Review I Love You, Colonel Sanders! A Finger Lickin’ Good Dating Simulator: Cinta dalam 11 Bumbu Rahasia!

Reading time:
September 30, 2019
KFC dating sim jagatplay 1

Ada begitu banyak cara untuk mempromosikan produk Anda di dunia maya. Namun perkembangan yang begitu cepat selama beberapa tahun terakhir tidak lagi memungkinkan perusahaan-perusahaan raksasa, terutama yang berkecimpung di sosial media, untuk bersikap seperti korporat yang seharusnya. Bahwa cara terbaik untuk menggaet konsumen, terutama anak muda, adalah berbicara dengan menggunakan “bahasa mereka”. Ini berarti strategi yang mengitari konsep-konsep seperti shitpost, meme war, hingga mengembangkan level Anda sendiri di game seperti Super Mario Maker 2. Tidak heran jika franchise sebesar KFC, yang punya popularitas tersendiri di Indonesia, juga ingin terjun di ruang yang sama.

Maka KFC datang dengan strategi yang bahkan lebih gila. Bekerjasama dengan studio pengembang kecil – Psyop, KFC secara resmi meluncurkan sebuah game berjudul, “Love You, Colonel Sanders! A Finger Lickin’ Good Dating Simulator” via Steam secara cuma-cuma. Maka seperti nama yang ia usung, game ini menawarkan genre dating simulator, dimana Anda harus berjuang untuk mencuri hati sang Colonel Sanders yang kini hadir dengan bentuk super rupawan yang harus diakui, bertolak belakang dengan apa yang Anda kenal darinya di dunia nyata. Ini bukan lagi sekedar soal ayam goreng, tetapi juga cinta dari si peracik ayam goreng.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Love You, Colonel Sanders! A Finger Lickin’ Good Dating Simulator (yang kami sebut dengan sekedar nama KFC Sim atas nama kesederhanaan ini) ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang menawarkan cinta dalam 11 bumbu rahasia? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

KFC dating sim jagatplay 21
Ini adalah game yang hendak membuat Anda jatuh hati pada sosok Colonel Sanders yang baru.

Bagi gamer yang sempat mencicipi game dating sim di masa lalu, baik yang lurus ataupun yang “nakal”, maka cerita selalu memainkan peran yang penting. Bahwa kekuatan dialog, momen drama dan romansa, serta konflik yang muncul akan mempengaruhi keputusan Anda untuk memilih opsi percakapan tertentu, memilih pasangan yang berakhir Anda favoritkan, dan berjuang untuk mencuri hatinya. Sesuatu yang sayangnya tidak ditawarkan oleh game KFC Sim ini.

Di sebuah dunia fiktif yang tidak banyak dijelaskan, Anda berperan sebagai seorang siswa sekolah masak yang berjuang untuk memperlihatkan kebolehan Anda meracik bahan masakan. Di sekolah super aneh ini, Anda bertemu dengan banyak karakter-karakter unik, dari saingan sekaligus musuh abadi Anda – Aeshleigh, sahabat setia Anda – Miriam, robot yang dibangun dari ragam peralatan masak, hingga guru Anda – seekor anjing Corgi yang periang. Tentu saja bersama dengannya, ada juga pria super tampan dan gagah dengan kemampuan memasak yang tak tertandingi – Colonel Sanders. Dari premis ini saja, Anda sudah bisa mengerti bahwa game ini memang seharusnya, tidak ditanggapi serius.

KFC dating sim jagatplay 4
Guru memasak Anda adalah seekor anjing Corgi.
KFC dating sim jagatplay 28
Foto imut Colonel Sanders ketika bayi.

Seperti judul yang ia usung, maka Anda pelan tapi pasti, akan mulai terobsesi pada sosok Colonel Sanders yang sepertiya tidak bercela, dari kemampuannya memasak hingga kepribadiannya yang memesona. Bersama dengan garis cerita yang bergerak maju, Anda akan semakin dekat dan dekat dengan sosok yang mulai mencuri hati dan otak Anda ini. Hingga pada akhirnya, hubungan Anda berdua akan diuji oleh beragam tantangan yang berbeda. Kisah KFC Sim ini sendiri bisa Anda selesaikan di bawah 1 jam, bergantung pada seberapa telitinya Anda membaca keseluruhan cerita yang ditawarkan.

Lantas, tantangan seperti apa yang akan hadapi untuk merebut cinta si Colonel Sanders? Anda bisa mendapatkan jawaban tersebut dengan memainkan game KFC Sim ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…