Ubisoft Racik Film Animasi Watch Dogs untuk Remaja Muda

Reading time:
October 11, 2019
watch dogs cybermisteries

Kesempatan untuk memperbesar dan memperluas brand mereka ke pasar non-gamer yang pada akhirnya, berpotensi untuk membuat popularitasnya kian meningkat, ini memang jadi salah satu strategi banyak developer dan publisher game. Walaupun sebagian besar film ini tidak selalu berhasil mencuri hati khalayak umum, ia tetap dilihat sebagai strategi potensial yang sayang untuk dilewatkan. Salah satu yang secara aktif mengejar strategi ini tentu saja Ubisoft. Setelah kesuksesan yang diraih oleh Rabbids Invasion selama 4 season terakhir, Ubisoft akan mengusung konsep serupa dengan lebih banyak franchise-nya yang lain.

Selain kepastian bahwa Rayman dan Hungry Shark Squad (berdasarkan game mobile Hungry Shark) akan menempuh adaptasi film animasi yang sama, Ubisoft juga mengumumkan bahwa game open-world dengan konsep hacker – Watch Dogs juga akan diadaptasikan menjadi film animasi. Namun bertolak belakang dengan versi video gamenya yang punya tema dewasa, film animasi ini akan ditujukan untuk para “Tweens” alias anak-anak kecil yang baru hendak beranjak remaja. Film ini akan menceritakan seorang remaja wanita “superhacker” yang akan membantu memecahkan ragam kasus kriminal di sekolah.

watch dogs cybermisteries 1
Ubisoft memastikan film animasi berbasis konsep dan ide Watch Dogs untuk anak-anak beranjak remaja dengan setting sekolah.

Dengan tema yang bertolak belakang seperti ini, Ubisoft menegaskan bahwa film animasi ini sama sekali tidak berhubungan dengan versi video game-nya. Yang mereka lakukan di sini adalah “meminjam” tema dan ide dari Watch Dogs saja. Mereka tidak akan berbagi semesta yang sama atau punya keterkaitan sama sekali. Sayangnya, belum jelas kapan film hacker untuk remaja muda ini akan dilepas ke pasaran.

Bagaimana menurut Anda?

Source: Hollywood Reporter

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…