Review Razer Viper: Sederhana, Ringan, Nyaman!

Reading time:
October 14, 2019
Razer Viper

Razer, gamer mana yang belum pernah mendengar nama merk peripheral yang satu ini? Ada sesuatu yang istimewa dengan brand yang memiliki logo ternama bak tiga ular yang bergerak ke tiga arah berbeda ini, lengkap dengan warna hijau yang tumbuh menjadi ikon yang tidak terpisahkan. Menariknya lagi? Razer juga tidak sekedar bermain di pasar peripheral saja, tetapi juga sempat menelurkan beberapa produk lain yang kesemuanya difokuskan untuk gaming, dari perangkat tablet hingga laptop gaming. Tidak mengherankan jika banyak yang kemudian mengasosiasikan nama Razer dengan sebuah produk super kompleks yang ditawarkan di harga cukup tinggi. Namun percaya atau tidak, filosofi desain Razer sepertinya tetap mengakar pada fungsi dan kenyamanan yang memang tak kalah krusial. Seperti yang ditawarkan oleh mouse gaming terbaru mereka – Razer Viper.

Desain dan Fitur

Dari sisi desain, ia memang terlihat super sederhana.

Mengusung sebuah desain super sederhana yang tidak telalu mencolok, ini mungkin kesan pertama yang Anda dapatkan ketika melihat bentuk Razer Viper untuk pertama kalinya. Tidak seperti banyak produk Razer kebanyakan yang terlihat “gila” untuk urusan desain, Viper kembali ke akar sebuah mouse gaming yang seharusnya. Bahwa pada akhirnya yang membuat sebuah mouse gaming pantas untuk dilirik dan dikejar memang sangat bergantung pada fungsi dan kenyamanan yang ia tawarkan.

Maka yang Anda dapatkan dari Viper adalah sebuah mouse yang “ tidak banyak omong kosong”. Dengan warna hitam yang mendominasi keseluruhan tubuhnya, sisi kosmetik yang Anda temui hanyalah sebuah logo terang yang menyala di bagian belakang, yang warna dan sifatnya tentu saja bisa Anda modifikasi dengan perangkat lunak. Razer memutuskan untuk tidak menyuntikkan sedikit pun LED RGB ekstra di bagian lain Viper, yang tentu saja, menjadi keputusan yang mungkin akan memecah komunitas menjadi dua bagian besar. Ada yang melihatnya sebagai sesuatu yang pantas untuk menonjolkan pesan kesederhaannya, namun kami juga akan sangat mengerti jika ada yang melihatnya sebagai potensi kosmetik yang terlewatkan. Lagipula seharusnya tidak sulit untuk menambahkan ekstra LED di bagian scroll wheel, yang notabene jadi “praktik” banyak mouse gaming saat ini.

Satu-satunya sisi kosmetik yang Anda temui adalah logo di bagian belakang Viper.
Karet di bagian kedua sisi memastikan grip yang lebih nyaman dan baik.

Untuk membantu grip yang lebih nyaman, kedua bagian sisi Viper disematkan bahan karet untuk cengkeraman yang lebih mantap, kuat, dan bebas keringat. Di bagian kiri, ia juga menyediakan dua ekstra tombol yang kembali, fungsinya akan bisa diatur menggunakan perangkat lunak yang tersedia. Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, Viper seharusnya akan terasa nyaman di semua jenis tangan gamer.

Ada sedikit celah di bagian tengah mouse yang tidak banyak menawarkan fungsi apapun.
Tombol atur tingkat DPI justru disematkan di bagian bawah mouse.

Di bagian tengah mouse, uniknya, hadir tanpa tombol untuk mengatur sensitivitas seperti umumnya mouse gaming. Razer justru memutuskan untuk meletakkan tombol tersebut di dasar mouse. Keuntungannya? Anda yang tengah menekan tombol klik kiri secara intens saat gaming tidak akan beresiko menekan tombol tengah ini secara tidak sengaja. Kekurangannya? Untuk Anda yang senang berganti-ganti sensitivitas, Anda tentu harus membalikkan mouse Anda dan menekan tombol kecil ini, merenggut sepersekian waktu Anda terutama di sesi gaming yang tengah seru. Razer Viper juga menyediakan kabel ekstra panjang yang tentu saja siap beradaptasi dengan lokasi PC Anda dengan tanpa masalah.

Lantas, bagaimana dengan spesifikasi teknis yang ia usung? Ini dia spesifikasi di atas kertas untuk Razer Viper:

  • Razer 5G Advanced Optical Sensor with true 16,000 DPI
  • Up to 450 inches per second (IPS) / 50 G acceleration
  • 1000 Hz Ultrapolling
  • Razer™ Optical Mouse Switches with 70 million clicks life cycle
  • Razer™ Speedflex cable
  • Gaming-grade tactile scroll wheel
  • 69g lightweight ambidextrous design
  • Razer Chroma™ lighting with 16.8 million customizable color options
  • Eight independently programmable Hyperesponse buttons
  • Onboard DPI Storage (Up to 5 DPI stages)
  • Razer Synapse 3 enabled
  • Approximate size: 126.73 mm / 4.99 in (Length) X 66.2 mm / 2.61 in (Width) X 37.81 mm / 1.49 in (Height)
  • Approximate weight (excluding cable): 69 g / 0.15 lbs
  • Cable length: 2.1 m / 6.89 ft

Razer Viper, Seberapa Nyaman?

Feedback klik terasa memuaskan, membuat Anda cukup percaya diri dengan setiap perintah yang Anda hadirkan dengannya.

Dengan desain dan fitur yang ia tawarkan, maka pengalaman menggunakan Razer Viper sepertinya sudah bisa Anda prediksi. Walaupun sebagian besar fitur dan spesifikasi yang ia usung terdengar seperti teknologi gimmick dan marketing yang membaur terlalu kuat, namun menggunakan mouse gaming yang satu ini memang terasa istimewa. Setidaknya ia menjalankan fungsi yang ia janjikan dengan kualitas yang optimal, termasuk penggunakan switch optical Razer di bagian klik kiri dan kanan yang memang menawarkan feedback yang asyik dan nyaman di saat yang sama. Bahwa untuk setiap klik yang Anda lakukan dan rasakan, ada rasa percaya diri bahwa perintah yang Anda lontarkan, akan diterjemahkan dengan seharusnya.

Salah satu keistimewaan Razer Viper tentu saja terletak pada desain ambidextrous yang ia usung. Ini berarti, ia jadi satu dari sedikit mouse gaming alternatif yang bisa dilirik oleh gamer-gamer kidal yang menjadikan tangan kiri mereka sebagai andalan untuk mengendalikan peripheral navigasi yang satu ini. Dengan bentuk sama rata di kedua sisi, Razer Viper bisa digunakan gamer tangan kanan dan kiri dengan semaksimal mungkin. Satu hal yang mungkin harus dibiasakan mungkin hanya soal penempatan tombol sisi yang masih dibangun berdasarkan tata letak jempol gamer tangan kanan. Sebuah kompromi yang bisa dirasionalisasi mengingat gamer tangan kanan masih target pasar terbesar.

Desain ambidex yang ia usung membuatnya bisa jadi andalan untuk gamer tangan kiri ataupun kanan.
Bobot ringan menjadi salah satu nilai jual Razer Viper. Yang harus diakui, membuatnya tidak selalu cocok dengan semua gamer.

Salah satu klaim yang juga dijual Razer Viper juga terletak pada beratnya yang terhitung ringan, yang jika dipadukan dengan kabel anti kusut dan panjang yang ia usung, akan memungkinkan untuk menggeser mouse dengan cepat. Apalagi dukungan perangkat lunak – Razer Synapse 3 akan memungkinkan Anda untuk mengatur setiap tingkat sensitivas sesuai preferensi. Sejujurnya, masalah berat adalah sesuatu yang personal untuk urusan mouse gaming. Banyak gamer yang merasa bahwa semakin berat mouse, semakin menempel ia di permukaan, semakin nyaman pula ia digunakan. Dengan bobot ringan yang ia usung, apalagi dengan minimnya fitur pemberat, maka jelas kemana Razer Viper ini mengarah. Anda yang menyenangi mouse dengan bobot tinggi memang bukan target pasar mouse gaming yang satu ini.

Didukung perangkat lunak – Razer Synapse, ia bahkan mendorong fitur Ambidex ini lebih jauh dengan profile tangan kanan – tangan kiri instan yang bisa diakses.

Maka dengan semua kombinasi yang ia usung, Razer Viper juga didukung dengan perangkat lunak – Razer Synapse 3 yang akan memungkinkan Anda untuk mengakses dan memodifikasi beragam fitur yang ia usung. Ada kesempatan untuk menentukan sendiri fungsi yang ingin Anda hadirkan lewat fitur makro, yang bahkan memungkinkan Anda untuk mengganti fungsi scroll wheel atas dan ke bawah. Tentu saja, untuk Anda yang sangat berfokus pada sisi kosmetik yang terhitung minim untuk mouse gaming yang satu ini, Anda tetap bisa mengatur efek dan warna untuk logo Razer yang tersemat di belakang. Sisanya? Beberapa hal penting seperti sensivitas di setiap tingkat DPI yang juga bisa Anda atur serta kalibrasi permukaan untuk  akurasi gerakan lebih baik juga disertakan. Mengingat kami tengah vakum game kompetitif untuk PC, kami sempat menjajal Viper untuk sedikit sesi gaming dengan CONTROL dari Remedy Entertainment dan mouse ini menjalankan tugas dengan seharusnya. Tidak ada yang perlu Anda khawatirkan terkait performa yang diusung Razer Viper ini.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…