JagatPlay di TGS 2019: Menjajal Sword Art Online – Alicization Lycoris!

Reading time:
September 23, 2019

Ternyata Seru!

SAO Alicization Lycoris 2
Cita rasa ala MMO-offline yang mengalir kuat, membuat kami jatuh hati.

Salah satu yang membuat kami jatuh hati pada Sword Art Online: Alicization Lycoris dan langsung mengubah sikap dari persimistik menjadi sangat mengantisipasi seri ini memang berangkat dari sisi gameplay yang ia tawarkan. Kami mungkin tidak familiar dengan sisi cerita atau karakter yang ada, namun melihat sebuah game JRPG dengan pendekatan action yang mengingatkan Anda pada game MMORPG atau sekedar sistem pertarungan ala Dragon Age misalnya, tentu cukup menggembirakan dan melegakan di saat yang sama.

Dengan anggota party 4 orang yang masing-masing memiliki skill-skill berbeda yang bisa diakses dengan basis cooldown, Alicization Lycoris juga memungkinkan Anda untuk menggonta-ganti mereka secara real-time. Walaupun tidak terlihat di versi demo yang kami jajal, namun besar kemungkinan di versi final nanti, Anda mungkin akan merekrut karakter yang lebih kuat di sisi support, seperti healer misalnya. Sistem pertarungan dibagi ke dalam aksi menyerang layaknya game action, mengakses skill yang biasanya juga diikuti dengan sedikit cut-scene dramatis,dan sebuah serangan magic yang meminta Anda untuk melakukan charge terlebih dahulu yang juga akan memberikan sedikit efek AOE pada lingkungan yang ada begitu diakses nantinya.

Yang membuatnya seru adalah fakta bahwa monster-monster yang Anda hadapi (setidaknya dari build yang kami coba) memang tidak mudah ditundukkan begitu saja. Bahkan monster-monster kepiting yang sekedar mondar-mandir mengabaikan eksistensi Anda butuh beberapa menit untuk dikalahkan. Kondisi seperti ini membuat setiap pertarungan selalu berjalan intens, memberikan Anda kesempatan untuk tampil habis-habisan dengan mengeluarkan ragam skill sebaik yang bisa Anda lakukan. Sekarang bayangkan apa yang terjadi jika Anda bertemu dengan varian monster lebih kuat, baik dari sekedar monster unik yang menghuni lokasi yang Anda eksplorasi atau pertarungan boss yang muncul sesuai cerita. Intensitas pertarungan tersebut tentu akan semakin meninggi, dengan durasi pertarungan yang juga kian lama.

Inti dari Alicization Lycoris memang lebih condong pada sisi RPG, daripada action-nya itu sendiri. Ini berarti, karakter manapun yang Anda gerakkan, tidak akan memiliki kemampuan untuk melakukan roll / evade. Serangan yang memang mengarah pada Anda tetap akan menghadirkan damage yang seharusnya. Namun sedikit menjauh dari range serangan yang ada akan bisa berakhir membuat Anda menghindari serangan-serangan tersebut, sembari membiarkan para anggota tim Anda yang dikendalikan AI mengerjakan tugas mereka. Tenang saja, Anda juga akan punya satu tombol khusus untuk melakukan Guard / Deflect untuk meminimalisir damage yang masuk.

https://www.facebook.com/JagatPlay/videos/452513442018421/

Bandai Namco sendiri menyebut bahwa sistem progress karakter di Alicization Lycoris tidak hanya akan bergantung pada peningkatan status di setiap kenaikan level saja, tetapi juga akses untuk lebih banyak skill serangan yang nantinya akan bisa dikombinasikan satu sama lain. Kami sendiri sayangnya, belum bisa menangkap dengan jelas konsep tersebut di sesi demo kami, namun sempat melihat varian serangan milik Kirito misalnya yang memang akan lebih efektif jika dieksekusi pada saat musuh berada dalam kondisi yang spesifik. Beberapa jenis serangan juga terlihat mampu menghasilkan efek tertentu pada musuh, termasuk poison dan paralyze,hingga menghancurkan armor musuh agar damage kelanjutannya bisa berakhir di angka yang lebih tinggi.

Salah satu klaim lain dari Bandai Namco yang sayangnya tidak bisa kami jajal sendiri di Alicization Lycoris adalah kesempatan untuk mengatur tingkah laku dan sifat AI untuk karakter yang tidak Anda kendalikan. Anda memang masih berkesempatan untuk melakukan gonta-ganti karakter secara real-time hingga menghentikan waktu untuk melemparkan command spesifik ala game JRPG klasik, namun untuk Anda yang ingin mencicipi cita rasa action yang lebih kental, Alicization Lycoris menawarkan sistem yang disebut sang developer – “Mirip dengan sistem Gambit di FF XII”. Ini berarti, Anda bisa mengatur banyak parameter khusus untuk memicu tingkah laku atau aksi AI di kondisi tertentu, mlemberikan Anda kontrol lebih banyak soal sistem pertempuran itu sendiri, baik ketika Anda menyuntikkan perintah ataupun tidak.

Dengan semua daya tarik yang ia tawarkan, setidaknya dari betapa serunya sistem pertarungan yang ia tawarkan di setidaknya 10 menit sesi demo yang kami cicipi di event pre-TGS 2019 Bandai Namco, ada rasa ketertarikan yang tinggi untuk menikmati versi finalnya, terlepas dari betapa tidak familiarnya kami dengan SAO itu sendiri. Kami mungkin akan bingung dan tidak menikmati cerita atau karakter yang ada, namun cita rasa action RPG ala MMO-offline yang ia usung memang terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Sword Art Online: Alicization Lycoris, Pantaskah untuk Diantisipasi?

SAO Alicization Lycoris 6
Walaupun tak terlalu familiar dengan dunia SAO itu sendiri, sisi gameplay Alicization Lycoris memicu rasa ketertarikan kami.

Jika mengacu pada build demo yang kami jajal, maka secara mengejutkan kami akan menjawab “Iya”. Konsep pertempuran yang hendak ditawarkan Bandai Namco lewat cita rasa MMO-offline-nya yang menggoda memang membuat rasa antisipasi kami terhadap Alicization Lycoris ini jauh lebih meningkat dan menguat daripada sebelum kami mulai mencicipinya. Ada rasa kekhawatiran memang bahwa sisi cerita dan karakter-nya tidak akan bisa kami apresiasi karena absennya informasi soal sumber materi yang ada. Namun pertempuran party berisikan 4 orang melawan monster-monster yang setiap darinya terasa cukup alot untuk “menelan” skill dan animasi serangan yang ada membuat tiap pertempuran menghasilkan pengalaman yang intens. Tidak hanya di boss saja, tetapi juga musuh-musuh biasa.

Sword Art Online: Alicization Lycoris sendiri masih belum memiliki tanggal rilis pasti sama sekali hingga saat ini. Can’t wait!

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

June 12, 2024 - 0

Preview My Lovely Empress: Racun Cinta Raja Racikan Dev. Indonesia!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Empress di…
February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…

PlayStation

June 20, 2024 - 0

Wawancara dengan Zhenyu Li (Zenless Zone Zero)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan produser Zenless Zone Zero - Zhenyu…
April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…