Mendiang Iwata Jadi Alasan Sakurai Fokus di Super Smash Bros. Ultimate

Reading time:
September 19, 2019
satoru iwata 600x338

Popularitas yang tidak terbendung, ini mungkin kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang berhasil dicapai oleh game fighting eksklusif milik Nintendo – Super Smash Bros. Ultimate yang kini tersedia untuk Nintendo Switch. Ditangani oleh sang tangan dingin – Masahiro Sakurai, Nintendo sepertinya tidak main-main untuk memastikan nama “Ultimate” ini memang pantas untuk mewakili apa yang hendak mereka lakukan. Dengan karakter tamu yang sudah diperkenalkan dari Hero Dragon Quest hingga Terry Bogard dari Fatal Fury, Sakurai juga berambisi untuk mempertebal jajaran petarung ini di masa depan. Tetapi bukan sekedar karya, ternyata ada alasan sentimentil di balik kerja keras ini.

Hal ini disampaikan oleh Sakurai di sela-sela acara penghargaan Game Awards Tokyo Game Show beberapa hari yang lalu. Selain memastikan bahwa karakter tamu yang hadir di SSBU hanya akan datang dari video game saja, Sakurai juga menyempatkan waktu untuk memberikan tribut kepada mendiang presiden ikonik Nintendo – Satoru Iwata yang meninggal tahun 2015 yang lalu karena sakit.

“Saya meminta maaf karena membawa cerita personal di event seperti ini, namun membuat Super Smash Bros untuk Nintendo Switch adalah misi terakhir yang diserahkan oleh mendiang Satoru Iwata kepada saya. Saya sudah berjuang maksimal untuk game ini, dan dengan lebih banyak DLC di masa depan, saya berencana untuk terus bekerja keras. Dia adalah atasan terbaik yang pernah saya dapatkan dan orang yang mengerti saya lebih baik daripada yang lainnya”, ungkap Sakurai.

Momen emosional ini tentu saja memancing beragam reaksi di sosial media, terutama Twitter yang mengagumi hubungan Sakurai dan Iwata yang sudah terbangun sejak era Kirby di masa lalu. That is sad..

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…