JagatPlay di TGS 2019: Tales of Arise Tak Berani Konfirmasi Sistem 4 Karakter!

Reading time:
September 23, 2019
TOArise TGS SS 03

Selalu menggembirakan tentu saja untuk melihat sebuah seri game JRPG ternama, tetap menemukan jalannya untuk terus eksis dan tampil relevan di industri game. Apalagi ketika seri terakhirnya sudah berusia cukup “tua” dengan absennya informasi yang mengesankan seolah-olah masa depan si franchise terkatung-katung. Perasaan inilah yang mungkin menghinggapi benak banyak gamer pencinta seri Tales setelah Bandai Namco secara resmi memperkenalkan seri teranyarnya untuk tahun depan – Tales of Arise.

Di teaser perdananya, seri ini memang langsung mencuri perhatian. Visualisasi yang terlihat lebih mumpuni dengan menggunakan Unreal Engine 4, mengkombinasikan cita rasa anime yang kental dengan lingkungan yang terlihat fotorealistis di saat yang sama. Kisah yang tampaknya akan penuh drama juga mengalir dari cerita yang diperlihatkan di teaser dan screenshot perdana tersebut. Berita baiknya? Lewat presentasi yang mereka lakukan di event pre-TGS 2019 kemarin, Bandai Namco akhirnya berbagi beberapa detail terbaru terkait seri yang juga diracik untuk merayakan ulang tahun ke-25 seri Tales ini. Sayangnya, hanya sisi presentasi saja, mengingat belum ada demo gameplay yang bisa kami jajal secara langsung.

TOArise TGS SS 01
Pria yang tidak bisa merasakan rasa sakit dan wanita yang menyakiti siapapun yang menyentuhnya.

Untuk Anda yang tidak terlalu familiar bercerita tentang kisah dua karakter – Alphen dan Sionne yang masing-masing datang dari dunia yang berbeda, namun bergerak untuk satu visi dan misi yang sama. Ada sesuatu yang istimewa mengitari sifat kedua karakter ini. Alphen yang hadir tanpa ingatan, secara mengejutkan, tidak pernah bisa merasakan rasa sakit walaupun ia bisa berakhir terluka. Sementara di sisi lain, Shionne yang punya kemampuan penyembuhan, akan melukai siapapun yang menyentuhnya tanpa terkecuali. Posisi unik keduanya membuat Alphen menjadi satu-satunya manusia yang bisa menyentuh Shionne, sementara Shionne bisa terus menyembuhkan Alphen yang tak mengenal rasa sakit.

Sejak awal ia diperkenalkan, termasuk ragam video gameplay terbaru yang diusung, Tales of Arise memang hanya memperlihatkan sistem pertarungan 2 orang – dimana hanya Alphen dan Shionne yang terlibat di sana. Semuanya dibangun dengan narasi yang memang berfokus pada keduanya. Kondisi ini tentu saja memancing rasa penasaran kami, yang kami wujudkan pada pertanyaan di sesi Q&A soal sistem ini. Apakah ini berarti Tales of Arise hanya akan memuat karakter Alphen dan Shionne saja alih-alih sistem klasik 4 karakter ala seri Tales lawas?

Secara mengejutkan, Yusuke Tomizawa menolak untuk mengkonfirmasikan apapun terkait party members saat ini. Ia hanya memastikan bahwa akan ada lebih banyak karakter bergabung di masa depan mengikuti cerita dan formula khas Tales selama ini. Namun ia tidak mengkonfirmasikan apakah karakter-karakter ini akan langsung bergabung dalam format 4 orang khas Tales, ataukah ia tetap akan bertahan dengan sistem 2 karakter Alphen – Shionne yang mungkin sedikit dimodifikasi. Ia belum bisa berbicara banyak soal hal ini dan berjanji untuk berbagi lebih banyak detail di masa depan.

TOArise TGS SS 06
Tomizawa-san tidak berani mengkonfirmasikan bahwa Tales of Arise akan memuat sistem pertarungan 4 orang “klasik” seri Tales.

Tomizawa-san juga berbicara soal senjata istimewa milik Alphen yang disebut sebagai “Torch Flame Sword” yang seperti di trailer, memang berhasil ia ekstrak dari dada milik Shionne. Di sisi cerita, Torch Flame Sword memang mengusung kekuatan yang luar biasa, namun siap untuk membakar dan melukai siapapun yang menggunakannya. Hasilnya adalah luka bakar yang walaupun tidak dirasakan oleh Alphen, namun tetap berakhir harus disembuhkan oleh Shionne setiap saat. Kami juga sempat bertanya, apakah sistem ini juga akan diaplikasikan dalam bentuk gameplay, sebagai contoh, sistem damage over time setiap kali Alphen menggunakan Torch Sword ini, misalnya?

TOArise TGS SS 02
Tidak ada konfirmasi pula bahwa beberapa sifat di sisi cerita akan juga diaplikasikan di sisi gameplay.

Lagi-lagi, Tomizawa-san menolak untuk memberikan konfirmasi apapun saat ini. Ia belum siap membicarakan apakah sistem luka seperti ini hanya akan terjadi di sisi cerita saja atau akan termanifestasi dalam bentuk gameplay itu sendiri. Satu yang pasti, ia mengakui bahwa ada beberapa hal yang memang harus mereka pikirkan lebih matang. Tidak hanya sekedar soal “Torch Sword” yang membakar ini saja, tetapi juga hal lebih sederhana, seperti sifat Alphen yang tidak bisa merasakan rasa sakit atau Shionne yang bisa melukai siapapun yang menyentuhnya. Untuk saat ini, kedua kondisi ini belum bisa dipastikan akan diterjemahkan ke dalam gameplay.

TOArise TGS SS 08
Membiasakan diri dengan engine baru dan mencari sisi presentasi yang pas adalah satu dari sedikit alasan mengapa Tales of Arise begitu “lama”.

Menjawab pertanyaan wartawan lain, Tomizawa-san juga mengungkapkan alasan mengapa jeda rilis antara Tales of Arise dan seri Tales sebelumnya terhitung lama. Ia mengungkapkan bahwa membangun Tales of Arise itu sendiri, memang tidak mudah. Mereka kini harus belajar memaksimalkan engine baru (Unreal Engine 4) dan memastikan bahwa desain yang mereka usung memang tidak hanya menarik gamer penggemar seri Tales saja, tetapi juga mengundang gamer-gamer pendatang baru. Ada banyak hal yang harus dipikirkan, dari kebutuhan untuk membangun gaya visualisasi yang lebih mantap hingga memastikan rilis global yang terjadi secara bersamaan, yang notabene membutuhkan proses dubbing dan translasi yang tentu, memakan waktu.

Tales of Arise sendiri rencananya akan dirilis pada tahun 2020 mendatang, masih tanpa tanggal rilis pasti. Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda termasuk gamer pencinta JRPG yang menantikan seri ini?

Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…