Shuhei Yoshida Puji Game Indie Indonesia

Reading time:
November 9, 2019
shuhei yoshida

Pembicaraan soal industri game di Indonesia memang masih lebih didominasi oleh scene e-sports, yang kian megah. Melihat para pemain profesional bisa mendulang uang dari aktivitas yang mereka senangi membuka mata dan harapan orang awam, bahwa di satu titik, mereka bisa mengekor kesuksesan yang sama. Situasi seperti ini seringkali membuat kita lupa, bahwa industri game tidak selalu soal e-sports. Padahal ada scene lain seperti proses pengembangan game yang di Indonesia, terlihat semakin optimistik. Kualitas dan pendekatan genre berbeda-beda yang ia usung bahkan menuai pujian dari seorang Shuhei Yoshida.

Shuhei Yoshida yang memegang peran baru di dalam Sony Interactive Entertainment untuk mulai berfokus mencari game-game indie keren dari seluruh dunia menyempatkan diri untuk berlabuh di ajang Level Up KL – festival game terbesar di Malaysia. Yoshida ternyata berujung menjajal beberapa game indie yang tersedia di sana, termasuk dua buah game indie Indonesia – Retrograde Arena dari Freemergency dan Rising Hell dari Tahoe Games dan Toge Productions. Lewat akun Twitter resminya, Yoshida-san memuji kedua game tersebut dan mengaku bersenang-senang dengannya. Sebuah pujian yang tentu saja menjadi prestasi tersendiri.

Walaupun kedua game tersebut masih belum tersedia di Playstation Store, namun Anda yang penasaran dengan kualitas keduanya bisa menjajalnya di Steam. Retrograde Arena sudah memiliki versi demo yang bisa Anda unduh di sini, sementara Rising Hell sudah masuk tahap Early Access di Steam dengan harga yang terjangkau. Congrats, Retrograde Arena dan Rising Hell!

Load Comments

PC Games

August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…
July 22, 2022 - 0

Review As Dusk Falls: Ini Baru Game Drama Berkualitas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh As Dusk Falls ini?…
June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…

PlayStation

July 18, 2022 - 0

Review STRAY: Kocheng Oren Mah Bebas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh STRAY? Mengapa kami menyebutnya…
March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…

Nintendo

August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…