebih kompleks, Omen Command Center menawarkan banyak modifikasi fungsi untuk Photon.
Butuh USB-C untuk menyalakan LED Strip di sisi Omen Outpost.

Baik Omen Photon maupun Omen Outpost juga didukung dengan perangkat lunak andalan – Omen Outpost untuk memodifikasi beragam fungsi yang ada. Sebagai perangkat yang lebih kompleks, dukungan untuk Omen Photon tentu lebih lengkap. Selain kesempatan memodifikasi ragam efek lampu RGB yang akan menyinari efek scroll-wheel dan juga logo di bagian belakang yang montok, Anda juga bisa mengubah fungsi ragam ekstra tombol yang ada via fitur Makro yang juga disematkan. Bersamanya juga hadir informasi terkait persentase sisa baterai yang ditampilkan dengan UI yang lebih jelas. Sementara untuk Omen Outpost, yang notabene merupakan mousepad, sebagian besar fungsi Omen Command Center ini berakhir untuk sekedar mengatur fitur kosmetik yang ada.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 20, 2021 - 0

Review Outriders: Loot-Shooter Memuaskan!

Tidak mudah dikembangkan, jarang memuaskan, dan akan ikut tewas bersama…
April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…