Hapus Regional Pricing, Harga Rocket League Steam Melonjak!

Reading time:
September 21, 2019
rocket league april

Ketika developer Rocket League – Psyonix resmi berdiri di bawah bendera Epic Games pertengahan tahun ini, ada diskusi soal komitmen untuk terus mendukung Rocket League di Steam, terlepas dari gencarnya usaha Epic Games untuk terus mendorong Epic Games Store. Rocket League sendiri memang belum tersedia untuk platform tersebut namun rencana untuk segera membawanya hendak dirampungkan sebelum 2019 berakhir. Sayangnya, strategi kepemilikan ini sepertinya pelan tapi pasti, juga mempengaruhi Rocket League versi Steam. Psyonix memutuskan untuk menghapus sistem regional pricing untuk Rocket League di sana.

Untuk Anda yang tidak terlalu familiar, regional pricing merupakan strategi adaptasi harga berdasarkan kekuatan ekonomi per region. Dimana negara dengan kekuatan ekonomi lemah misalnya, berkesempatan untuk membeli game di harga yang lebih terjangkau dibandingkan negara maju. Strategi yang sempat ditempuh oleh Pysonix ini ternyata tiba-tiba dicabut begitu saja kemarin, membuat harga Rocket League di beragam region melonjak cukup tinggi. Di Indonesia misalnya, harga Rocket League yang biasanya bermain di harga sekitar 135 ribu Rupiah kini menjadi 240 ribu Rupiah. Kenaikan juga terjadi di region lain seperti Argentina, Brazil, India, Mexico, Russia, Taiwan, hingga Turki.

rocket league
Psyonix tiba-tiba menghapus regional pricing Rocket League, yang membuat harganya melonjak di beberapa region, termasuk Indonesia.

Walaupun tidak memberikan penjelasan resmi terkait dicabutnya kebijakan regional pricing, banyak gamer yang berspekulasi bahwa langkah ini diambil Psyonix untuk menyambut rilis di Epic Games Store – yang notabene memang belum mengusung sistem regional pricing hingga saat ini. Baik Psyonix maupun Epic Games sendiri masih belum berkomentar apapun. Sangat disayangkan, tentu saja.

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…
April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…